Jumat, 23 Mei 2014

Home » , , » Ketahui Bahaya di Balik Detoksifikasi

Ketahui Bahaya di Balik Detoksifikasi



Dunia Informasi – Detoksifikasi dipercaya sebagai solusi guna membersihkan semua racun dalam tubuh yang terakumulasi dari gaya hidup tidak sehat. Melalui detoksifikasi, tubuh diyakini akan terbebas dari radikal bebas.


Tapi tentu saja detoksifikasi bukanlah proses yang mudah. Tubuh dipaksa berganti kebiasaan. Dari konsumsi gula dan lemak, menjadi hanya buah dan sayur. Namun sebuah penelitian yang dilakukan Profesor Alan Boobis dari Fakultas Farmakologi Biokimia Imperial College London, mengungkapkan bahwa manfaat detoksifikasi hanya delusi.

Malah Profesor Boobis menambahkan beberapa perawatan detoksifikasi justru bisa berbahaya bagi tubuh.

"Umumnya perawatan detoksifikasi yang banyak ditawarkan di pasaran hanya membuang-buang uang," papar Profesor Boobis, dilansir Daily Mail.

Dia menjelaskan, tubuh punya sistem tersendiri untuk menetralisir racun yang ikut masuk ke dalam sistem tubuh melalui pernafasan maupun pencernaan. "Itulah guna hati, ginjal dan usus besar," terang Profesor Boobis.

Setiap hari ketiga organ tersebut secara otomatis melaksanakan tugasnya membersihkan racun dalam tubuh yang kemudian dikeluarkan dalam bentuk keringat, urin dan feses.

"Jadi yang harus dilakukan adalah menjaga ketiga organ tersebut agar tetap dalam kondisi optimal, bukan melakukan detoksifikasi besar-besaran yang justru bisa membahayakan kesehatan," imbuhnya.

Detoksifikasi, ujar Profesor Boobis, jika dilakukan secara mendadak dan tanpa tahapan, bisa membuat sistem tubuh kaget sehingga tidak punya waktu untuk mengatur ulang proses kerjanya. "Yang ada, tubuh malah sakit," jelasnya.

Contohnya, mereka yang melakukan detoksifikasi lambung menggunakan jus buah dan sayuran setiap hari bisa berisiko terserang maag akibat lambung yang tidak biasa mengonsumsi sayur dan buah dalam jumlah banyak.

Selain itu, perawatan detoksifikasi menggunakan plester atau implan, menurut Profesor Boobis, hanya membuang uang. Karena dalam penelitian yang dia lakukan, analisis urin serta darah mereka yang melakukan detoksifikasi dan yang tidak menunjukkan tidak adanya perubahan.

"Kalaupun ingin melakukan detoksifikasi, sebaiknya dilakukan secara bertahap agar tubuh tidak terkejut dan bisa mengatur ritme metabolisme baru," katanya.

Lebih lanjut, Profesor Boobis mengatakan, cara terbaik membuang racun dalam tubuh adalah mengonsumsi nutrisi seimbang, banyak minum air putih, cukup tidur dan aktif berolahraga.

• VIVAlife

Tidak ada komentar:

Posting Komentar