Selasa, 30 Oktober 2018

5 Maskapai Dengan Kecelakaan Paling Jarang


ilustrasi pesawat Air India (AP/Kevin Frayer)

ag03s.blogspot.com - Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 tujuan Jakarta-Pangkal Pinang hilang dari radar menara pengawas (ATC) pada koordinat 05 46.15-l S-107 07.16 E KMA atau sekitar wilayah Karawang.

Pesawat hilang kontak usai lepas landas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekitar pukul 06.20 WIB, Senin 29 Oktober 2018.

Temuan serpihan pesawat pun bertambah pada pukul 12.03 WIB. Berdasarkan dokumentasi foto yang diterima Liputan6.com, tampak sebuah pecahan kursi penumpang pesawat Lion Air remuk.

Stiker peringatan larangan menyalakan telepon genggam, mengambil pelampung pesawat, dan melakukan pengerusakan barang di pesawat pun masih tertempel. Selain itu, ada pula pecahan ponsel yang berasal dari dalam sebuah tas kecil.

Petugas juga mendapati sejumlah kartu identitas, baik itu KTP dan SIM milik penumpang. Bahkan, ada bagian tubuh juga yang berhimpit dengan serpihan pecahan bagian pesawat lainnya.

Diketahui pesawat tersebut membawa 189 orang, termasuk penumpang dan kru pesawat. Penumpang itu terdiri dari 178 orang dewasa, 1 anak-anak, dan 2 bayi (infant). Untuk kru pesawat, terdiri dari 2 kokpit kru dan 6 orang awak kabin.

"Total ada 189 orang," ujar Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono di Kantor Basarnas, Jakarta, Senin.

Berkaca pada insiden tersebut, sejumlah kecelakaan pesawat masih kerap terjadi di era modern ini. Tidak ada yang bisa menjamin bahwa pesawat yang hendak lepas landas adalah jenis pesawat yang aman untuk ditumpangi.

Namun ada beberapa maskapai yang diklaim sebagai moda transportasi udara yang aman. Alasannya karena tak pernah mengalami kecelakaan fatal.

Mengutip Telegraph, Senin (29/10/2018), berikut 5 di antara maskapai penerbangan yang dimaksud:

1. Hawaiian Airlines - Sejak 1929


Hawaiian Airlines. (Sumber Wikimedia/Dylan Ashe)


Hawaiian Airlines telah menerbangkan pesawat sejak tahun 1929 dan tidak pernah mengalami kecelakaan fatal. Meski telah mengalami dua kali kebangkrutan, yakni pada 1993 dan 2003, tetapi maskapai ini tidak pernah membahayakan keselamatan para penumpangnya.

Saat awal berdiri, maskapai ini hanya mengoperasikan pesawat ringan pada penerbangan wisata jarak pendek di sekitar Pulau O’ahu, dan kini, Hawaiian sudah melayani sejumlah penerbangan dengan tujuan ke wilayah Pasifik, termasuk Selandia Baru, Australia, Asia, dan Pantai Barat Amerika Serikat.

2. Ryanair - Sejak 1985


Ryanair Boeing 737-800 EI-DCL sedang mendarat di bandara Manchester saat badai Brian. (Sumber AIRLIVE)

Selama 33 tahun mengudara, Ryanair hanya sekali mengalami kecelakaan kecil, yaitu pada tahun 2008.

Saat itu, pesawat tersebut terpaksa melakukan pendaratan darurat di Roma setelah "diserang" oleh kawanan burung di udara. Unggas-unggas tersebut menabrak moncong pesawat, lalu menghantam sayap dan masuk ke mesin.

Menurut laporan yang beredar, pesawat itu menabrak sekitar 90 burung jalak.

Meski berhasil mendarat darurat, namun roda yang ada di sisi kiri pesawat rusak sehingga kendaraan udara ini oleng ketika melakukan kontak dengan landasan.

Dua awak dan delapan penumpang dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka ringan.

Selain insiden tersebut, Ryanair dinyatakan aman.

3. Virgin Atlantic/Australia/America - Sejak 1984/2000/2007


Pramugari Virgin Air. Foto : virgin.com


Maskapai penerbangan Virgin memiliki catatan keamanan yang luar biasa, dengan puluhan tahun perjalanan tanpa kecelakaan antara tiga operator di banyak benua.

Baik itu Virgin Atlantic maupun Virgin Australia, keduanya berada di peringkat 20 maskapai teraman di dunia, menurut situs web AirlineRatings.com.

4. Emirates - Sejak 1985


Petugas tanggap darurat berkumpul di luar pesawat setelah penumpang Emirates Airline dilaporkan jatuh sakit di Bandara Kennedy New York, Rabu (5/9). Sekitar 100 orang mengeluh sakit selama berada di pesawat dengan nomor penerbangan 521. (WABC 7 via AP)

Maskapai penerbangan yang berbasis di Dubai ini, telah beroperasi lebih dari 3.600 penerbangan dalam seminggu. Emirates dilaporkan tidak pernah mengalami kecelakaan fatal saat terbang, namun pernah ada sebuah insiden serius ketika Boeing 777 mendarat di Bandara Internasional Dubai.

Kabin pesawat terbakar dan meledak di landasan pacu, setelah itu seluruh penumpang telah dievakuasi. Malangnya, seorang petugas pemadam kebakaran tewas ketika bertugas memadamkan kobaran api.

Setelah itu tak ada laporan kecelakaan fatal dari maskapai tersebut.

5. Etihad - Sejak 2003


Pesawat Etihad Airways (Wikimedia Commons)

Maskapai asal Timur Tengah lainnya yang punya catatan keamanan sempurna adalah Etihad. Satu-satunya insiden kecil yang terjadi yaitu saat sebuah pesawat Etihad sedang menjalani uji coba di Bandara Toulouse di Prancis.

Burung besi itu menabrak dinding beton dan melukai sembilan orang di dalamnya, empat orang dilaporkan luka serius.

Source : Liputan6
Read More >>

Mudik JKT-SBY Lewat Tol, Berapa Tarifnya?


Ag03s.blogspot.com - Jalur tol Trans Jawa yang bisa digunakan untuk mudik Lebaran tahun ini bakal lebih panjang. Pasalnya, pemerintah memastikan Jakarta hingga Surabaya bakal bisa melewati tol. Meski tak sepenuhnya dilalui secara operasional atau berbayar, ada juga yang dilalui sekedar fungsional (tak berbayar) atau masih ada rekayasa lalu lintas yang dilibatkan.

Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang diterima detikFinance, setidaknya ada 178 km jalan tol Trans Jawa fungsional yang akan dilalui tahun ini. Jalur fungsional tersebut di antaranya pada ruas Pemalang-Batang, Batang-Semarang, Salatiga-Kartosuro, Wilangan-Kertosono, dan sebagian seksi dari ruas Kertosono-Mojokerto.

Lantas, berapa kira-kira biaya perjalanan mudik menggunakan tol dari rute Jakarta hingga Surabaya?

Berdasarkan data BPJT, detikFinance mencoba merangkum tarif setiap jalan tol yang dilalui dengan asumsi tarif sesuai perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) terakhir dan menggunakan kendaraan golongan I.

Dihitung dari Jakarta dengan pemberangkatan dari Jakarta Pusat, setidaknya terdapat 12 ruas tol yang harus dilewati untuk sampai ke Surabaya. Yakni Tol Jakarta-Cikampek, Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Tol Palimanan-Kanci, Tol Kanci-Pejagan, Tol Pejagan-Pemalang, Tol Pemalang-Batang dan Tol Batang-Semarang.

Dari Semarang, perjalanan dilanjutkan melewati Tol Semarang-Solo, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Kertosono-Mojokerto, dan Mojokerto-Surabaya.

Dengan telah diberlakukannya sistem tol integrasi sejak tahun lalu, maka sistem pembayaran dibagi menjadi dua cluster. Cluster pertama merupakan gabungan dari tol Jakarta-Cikampek dan Cikampek-Palimanan dan Purbaleunyi ke arah Bandung. Jadi, nanti masuk pintu tol Cikarang Utama, ambil tiket. Kemudian, baru bayar di pintu tol Palimanan.

Di Cikarang Utama-Palimanan, pemudik akan dikenakan tarif Rp 117.000. Dengan rincian Cikarang Utama-Cikopo Rp 15.000 dan Cikopo-Palimanan Rp 102.000.

Kemudian, pemudik bisa melanjutkan kembali perjalanan lewat tol secara operasional melalui tol Palimanan-Kanci Rp 11.500 dan Kanci-Pejagan Rp 24.000.

Untuk mudik Lebaran tahun ini, pemudik tak perlu keluar dulu di gerbang tol Brexit (Brebes Exit) untuk sampai ke Pemalang karena seksi III dan IV sudah beroperasi. Pada ruas Pejagan-Pemalang sepanjang 57,5 km, pemudik dikenakan biaya sekitar Rp 57.500 hingga ke Pemalang.

Di ruas tol Pemalang-Batang, jalur tol operasional yang bisa dilewati sepanjang 6 km dari Segmen Sewaka ke Pemalang. Dengan asumsi tarif Rp 1.100/km (berdasarkan PPJT), maka biaya yang dibutuhkan melewati ruas ini adalah Rp 6.600.

Lalu, dari Batang hingga ke Semarang, pemudik bisa melewati tol secara gratis karena masih dibuka secara fungsional. Setelah sampai di Semarang, pemudik bisa kembali melanjutkan perjalanan lewat tol hingga Salatiga secara operasional sepanjang 40,4 km dengan biaya Rp 40.400 (tarif Rp 1.000/km).

Setelah tol bisa dilewati secara operasional hingga Salatiga, pemudik masih bisa melanjutkan perjalanan hingga ke Solo lewat tol fungsional (gratis) dari Salatiga hingga Kartosuro. Setelah itu, pemudik bisa menuju Jawa Timur dengan melewati tol Solo-Ngawi yang sudah beroperasi sepanjang 90,42 km dengan biaya Rp 117.546 (tarif Rp 1.300/km).

Dari Ngawi, perjalanan lewat tol operasional bisa terus dilanjutkan hingga Nganjuk Wilangan sepanjang 49,51 km dengan biaya Rp 64.363 (tarif Rp 1.300/km). Dari Nganjuk Wilangan, perjalanan lewat tol dilanjutkan secara fungsional sepanjang 37 km sampai Kertosono.

Sebelum sampai di Surabaya, pemudik harus melewati dua ruas tol lagi yang kini sudah bisa dilewati penuh secara operasional, yakni Kertosono-Mojokerto 39,6 km dan Mojokerto-Surabaya 36,47 km. Biaya untuk kedua ruas tol tersebut masing-masing Rp 28.116 (Kertosono-Mojokerto) dan Rp 38.293 (Mojokerto-Surabaya).

Dengan demikian, total biaya transportasi lewat tol menggunakan kendaraan pribadi (golongan I) dari Jakarta hingga Surabaya diperkirakan mencapai Rp 395.927.

Berikut rincian tarif per perjalanannya:

Cikarang Utama-Palimanan Rp 117.000

Palimanan-Kanci Rp 11.500

Kanci-Pejagan Rp 24.000

Pejagan-Pemalang Rp 57.500 (57,5 km)

Pemalang-Batang Rp 6.600 (6,6 km)

Semarang-Solo Rp 40.400 (40,4 km)

Solo-Ngawi Rp 117.546 (90,42 km)

Ngawi-Kertosono Rp 64.363 (49,51 km)

Kertosono-Mojokerto Rp 28.116 (39,6 km)

Mojokerto-Surabaya Rp 38.293 (36,47 km)

Read More >>

Senin, 29 Oktober 2018

Anak Pengayuh Becak yang Mendapatkan Beasiswa S3 di Inggris


ag03s.blogspot.com - Dilansir dari Kompas.com, Raeni, anak pengayuh becak asal Kendal, Jawa Tengah, yang menjadi wisudawati terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96 di Universitas Negeri Semarang (Unnes) tahun 2014, kembali menjadi perbincangan.

Sebab, anak dari pasangan Mugiyono (59) dan Sujamah (56) tersebut kembali mendapat beasiswa S-3 di Universitas Birmingham, Inggris. Universitas itu pernah memberinya beasiswa S-2 beberapa tahun lalu.

Meskipun telah menjadi dosen di Unnes dan mau ke Inggris untuk menempuh pendidikan S-3, Raeni di mata orangtuanya masih seperti dulu.

Berikut ini adalah pengakuan Mugiyono saat ditemui oleh Kompas.com di rumahnya yang ada di Gang Apel RT 6 RW 2 No 24, Kelurahan Langenharjo, Kendal, Rabu (7/3/2018).

Ketika Kompas.com datang ke rumahnya, Mugiyono akan melakukan shalat dzuhur. Ia sudah memakai sarung, peci, dan berwudu. Ia sempat mempersilakan masuk dan kemudian berpamitan untuk shalat dahulu.

Rumah Mugiyono belum berubah meskipun anaknya sudah menjadi dosen. Rumah itu berukuran 5 meter x 14 meter, berdinding kayu, dan berubin kuno. Meja dan kursinya terbuat dari anyaman rotan.

Di dinding ruang tamu terpasang sertifikat dan beberapa foto Raeni dengan sejumlah pejabat. Tidak ada sepeda motor, hanya ada dua sepeda ontel yang diparkir di dalam ruangan itu.

"Maaf menunggu lama," kata Mugiyono sambil duduk di kursi.

Setelah itu, kakek bercucu dua dari anak pertamanya itu bercerita bahwa Raeni adalah anak yang baik. Ia bisa mengangkat derajat keluarganya. Mugiyono mengaku tidak sia-sia berkorban untuk anak nomor duanya itu.

Mugiyono mengatakan, setiap minggu, bila tidak ada kegiatan, Raeni selalu pulang ke rumah. Di rumah, ia juga mengajari anak-anak mengaji di mushala yang ada di sebelah.

"Raeni memang sejak dulu menjadi gurungaji anak-anak. Kalau pulang selalu menyempatkan diri ke mushala untuk mengajar anak-anak mengaji. Ia masih seperti dulu, sewaktu masih SMA," kata Mugiyono.

Umrah

Mugiyono mengaku, ia selalu berpesan kepada anaknya supaya jangan lupa shalat. Sebab, semua ini karena Allah. Mugiyono ingin Raeni bisa menabung untuk hari tuanya. Tidak usah memikirkan orangtuanya.

Bagi Mugiyono, melihat keberhasilan anaknya itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri.

"Tapi, bulan kemarin Raeni mengajak saya dan ibunya umrah. Saya terharu," katanya sambil menahan tangis.

Mugiyono ingin supaya Raeni tidak tergesa-gesa untuk menikah sehingga studi S-3 nya di Inggris tidak terganggu. Sebab, hal itu terkait dengan masa depan dan cita-citanya.

"Rezeki, maut, dan jodoh adalah rahasia Allah. Tapi, kami ingin kelak anak saya itu mendapat jodoh seorang lelaki yang bisa menjadi imam," harapnya.

Mugiyono mengaku bahwa Raeni anak yang tahu diri kalau ia anak orang tidak mampu. Oleh sebab itu, ia tidak neko-neko.

"Alhamdulillah, ia masih menjadi Raeni yang dulu. Tidak sombong dan menghargai orang lain," ujarnya.



Keluar dari pabrik

Perjuangan Mugiyono sampai bisa menguliahkan Raeni sangat besar. Ia dulu harus keluar dari pekerjaannya di pabrik supaya mendapat pesangon. Pesangonnya itu untuk membiayai Raeni.

"Anak saya mendapat beasiswa Bidikmisi di Unnes. Meskipun biaya kuliahnya gratis, tapi kami butuh uang untuk bayar kos dan lainnya," kata Mugiyono.

Mugiyono mengaku, sisa uang pesangon setelah untuk keperluan Raeni ia belikan sebuah becak. Becak itu digunakan untuk mencari makan karena sudah tidak bekerja di pabrik.

"Selain menjadi tukang becak, saya jaga malam di SMKN 1 Kendal," ujarnya.

Setelah itu, Mugiyono mendapat pekerjaan tambahan dari Widya Kandhi Susanti, yang saat itu masih menjadi Bupati Kendal. Ia diberi pekerjaan untuk mengantar dan menjemput anak Widya yang paling kecil.

"Sampai kini saya masih ikut Bu Widya. Tapi antar jemputnya sudah pakai mobilnya Bu Widya. Saya sudah tidak kuatnarik becak," akunya.

Sementara itu, Widya Kandhi Susanti mengatakan bahwa Mugiyono adalah seorang pekerja keras dan bertanggung jawab.

Menurut Widya, Mugiyono tidak cuma bertanggung jawab kepada keluarganya, tetapi juga pada pekerjaan. 

"Alhamdulillah, anaknya bisa berhasil di bidang pendidikan. Mugiyono juga rendah hati sehingga semua orang suka, termasuk saya," kata Widya.

Mugiyono, seperti yang telah diberitakan bersama anaknya, Raeni, menjadi perhatian para keluarga wisudawan dan puluhan wartawan, Selasa (10/6/2014).

Ia mengantar anaknya, Raeni, dari tempot kosnya dengan becak. Tidak cuma itu, Raeni juga berhasil menjadi wisudawati terbaik di Unnes. Atas prestasinya itu, ia mendapat tawaran beasiswa di berbagai perguruan tinggi.

Hingga akhirnya Raeni memilih Universitas Birmingham Inggris sebagai tempat belajar S-2-nya. Kini, Raeni akan berangkat kembali ke universitas itu untuk menempuh pendidikan S-3.
Read More >>

Jumat, 09 Maret 2018

Konsep Mekanika, Kinematika dan Dinamika dalam Fisika

Pengertian dan Konsep Mekanika, Kinematika dan Dinamika dalam Fisika
Perhatikan ilustrasi pohon kelapa di atas. Pernahkah kalian melihat atau setidaknya mendengar bunyi ketika buah kelapa yang sudah tua jatuh dari pohonnya? Lalu apa yang menyebabkan buah kelapa tersebut jatuh dari pohonnya? Jika kalian menjawab karna sudah masak/tua itu jawaban yang benar tapi belum tepat. Dan jika kalian menjawab karena gravitasi bumi, itu jawaban yang benar dan tepat.


Buah kelapa yang jatuh dari pohonnya merupakan salah satu contoh gerak, yaitu gerak jatuh bebas (GJB). Nah dalam fisika gerak jatuhnya buah kelapa dari pohonnya itu dipelajari dalam kajian ilmu mekanika. Jadi dapat disimpulkan bahwa:

Mekanika adalah salah satu cabang ilmu fisika yang mempelajari tentang gerak benda.

Tidak hanya gerak jatuh bebas seperti pada contoh di atas saja yang dipelajari dalam ilmu mekanika tetapi semua jenis gerak, seperti gerak semu, gerak relatif, gerak lurus, gerak melingkar, gerak parabola dan sebagainya. lalu apa hubungannya mekanika dengan kinematika dan dinamika?
Kinematika dan dinamika adalah dua cabang ilmu fisika yang masuk dalam ruang lingkup mekanika. Perhatikan diagram berikut ini.

Pengertian dan Konsep Mekanika, Kinematika dan Dinamika dalam Fisika
Kinematika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana gerak suatu benda tanpa memperdulikan penyebab terjadinya gerakan benda tersebut.

Sedangkan Dinamika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana gerak suatu benda dengan memperhatikan penyebab terjadinya gerakan pada benda tersebut.

Pada contoh kasus buah kelapa jatuh dari pohon di atas, dalam kinematika, yang dikaji adalah kecepatan buah kelapa yang jatuh dari ketinggian pohon serta waktu yang diperlukan buah untuk sampai di tanah tanpa memperhatikan perlambatan yang disebabkan oleh hambatan udara. Sedangkan dalam dinamika yang dikaji adalah kecepatan buah kelapa jatuh dari pohonnya dengan memperhitungkan perlambatan yang disebabkan hambatan udara.


Faktor utama yang menyebabkan buah kelapa jatuh dari pohonnya dalah gravitasi bumi. Dalam fisika gravitasi bumi adalah jenis gaya yang besarnya sekitar 9,8 m/s2. Jadi dapat dapat dikatakan bahwa yang menyebabkan suatu benda bergerak adalah gaya.


Gaya adalah suatu tarikan atau dorongan. Komponen gaya inilah yang menjadi pembeda suatu peristiwa gerak, apakah termasuk dalam kajian kinematika atau dinamika gerak. Untuk lebih paham, perhatikan skema berikut ini




Berdasarkan skema di atas, dalam kinematika yang biasanya dikaji berkaitan dengan perpindahan, kecepatan dan percepatan gerak suatu benda dengan mengabaikan gaya atau penyebab terjadinya gerak. Sedangkan dalam dinamika, yang dikaji adalah gerak benda tanpa mengabaikan gaya yang menyebabkan benda tersebut bergerak, baik itu gaya gravitasi, gaya dorong, gaya gesek maupun gaya hambat udara.

Untuk lebih memantapkan lagi pemahan kalian mengenai perbedaan kinematika dan dinamika, perhatikan contoh berikut:



Dua lembar kertas dengan berat yang sama dijatuhkan dari ketinggian yang sama dengan keadaan kertas pertama lembaran utuh sedangkan kertas kedua diremas membentuk bulatan. Setelah selang waktu t sekon, ternyata kertas kedua lebih cepat sampai ke tanah dari pada kertas pertama.

Pada kasus kertas jatuh di atas, dinamika dapat menjelaskan mengapa kertas yang diremas kecepatannya lebih besar daripada selembar kertas utuh walaupun beratnya sama karena mempertimbangkan hambatan udara yang dialami masing-masing kertas.

Sedangkan dalam kinematika hanya menghitung secara nyata kecepatan kedua kertas tersebut walaupun hasil dan kesimpulannya berbeda. Namun asal kalian tahu, jika kedua kertas dijatuhkan dalam ruang hampa udara (tidak ada hambatan udara), kecepatan kedua kertas akan sama dan tiba di tanah secara bersamaan.

Read More >>

Sabtu, 03 Maret 2018

Rumus menghitung Torsi, Kecepatan dan Daya Motor listrik

Hasil gambar untuk dc motor listrik

Rumus dan cara menghitung Torque (Torsi), Kecepatan (Rpm) dan Daya (Power) pada sebuah Elektro motor, serta bagaimana hubungan antara Torsi, Kecepatan dan Daya.
Kita dapat melihat Spesifikasi pada Name Plate sebuah Elektro-motor, yang mencantumkan beberapa keterangan mengenai Motor listrik (Elektro motor) tersebut, diantaranya adalah Torque (Torsi), Kecepatan putaran (Rpm) dan Daya motor (KW atau HP).

Bagaimana cara mengetahui nilai Torsi, Kecepatan dan Daya pada sebuah Elektro motor, dan bagaimana hubungan antara Torsi, Kecepatan dan daya?

Motor listrik adalah suatu alat yang dapat mengubah Energi listrik menjadi tenaga gerak (Putar), dan hal ini tentunya dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu Daya listrik yang digunakan, Berapa kecepatarn putaran yang dihasilkan, dan berapa besar tenaganya (Torsi).




Rumus menghitung Rpm Motor listrik
Kecepatan putaran yang dihasilkan suatu Motor Listrik, juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: Frekuensi dan Jumlah Kutub.

Kecepatan Putaran (Rpm) biasa juga dituliskan dengan huruf N, dan besar RPM ini ditentukan oleh seberapa besar frekwensi listrik yang digunakan dikali dengan sudut phase (120⁰) dibagi dengan jumlah kutub gulungan (Pole).

N = (f x 120) : PN: Jumlah Putaran permenit (Rpm)
f: Frekuensi (Hz)
P: Jumlah kutub gulungan (Pole)

Sebagai contoh, sebuah Motor Listrik 3 fasa, dioperasikan pada frekuensi 50Hz, dan jumlah kutub Gulungan sebanyak 4 Poles (4 kutub), maka Rpm Motor listrik tersebut adalah:

N = (f x 120) : P
N= (50Hz x 120) : 4
N= 6000 : 4
N= 1500Rpm.
Maka, jika kita mengetahui sebuah elektro motor memiliki Rpm sebesar 1500, dan Frekuensi 50Hz, maka dapat diketahui bahwa jumlah kutub Gulungannya adalah 4 Poles (4 Kutub).


Hubungan antara Torsi, Kecepatan dan Daya pada Motor Listrik

Menghitung Torsi, Kecepatan dan Daya Motor listrik

Tenaga Gerak yang dihasilkan dari sebuah motor listrik disebut dengan Torque (Torsi) dan biasanya menggunakan satuan Nm (Newtonmeter).

Secara umum, kita dapat mengetahui hubungan antara Kecepatan, Torsi dan Daya, yaitu:

Jika kita memerlukan suatu Motor listrik yang memiliki Tenaga putar lebih kuat, maka biasanya kita akan memilih Motor listrik dengan Daya yang besar, selain itu Kecepatan Putaran Motor listrik juga berpengaruh terhadap besar kecilnya tenaga putar (Torsi) yang dihasilkan, semakin besar Rpm maka akan semakin kecil tenaga (torsi).
A. Hubungan antara Daya dan Torsi pada motor listrik (berbanding lurus)

Semakin Besar Daya motor, maka semakin besar Torsi (tenaga)
Semakin Kecil Daya motor, maka semakin Kecil Torsi (tenaga)
B. Hubungan antara Kecepatan (Rpm) dan Torsi pada motor listrik (berbanding terbalik)

Semakin Besar Rpm motor, maka semakin kecil Torsi (tenaga)
Semakin Kecil Rpm motor, maka semakin besar Torsi (tenaga)
Pertanyaannya adalah, Apakah benar demikian?, untuk lebih jelasnya tentang bagaimana sebenarnya Hubungan antara Kecepatan, Torsi dan Daya, maka kita bisa melihatnya dari rumus dan beberapa contoh perhitungan dibawah ini:

Rumus menghitung Torsi, Kecepatan dan Daya

P = (T x N) : 5252
T= (5252 x P) : N
N = (5252 x P) : T
P: Daya dalam satuan HP (HorsePower)
T: Torsi (Nm)
N: Jumlah putaran per-menit (RPM)
5252 adalah nilai ketetapan (Konstanta) untuk daya motor dalam satuan HP
Contoh perhitungan:
Sebuah Motor Listrik memiliki Daya sebesar 150HP, dengan kecepatan putaran sebesar 1500Rpm, maka Torsi yang mampu dihasilkan Motor listrik tersebut, adalah:

T= (5252 x P) : N

T = (5252 x 150HP) : 1500Rpm
T = 787800 : 1500
T = 525,2 Nm
Benarkah semakin besar Daya motor, maka semakin besar pula Torsi yang dihasilkan?

Contoh perhitungan:
Sebuah Motor Listrik memiliki Daya sebesar 200HP, dengan kecepatan putaran sebesar 1500Rpm, maka Torsi yang mampu dihasilkan Motor listrik tersebut, adalah:

T= (5252 x P) : N

T = (5252 x 200HP) : 1500Rpm
T = 1050400 : 1500
T = 700,26 NmDari contoh perhitungan diatas, dapat kita lihat bahwa memang benar Daya motor dan Torsi memiliki hubungan yang berbanding lurus, saat motor listrik yang digunakan dengan daya 150HP, Torsi yang dihasilkan adalah sebesar 525,2 Nm, sedangkan saat daya motor diperbesar menjadi 200HP, maka Torsi yang dihasilkan juga semakin besar, menjadi 700,26 Nm.

Selanjutnya, benarkah semakin besar RPM maka akan semakin kecil Torsi yang dihasilkan?

Contoh perhitungan:
Sebuah Motor Listrik memiliki Daya sebesar 200HP, dengan kecepatan putaran sebesar 3000Rpm, maka Torsi yang mampu dihasilkan Motor listrik tersebut, adalah:

T= (5252 x P) : N

T = (5252 x 200HP) : 3000Rpm
T = 787800 : 3000
T = 262,6 NmDari contoh perhitungan diatas, dapat kita lihat bahwa memang benar RPM motor dan Torsi memiliki hubungan yang berbanding terbalik, saat Motor listrik yang digunakan memiliki Rpm 1500, torsi yang dihasilkan adalah sebesar 525,2 Nm, sedangkan pada saat RPM motor listrik lebih besar yakni 3000Rpm, maka Torsi yang dihasilkan malah semakin kecil yaitu 262,6 Nm.


Selain itu, Jika kita ingin menghitung Daya, Torsi, dan kecepatan pada sebuah Motor Listrik yang menggunakan satuan daya Kilowatt (KW), maka dapat menggunakan rumus perhitungan berikut ini:

P = (T x N) : 975
T= (975 x P) : N
N = (975 x P) : T
P: Daya dalam satuan KW (KiloWatt)
T: Torsi (Nm)
N: Jumlah putaran per-menit (RPM)
975 adalah nilai ketetapan (Konstanta) untuk daya motor dalam satuan KW.

Semoga bermanfaat!

Read More >>

Understanding DC Motor Characteristics

1. Preface

This site deals with Direct Current permanent magnet motors operated at a constant voltage. Motor characteristics vary considerably from type to type, and their performance characteristics can be altered by the way electrical power is supplied. can be quite different than those covered here.
2. Background From Physics


2.1: TORQUE
Torque , as defined in © 1998 Merriam-Webster, Incorporated

Main Entry: torque
Function: noun
Etymology: Latin torquEre to twist
1 : a force that produces or tends to produce rotation or torsion (an automobile engine delivers torque to the drive shaft);
also : a measure of the effectiveness of such a force that consists of the product of the force and the perpendicular distance from the line of action of the force to the axis of rotation
2 : a turning or twisting force 



Torque , as defined in University Physics, 8th ed. 1992, by Hugh D. Young:

The quantitative measure of the tendency of a force to cause or change rotational motion is called torque.




Torque (also called a moment) is the term we use when we talk about forces that act in a rotational manner. You apply a torque or moment when you turn a dial, flip a lightshwitch, drill a hole or tighten a screw or bolt.

As shown in the picture of a ratchet, a torque is created by a vertical force applied at the end of the handle. The force, F, applied to the ratchet as shown causes a tendency to rotate about point O. The force can be broken down into two components: a radial component, Frad, parallel to the ratchet handle that does not contribute to the torque, and a tangential component, Ftan, perpendicular to the handle that does contribute to the torque. The distance from point O to the point of action of F is described by the direction vector, r. The moment arm, l is the perpendicular distance between point O and the line of action of F.

If we were to shorten the moment arm by applying the force closer to the head of the ratchet,the magnitude of the torque would decrease, even if the force remained the same. Thus, if we change the effective length of the handle, we change the torque (see equation 1). 


[ratchet illustration of torque]

[ 1) Torque, T = F*r*sin(included angle) ]

[wheel illustration of torque from the 2.007 page]
UNITS of TORQUE
SIEnglish
newton-meters {N·m}inch-pounds {in·lb}
foot-pounds {ft·lb}
inch-ounces {in·oz}
1 N·m = 0.738 ft·lb
1 N·m = 0.113 in·lb
1 N·m = 141.61 in·oz 
1 in·lb = 0.113 N·m
1 ft·lb = 1.356 N·m
1 in·oz = 7.062E-03 N·m



2.2: SPEED


Speed (Angular Velocity) , as defined in © 1998 Merriam-Webster, Incorporated

Main Entry: angular velocity
Function: noun
he rate of rotation around an axis usually expressed in radians or revolutions per second or per minute


Motors are devices that convert electrical energy into mechanical energy. The D.C. motors that we have been dealing with here convert electrical energy into rotational energy. That rotational energy is then used to lift things, propel things, turn things, etc... When we supply the specified voltage to a motor, it rotates the output shaft at some speed. This rotational speed or angular velocity, W is typically measured in radians/second {rad/s}, revolutions/second {rps}, or revolutions/minute {rpm}.
  • When performing calculations, be sure to use consistent units. In the English system, calculations should be done in degrees/second, and radians/sec for SI calculations.
NOTE:
1 revolution = 360°
1 revolution = (2*p) radians
1 radian = (180/p
1° = (p/180) radians

Angular Velocity diagramFrom the angular velocity, W, we can find the tangential velocity of a point anywhere on the rotating body through the equation tangential velocity, v = r* W, where r is the distance from the axis of rotation. This relation can be used to compute the steady state (constant speed - no acceleration) speed of a vehicle if the radius and angular velocity of a wheel is known, or the linear speed of a rope as it is wound up by a winch.




2.3: POWER


Motive Power , as defined in © 1998 Merriam-Webster, Incorporated

Main Entry: 1pow·er
Pronunciation: 'pau(-&)r
Function: noun
Usage: often attributive
Etymology: Middle English, from Old French poeir, from poeir to be able, from (assumed) Vulgar Latin potEre, alteration of Latin posse
Date: 13th century
1 a : (1) : ability to act or produce an effect
6 a : a source or means of supplying energy; especially : ELECTRICITY
6 b : MOTIVE POWER c : the time rate at which work is done or energy emitted or transferred



Power in Rotational Motion , as described in University Physics, 8th ed., 1992 by Hugh D. Young):

When you pedal a bicycle, you apply forces to a rotating body and do work on it. Similar things happen in real-life situations, such as a rotating motor shaft driving a power tool or a car engine propelling the vehicle. We can express this work in terms of torque and an angular displacement...
What about the power associated with work done by a torque acting on a rotating body?

dW/dt is the rate of doing work, or power P. When a torque T (with respect to the axis of rotation) acts on a body that rotates with angular velocity W, its power (rate of doing work) is the product of the torque and angular velocity. This is the analog of the relation P = F·v for particle motion. 


Power in rotational motion can be written as:

Power Equation for rotational motion: P=TW

UNITS of POWER
SIEnglish
Watts {W}
newton-meters per second {N·m/s}

1 W = 1 N·m/s
1 W = 0.738 ft·lb/s
1 W = 1.341E-03 hp
foot-pounds per second {ft·lb/s}
horsepower {hp}

1 ft·lb/s = 1.818E-03 hp
1 ft·lb/s = 1.356 W

2. Motor Characteristics

Section 3.1: TORQUE/SPEED CURVES

In order to effectively design with D.C. motors, it is necessary to understand their characteristic curves. For every motor, there is a specific Torque/Speed curve and Power curve.

[Characteristic Torque/Speed Curve for a D.C. Motor]


The graph above shows a torque/speed curve of a typical D.C. motor. Note that torque is inversely proportioal to the speed of the output shaft. In other words, there is a tradeoff between how much torque a motor delivers, and how fast the output shaft spins. Motor characteristics are frequently given as two points on this graph:

  • The stall torque,[Ts], represents the point on the graph at which the torque is a maximum, but the shaft is not rotating.
  • The no load speed,[Wn], is the maximum output speed of the motor (when no torque is applied to the output shaft).
The curve is then approximated by connecting these two points with a line, whose equation can be written in terms of torque or angular velocity as equations 3) and 4):

[3) T=Ts-W*Ts/Wn; 4) W=(Ts-T)*Wn/Ts]

The linear model of a D.C. motor torque/speed curve is a very good approximation. The torque/speed curves shown below are actual curves for the green maxon motor (pictured at right) used by students in 2.007. One is a plot of empirical data, and the other was plotted mechanically using a device developed at MIT. Note that the characteristic torque/speed curve for this motor is quite linear.

This is generally true as long as the curve represents the direct output of the motor, or a simple gear reduced output. If the specifications are given as two points, it is safe to assume a linear curve.
[green maxon motor used in 2.007]
[empirical torque/speed curve] [mechanically drawn torque/speed curve]


Recall that earlier we defined power as the product of torque and angular velocity. This corresponds to the area of a rectangle under the torque/speed curve with one cornerat the origin and another corner at a point on the curve (see figures below). Due to the linear inverse relationship between torque and speed, the maximum power occurs at the point where W = ½Wn, and T = ½ Ts.

[power represented as area under torque/speed curve] [power represented as area under torque/speed curve] [power represented as area under torque/speed curve]





Section 3.2: POWER/TORQUE and POWER/SPEED CURVES




By substituting equations 3. and 4. (torque and speed, section 2.1) into equation 2. (power, section 1.3), we see that the power curves for a D.C. motor with respect to both speed and torque are quadratics, as shown in equations 5. and 6.

[5) P(W)=-(Ts/Wn)*W^2+Ts*W]; 6) P(T)=-(Wn.Ts)*T^2+Wn*T]

From these equations, we again find that maximum output power occurs at [T] = ½Ts, and [W] = ½Wn repectively.

[D.C. motor power vs. torque curve]


Source
Read More >>