Rabu, 16 Oktober 2013

Home » , » Keren, Anak SD Olah Jelantah Jadi Biodiesel

Keren, Anak SD Olah Jelantah Jadi Biodiesel



Biodiesel (ilustrasi)

Dunia Informasi - Sejumlah siswa SD Negeri Bantarjati 9 Kota Bogor, Jawa Barat, kembali membuat inovasi dengan mencoba mengolah minyak jelantah menjadi bahan bakar biodiesel. "Kami telah mencoba mengolah sendiri minyak jelantah menjadi biodiesel, walau hasilnya masih dalam skala kecil," kata Ely Rachmawati, salah satu guru SD Negeri Bantarjati 9 di Kota Bogor.

Ely menyebutkan pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel baru dimulai oleh pihak sekolah. Sebelumnya, SD Negeri Bantarjati 9 menjadi salah satu sekolah yang memasok minyak jelantah yang disalurkan ke Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor untuk diolah menjadi biodiesel bahan bakar bus Trans Pakuan.

Menurut Ely, pengolahan minyak jelantah sebagai biodiesel tidak terlalu sulit. Cukup menyiapkan methanol, soda api dan minyak jelantah untuk menjadikan biodiesel. "Kami sudah mempraktikkan dengan tiga liter minyak jelantah yang dicampur dengan methanol, soda api kemudian diendapkan hingga 12 sampai 14 jam," jelasnya.

Untuk mengolahnya, lanjut Ely, campuran minyak jelantah dan ethanol tersebut membentuk lapisan bening yang akan dicampurkan dengan dua liter air lalu disuling untuk diambil biodieselnya. "Biodiesel warnanya bening kekuning-kuningan, hasilnya dapat dicobakan untuk bahan bakar kendaraan, dan alat-alat industri lainnya," kata Ely.

Ely mengatakan biodiesel yang diproduksi para siswa tersebut hanya berskala kecil yang bisa dipasok untuk rumah tangga. Untuk memenuhi kebutuhan minyak jelantah, pihak sekolah mengumpulkan setiap harinya minyak bekas goreng tersebut dari para siswa. Hampir setiap hari siswa SD Negeri Bantarjati 9 dianjurkan membawa minyak jelantah ke sekolah. Bila dihitung dalam waktu seminggu rata-rata sekolah bisa mengumpulkan enam hingga tujuh liter minyak jelantah.

Menurut Kepala Sekolah SD Negeri Bantarjati 9 Yayah Komariah, program pengumpulan minyak jelantah oleh siswa itu sesuai dengan program Pemerintah Kota Bogor dalam mengumpulkan minyak goreng bekas di kalangan masyarakat.

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar