Jumat, 09 Maret 2018

Konsep Mekanika, Kinematika dan Dinamika dalam Fisika

Pengertian dan Konsep Mekanika, Kinematika dan Dinamika dalam Fisika
Perhatikan ilustrasi pohon kelapa di atas. Pernahkah kalian melihat atau setidaknya mendengar bunyi ketika buah kelapa yang sudah tua jatuh dari pohonnya? Lalu apa yang menyebabkan buah kelapa tersebut jatuh dari pohonnya? Jika kalian menjawab karna sudah masak/tua itu jawaban yang benar tapi belum tepat. Dan jika kalian menjawab karena gravitasi bumi, itu jawaban yang benar dan tepat.


Buah kelapa yang jatuh dari pohonnya merupakan salah satu contoh gerak, yaitu gerak jatuh bebas (GJB). Nah dalam fisika gerak jatuhnya buah kelapa dari pohonnya itu dipelajari dalam kajian ilmu mekanika. Jadi dapat disimpulkan bahwa:

Mekanika adalah salah satu cabang ilmu fisika yang mempelajari tentang gerak benda.

Tidak hanya gerak jatuh bebas seperti pada contoh di atas saja yang dipelajari dalam ilmu mekanika tetapi semua jenis gerak, seperti gerak semu, gerak relatif, gerak lurus, gerak melingkar, gerak parabola dan sebagainya. lalu apa hubungannya mekanika dengan kinematika dan dinamika?
Kinematika dan dinamika adalah dua cabang ilmu fisika yang masuk dalam ruang lingkup mekanika. Perhatikan diagram berikut ini.

Pengertian dan Konsep Mekanika, Kinematika dan Dinamika dalam Fisika
Kinematika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana gerak suatu benda tanpa memperdulikan penyebab terjadinya gerakan benda tersebut.

Sedangkan Dinamika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana gerak suatu benda dengan memperhatikan penyebab terjadinya gerakan pada benda tersebut.

Pada contoh kasus buah kelapa jatuh dari pohon di atas, dalam kinematika, yang dikaji adalah kecepatan buah kelapa yang jatuh dari ketinggian pohon serta waktu yang diperlukan buah untuk sampai di tanah tanpa memperhatikan perlambatan yang disebabkan oleh hambatan udara. Sedangkan dalam dinamika yang dikaji adalah kecepatan buah kelapa jatuh dari pohonnya dengan memperhitungkan perlambatan yang disebabkan hambatan udara.


Faktor utama yang menyebabkan buah kelapa jatuh dari pohonnya dalah gravitasi bumi. Dalam fisika gravitasi bumi adalah jenis gaya yang besarnya sekitar 9,8 m/s2. Jadi dapat dapat dikatakan bahwa yang menyebabkan suatu benda bergerak adalah gaya.


Gaya adalah suatu tarikan atau dorongan. Komponen gaya inilah yang menjadi pembeda suatu peristiwa gerak, apakah termasuk dalam kajian kinematika atau dinamika gerak. Untuk lebih paham, perhatikan skema berikut ini




Berdasarkan skema di atas, dalam kinematika yang biasanya dikaji berkaitan dengan perpindahan, kecepatan dan percepatan gerak suatu benda dengan mengabaikan gaya atau penyebab terjadinya gerak. Sedangkan dalam dinamika, yang dikaji adalah gerak benda tanpa mengabaikan gaya yang menyebabkan benda tersebut bergerak, baik itu gaya gravitasi, gaya dorong, gaya gesek maupun gaya hambat udara.

Untuk lebih memantapkan lagi pemahan kalian mengenai perbedaan kinematika dan dinamika, perhatikan contoh berikut:



Dua lembar kertas dengan berat yang sama dijatuhkan dari ketinggian yang sama dengan keadaan kertas pertama lembaran utuh sedangkan kertas kedua diremas membentuk bulatan. Setelah selang waktu t sekon, ternyata kertas kedua lebih cepat sampai ke tanah dari pada kertas pertama.

Pada kasus kertas jatuh di atas, dinamika dapat menjelaskan mengapa kertas yang diremas kecepatannya lebih besar daripada selembar kertas utuh walaupun beratnya sama karena mempertimbangkan hambatan udara yang dialami masing-masing kertas.

Sedangkan dalam kinematika hanya menghitung secara nyata kecepatan kedua kertas tersebut walaupun hasil dan kesimpulannya berbeda. Namun asal kalian tahu, jika kedua kertas dijatuhkan dalam ruang hampa udara (tidak ada hambatan udara), kecepatan kedua kertas akan sama dan tiba di tanah secara bersamaan.

Read More >>

Sabtu, 03 Maret 2018

Rumus menghitung Torsi, Kecepatan dan Daya Motor listrik

Hasil gambar untuk dc motor listrik

Rumus dan cara menghitung Torque (Torsi), Kecepatan (Rpm) dan Daya (Power) pada sebuah Elektro motor, serta bagaimana hubungan antara Torsi, Kecepatan dan Daya.
Kita dapat melihat Spesifikasi pada Name Plate sebuah Elektro-motor, yang mencantumkan beberapa keterangan mengenai Motor listrik (Elektro motor) tersebut, diantaranya adalah Torque (Torsi), Kecepatan putaran (Rpm) dan Daya motor (KW atau HP).

Bagaimana cara mengetahui nilai Torsi, Kecepatan dan Daya pada sebuah Elektro motor, dan bagaimana hubungan antara Torsi, Kecepatan dan daya?

Motor listrik adalah suatu alat yang dapat mengubah Energi listrik menjadi tenaga gerak (Putar), dan hal ini tentunya dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu Daya listrik yang digunakan, Berapa kecepatarn putaran yang dihasilkan, dan berapa besar tenaganya (Torsi).




Rumus menghitung Rpm Motor listrik
Kecepatan putaran yang dihasilkan suatu Motor Listrik, juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: Frekuensi dan Jumlah Kutub.

Kecepatan Putaran (Rpm) biasa juga dituliskan dengan huruf N, dan besar RPM ini ditentukan oleh seberapa besar frekwensi listrik yang digunakan dikali dengan sudut phase (120⁰) dibagi dengan jumlah kutub gulungan (Pole).

N = (f x 120) : PN: Jumlah Putaran permenit (Rpm)
f: Frekuensi (Hz)
P: Jumlah kutub gulungan (Pole)

Sebagai contoh, sebuah Motor Listrik 3 fasa, dioperasikan pada frekuensi 50Hz, dan jumlah kutub Gulungan sebanyak 4 Poles (4 kutub), maka Rpm Motor listrik tersebut adalah:

N = (f x 120) : P
N= (50Hz x 120) : 4
N= 6000 : 4
N= 1500Rpm.
Maka, jika kita mengetahui sebuah elektro motor memiliki Rpm sebesar 1500, dan Frekuensi 50Hz, maka dapat diketahui bahwa jumlah kutub Gulungannya adalah 4 Poles (4 Kutub).


Hubungan antara Torsi, Kecepatan dan Daya pada Motor Listrik

Menghitung Torsi, Kecepatan dan Daya Motor listrik

Tenaga Gerak yang dihasilkan dari sebuah motor listrik disebut dengan Torque (Torsi) dan biasanya menggunakan satuan Nm (Newtonmeter).

Secara umum, kita dapat mengetahui hubungan antara Kecepatan, Torsi dan Daya, yaitu:

Jika kita memerlukan suatu Motor listrik yang memiliki Tenaga putar lebih kuat, maka biasanya kita akan memilih Motor listrik dengan Daya yang besar, selain itu Kecepatan Putaran Motor listrik juga berpengaruh terhadap besar kecilnya tenaga putar (Torsi) yang dihasilkan, semakin besar Rpm maka akan semakin kecil tenaga (torsi).
A. Hubungan antara Daya dan Torsi pada motor listrik (berbanding lurus)

Semakin Besar Daya motor, maka semakin besar Torsi (tenaga)
Semakin Kecil Daya motor, maka semakin Kecil Torsi (tenaga)
B. Hubungan antara Kecepatan (Rpm) dan Torsi pada motor listrik (berbanding terbalik)

Semakin Besar Rpm motor, maka semakin kecil Torsi (tenaga)
Semakin Kecil Rpm motor, maka semakin besar Torsi (tenaga)
Pertanyaannya adalah, Apakah benar demikian?, untuk lebih jelasnya tentang bagaimana sebenarnya Hubungan antara Kecepatan, Torsi dan Daya, maka kita bisa melihatnya dari rumus dan beberapa contoh perhitungan dibawah ini:

Rumus menghitung Torsi, Kecepatan dan Daya

P = (T x N) : 5252
T= (5252 x P) : N
N = (5252 x P) : T
P: Daya dalam satuan HP (HorsePower)
T: Torsi (Nm)
N: Jumlah putaran per-menit (RPM)
5252 adalah nilai ketetapan (Konstanta) untuk daya motor dalam satuan HP
Contoh perhitungan:
Sebuah Motor Listrik memiliki Daya sebesar 150HP, dengan kecepatan putaran sebesar 1500Rpm, maka Torsi yang mampu dihasilkan Motor listrik tersebut, adalah:

T= (5252 x P) : N

T = (5252 x 150HP) : 1500Rpm
T = 787800 : 1500
T = 525,2 Nm
Benarkah semakin besar Daya motor, maka semakin besar pula Torsi yang dihasilkan?

Contoh perhitungan:
Sebuah Motor Listrik memiliki Daya sebesar 200HP, dengan kecepatan putaran sebesar 1500Rpm, maka Torsi yang mampu dihasilkan Motor listrik tersebut, adalah:

T= (5252 x P) : N

T = (5252 x 200HP) : 1500Rpm
T = 1050400 : 1500
T = 700,26 NmDari contoh perhitungan diatas, dapat kita lihat bahwa memang benar Daya motor dan Torsi memiliki hubungan yang berbanding lurus, saat motor listrik yang digunakan dengan daya 150HP, Torsi yang dihasilkan adalah sebesar 525,2 Nm, sedangkan saat daya motor diperbesar menjadi 200HP, maka Torsi yang dihasilkan juga semakin besar, menjadi 700,26 Nm.

Selanjutnya, benarkah semakin besar RPM maka akan semakin kecil Torsi yang dihasilkan?

Contoh perhitungan:
Sebuah Motor Listrik memiliki Daya sebesar 200HP, dengan kecepatan putaran sebesar 3000Rpm, maka Torsi yang mampu dihasilkan Motor listrik tersebut, adalah:

T= (5252 x P) : N

T = (5252 x 200HP) : 3000Rpm
T = 787800 : 3000
T = 262,6 NmDari contoh perhitungan diatas, dapat kita lihat bahwa memang benar RPM motor dan Torsi memiliki hubungan yang berbanding terbalik, saat Motor listrik yang digunakan memiliki Rpm 1500, torsi yang dihasilkan adalah sebesar 525,2 Nm, sedangkan pada saat RPM motor listrik lebih besar yakni 3000Rpm, maka Torsi yang dihasilkan malah semakin kecil yaitu 262,6 Nm.


Selain itu, Jika kita ingin menghitung Daya, Torsi, dan kecepatan pada sebuah Motor Listrik yang menggunakan satuan daya Kilowatt (KW), maka dapat menggunakan rumus perhitungan berikut ini:

P = (T x N) : 975
T= (975 x P) : N
N = (975 x P) : T
P: Daya dalam satuan KW (KiloWatt)
T: Torsi (Nm)
N: Jumlah putaran per-menit (RPM)
975 adalah nilai ketetapan (Konstanta) untuk daya motor dalam satuan KW.

Semoga bermanfaat!

Read More >>

Understanding DC Motor Characteristics

1. Preface

This site deals with Direct Current permanent magnet motors operated at a constant voltage. Motor characteristics vary considerably from type to type, and their performance characteristics can be altered by the way electrical power is supplied. can be quite different than those covered here.
2. Background From Physics


2.1: TORQUE
Torque , as defined in © 1998 Merriam-Webster, Incorporated

Main Entry: torque
Function: noun
Etymology: Latin torquEre to twist
1 : a force that produces or tends to produce rotation or torsion (an automobile engine delivers torque to the drive shaft);
also : a measure of the effectiveness of such a force that consists of the product of the force and the perpendicular distance from the line of action of the force to the axis of rotation
2 : a turning or twisting force 



Torque , as defined in University Physics, 8th ed. 1992, by Hugh D. Young:

The quantitative measure of the tendency of a force to cause or change rotational motion is called torque.




Torque (also called a moment) is the term we use when we talk about forces that act in a rotational manner. You apply a torque or moment when you turn a dial, flip a lightshwitch, drill a hole or tighten a screw or bolt.

As shown in the picture of a ratchet, a torque is created by a vertical force applied at the end of the handle. The force, F, applied to the ratchet as shown causes a tendency to rotate about point O. The force can be broken down into two components: a radial component, Frad, parallel to the ratchet handle that does not contribute to the torque, and a tangential component, Ftan, perpendicular to the handle that does contribute to the torque. The distance from point O to the point of action of F is described by the direction vector, r. The moment arm, l is the perpendicular distance between point O and the line of action of F.

If we were to shorten the moment arm by applying the force closer to the head of the ratchet,the magnitude of the torque would decrease, even if the force remained the same. Thus, if we change the effective length of the handle, we change the torque (see equation 1). 


[ratchet illustration of torque]

[ 1) Torque, T = F*r*sin(included angle) ]

[wheel illustration of torque from the 2.007 page]
UNITS of TORQUE
SIEnglish
newton-meters {N·m}inch-pounds {in·lb}
foot-pounds {ft·lb}
inch-ounces {in·oz}
1 N·m = 0.738 ft·lb
1 N·m = 0.113 in·lb
1 N·m = 141.61 in·oz 
1 in·lb = 0.113 N·m
1 ft·lb = 1.356 N·m
1 in·oz = 7.062E-03 N·m



2.2: SPEED


Speed (Angular Velocity) , as defined in © 1998 Merriam-Webster, Incorporated

Main Entry: angular velocity
Function: noun
he rate of rotation around an axis usually expressed in radians or revolutions per second or per minute


Motors are devices that convert electrical energy into mechanical energy. The D.C. motors that we have been dealing with here convert electrical energy into rotational energy. That rotational energy is then used to lift things, propel things, turn things, etc... When we supply the specified voltage to a motor, it rotates the output shaft at some speed. This rotational speed or angular velocity, W is typically measured in radians/second {rad/s}, revolutions/second {rps}, or revolutions/minute {rpm}.
  • When performing calculations, be sure to use consistent units. In the English system, calculations should be done in degrees/second, and radians/sec for SI calculations.
NOTE:
1 revolution = 360°
1 revolution = (2*p) radians
1 radian = (180/p
1° = (p/180) radians

Angular Velocity diagramFrom the angular velocity, W, we can find the tangential velocity of a point anywhere on the rotating body through the equation tangential velocity, v = r* W, where r is the distance from the axis of rotation. This relation can be used to compute the steady state (constant speed - no acceleration) speed of a vehicle if the radius and angular velocity of a wheel is known, or the linear speed of a rope as it is wound up by a winch.




2.3: POWER


Motive Power , as defined in © 1998 Merriam-Webster, Incorporated

Main Entry: 1pow·er
Pronunciation: 'pau(-&)r
Function: noun
Usage: often attributive
Etymology: Middle English, from Old French poeir, from poeir to be able, from (assumed) Vulgar Latin potEre, alteration of Latin posse
Date: 13th century
1 a : (1) : ability to act or produce an effect
6 a : a source or means of supplying energy; especially : ELECTRICITY
6 b : MOTIVE POWER c : the time rate at which work is done or energy emitted or transferred



Power in Rotational Motion , as described in University Physics, 8th ed., 1992 by Hugh D. Young):

When you pedal a bicycle, you apply forces to a rotating body and do work on it. Similar things happen in real-life situations, such as a rotating motor shaft driving a power tool or a car engine propelling the vehicle. We can express this work in terms of torque and an angular displacement...
What about the power associated with work done by a torque acting on a rotating body?

dW/dt is the rate of doing work, or power P. When a torque T (with respect to the axis of rotation) acts on a body that rotates with angular velocity W, its power (rate of doing work) is the product of the torque and angular velocity. This is the analog of the relation P = F·v for particle motion. 


Power in rotational motion can be written as:

Power Equation for rotational motion: P=TW

UNITS of POWER
SIEnglish
Watts {W}
newton-meters per second {N·m/s}

1 W = 1 N·m/s
1 W = 0.738 ft·lb/s
1 W = 1.341E-03 hp
foot-pounds per second {ft·lb/s}
horsepower {hp}

1 ft·lb/s = 1.818E-03 hp
1 ft·lb/s = 1.356 W

2. Motor Characteristics

Section 3.1: TORQUE/SPEED CURVES

In order to effectively design with D.C. motors, it is necessary to understand their characteristic curves. For every motor, there is a specific Torque/Speed curve and Power curve.

[Characteristic Torque/Speed Curve for a D.C. Motor]


The graph above shows a torque/speed curve of a typical D.C. motor. Note that torque is inversely proportioal to the speed of the output shaft. In other words, there is a tradeoff between how much torque a motor delivers, and how fast the output shaft spins. Motor characteristics are frequently given as two points on this graph:

  • The stall torque,[Ts], represents the point on the graph at which the torque is a maximum, but the shaft is not rotating.
  • The no load speed,[Wn], is the maximum output speed of the motor (when no torque is applied to the output shaft).
The curve is then approximated by connecting these two points with a line, whose equation can be written in terms of torque or angular velocity as equations 3) and 4):

[3) T=Ts-W*Ts/Wn; 4) W=(Ts-T)*Wn/Ts]

The linear model of a D.C. motor torque/speed curve is a very good approximation. The torque/speed curves shown below are actual curves for the green maxon motor (pictured at right) used by students in 2.007. One is a plot of empirical data, and the other was plotted mechanically using a device developed at MIT. Note that the characteristic torque/speed curve for this motor is quite linear.

This is generally true as long as the curve represents the direct output of the motor, or a simple gear reduced output. If the specifications are given as two points, it is safe to assume a linear curve.
[green maxon motor used in 2.007]
[empirical torque/speed curve] [mechanically drawn torque/speed curve]


Recall that earlier we defined power as the product of torque and angular velocity. This corresponds to the area of a rectangle under the torque/speed curve with one cornerat the origin and another corner at a point on the curve (see figures below). Due to the linear inverse relationship between torque and speed, the maximum power occurs at the point where W = ½Wn, and T = ½ Ts.

[power represented as area under torque/speed curve] [power represented as area under torque/speed curve] [power represented as area under torque/speed curve]





Section 3.2: POWER/TORQUE and POWER/SPEED CURVES




By substituting equations 3. and 4. (torque and speed, section 2.1) into equation 2. (power, section 1.3), we see that the power curves for a D.C. motor with respect to both speed and torque are quadratics, as shown in equations 5. and 6.

[5) P(W)=-(Ts/Wn)*W^2+Ts*W]; 6) P(T)=-(Wn.Ts)*T^2+Wn*T]

From these equations, we again find that maximum output power occurs at [T] = ½Ts, and [W] = ½Wn repectively.

[D.C. motor power vs. torque curve]


Source
Read More >>

Jumat, 02 Maret 2018

Manfaat Kacang Hijau Bagi Anak-Anak

Hasil gambar untuk manfaat kacang hijau


Dunia Informasi - Kebanyakan orang selalu berusaha untuk mengkonsumsi makanan yang sehat. Dan pada unmumnya, termasuk menambahkan lebih banyak sayuran ke dalam makanan sehari-harinya. Namun hanya beberapa orang saja yang mengetahui manfaat kacang hijau. Hal ini pun terjadi pada kami, kami mengetahuinya setelah melakukan beberapa penelitian dan benar-benar kagum dan super terkejut mengetahui banyak manfaat kacang hijau ini dan apa yang mampu kacang hijau ini lakukan untuk kita. Dan seperti biasa kami akan mengulas manfaat ini bersama Anda.

Ibuku sering sekali membuat bubur kacang hijau dan di campur dengan makanan kesukaan saya ketika saya masih kecil. Trik ini pun benar-benar bekerja, dan saya memakan bubur tesebut sampai habis, dia juga melakukan sedikit trik kacang hijau yang di buat sup daging dan ditambah beberapa saturan lainnya. Semua itu adalah beberapa cara yang baik untuk membuat anak-anak menyukai kacang hijau, karena kacang hijau ini sangat bermanfaat bagi tubuh kita.

Sebagai seorang anak, terkadang makan sayuran bukanlah prioritas utama karena mereka tidak atau belum mengerti akan manfaat kacang hijau dan pentingnya kesehatan dalam tubuh. Dan itu pun bisa dibilang bukan salah mereka jika mereka tidak mau memakannya. Maka dari itu Anda harus membuat strategi atau trik dimana Anda harus bisa membuat anak Anda menyukai berbagai makanan sehat seperti sayuran dan buah-buahan. Ini tidak terpaku pada kacang hijau saja. Anda sebagai orang tua harus kreatif, dalam mengkombinasikan suatu masakan, seperti contoh diatas. Anda bisa mencari tahu makanan kesukaan Anak Anda dengan memvariasikannya dengan makanan-makanan dengan nutrisi tinggi.

Mengapa kacang hijau begitu bermanfaat?

Apakah Anda tahu bahwa satu mangkuk kacang hijau segar mampu menyediakan 25% dari vitamin K yang Anda perlukan untuk menjaga agar tulang tetap kuat? Vitamin K1 berfungsi sebagai pengaktif protein non-kolagen utama didalam tulang. Protein non-kolagen ini merupakan jangkar molekul kalsium didalam tulang. Maka dari itu, tanpa asupan vitamin K1 yang cukup, tingkat protein non-kolagen tidak akan memadai, dan dapat menggangu tulang. Jadi, jika Anda ingin menghindari penyakit Alzheimer dan Osteoporosis, kacang hijau merupakan makanan yang sangat besar manfaatnya dalam pencegahan. Vitamin ini juga penting untuk peredaran darah dalam jantung Anda, kacang hijau benar-benar mampu membantu Anda mencegah plak di dinding arteri Anda.

Ditambah lagi kacang hijau kalori hanya 43,75 kalori dalam satu cangkir, sarat nutrisi yang cukup untuk tubuh Anda. Kacang hijau merupakan sumber vitamin dari vit C, vit K dan nutrisi-nutrisi lainnya, seperti vitamin A, serat yang dibutuhkan, zat besi, dan kalium. Dan, masih banyak nutrisi yang terkandung di dalamnya. Jadi dengan mengkonsumsinya, Anda mampu membantu diri sendiri dan keluarga Anda untuk mangambil manfaat kacang hijau sebagai gaya hidup sehat sehat!

Berikut ini ada sedikit cara membuat kacang hijau menjadi sangat disukai oleh anak-anak, yang mungkin Anda akan bisa mencobanya. Masak kacang hijau dengan menumisnya dalam wajan dengan minyak zaitun dan beberapa siung bawang merah dan tambahkan sedikit garam. Jangan memasak kacang dalam air, karena bahan seperti air akan menyedot banyak nutrisi dari kacang hijau. Tips lainnya adalah belilah kacang hijau pada pasar buah dan sayuran karena kacang akan jauh lebih segar dan biayanya pun akan jauh lebih sedikit daripada di swalayan. Semoga ulasan tentang manfaat kacang hijau bagi anak-anak diatas bisa membantu Anda dalam meningkatkan gizi anak Anda.

sumber 
Read More >>

Manfaat Sarang Semut Papua

Hasil gambar untuk sarang semut papua

Dunia Informasi - Sarang semut adalah jenis tumbuhan epifit dari genus myrmecodia. Tanaman ini tumbuh menempel pada batang dan dahan tanaman yang banyak ditemukan wilayah Papua. Tanaman ini bentuknya bersekat-sekat dan semut atau serangga lainnya memanfaatkannya sebagai tempat hidup. Dan, dunia kesehatan belakangan ini sangat berterima kasih kepada sarang semut karena diketahui tanaman ini memiliki khasiat yang luar biasa untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan, bahkan hingga penyakit-penyakit yang tergolong serius atau berat.

Penyakit-penyakit yang dapat diatasi atau dicegah kehadirannya dengan mengambil manfaat sarang yang sedemikian dahsyat, antara lain sebagai berikut.

1. Jantung koroner
Kemampuan sarang semut untuk mencegah dan membantu dalam pengobatan penyakit jantung koroner diyakini berkaitan dengan kandungan multimineral, terutama kalium dan kalsium yang terdapat pada sarang semut.

2. Tekanan darah tinggi
Sarang semut mengandung flavonoid dan senyawa tokoferol. Kedua kandungan ini memiliki khasiat untuk mengencerkan darah dan mencegah atau mengatasi penggumpalan darah. Ketika penggumpalan darah bisa dicegah atau diatasi, hipertensi atau tekanan darah tinggi pun bisa dicegah dan diatasi.

3. Kanker dan tumor
Selain mengencerkan darah, kandungan flavonoid pada sarang semut diyakini juga berkaitan sangat erat dengan kemampuan tanaman ini untuk mengatasi kanker dan tumor. Mekanisme kerja dari flavonoid yang terdapat pada sarang semut dalam melawan kanker dan tumor, antara lain adalah pembalikan resistensi multiobat, induksi apoptosis dan diferensiasi, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, inaktivasi karsinogen, inhibisi angiogenesis, dan bisa juga kombinasi dari berbagai mekanisme tersebut.
Sarang semut dapat mengatasi jenis-jenis kanker dan tumor, antara lain kanker hidung, kanker otak, kanker payudara, kanker paru-paru, kanker lever, kanker usus, kanker kulit, kanker rahim, kanker darah (leukemia), dan kanker prostat.

4. Wasir (ambeien)
Manfaat sarangsemut untuk mengatasi wasir berasal dari kandungan tannin dan flavonoid. Penelitian pun membuktikan bahwa secara klinis tannin dan flavonoid memang mampu mengobati wasir atau ambeien.

5. Rematik
Dahulu, rematik dikenal sebagai penyakitnya orang yang sudah berusia senja. Namun, sekarang banyak orang yang masih muda, bahkan remaja yang terserang penyakit ini. Penyakit yang menyerang persendian ini jika sudah parah, rasa sakitnya sedemikian hebat. Sarang semut pun dapat digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan yang satu ini. Khasiat ini berasal dari kandungan flavonoid, antioksidan, tokoferol, dan multimineral pada tanaman sarang semut.



Read More >>

Pengetahuan Tekanan Angin Ban Mobil


Dunia Informasi - Tekanan angin ban mobil yang baik sangat mempengaruhi performa mobil baik dalam hal performa/ akselerasi mobil, kenyamanan berkendara maupun safety mobil. Secara sederhana tekanan ban mobil yang baik adalah tekanan yang sesuai dengan standar pabrikan, standar ini biasanya tertera pada dashboard mobil atau pintu bagian dalam mobil atau buku panduan mobil atau tertulis pada ban itu sendiri, satuan untuk tekanan ban mobil adalah Psi yang mana banyak mobil di
indonesia memiliki tekanan angin antara 28 sampai 34 Psi.

Cek Ban Tiap 2 Minggu


Tekanan udara dalam ban mobil tidak selalu stabil artinya selalu berkurang setiap waktu, Pecinta otomotif sering mengandalkan perasaan atau untuk menentukan ban mobil kurang tekanan angin (gembos), pemeriksaan tekanan ban yang baik adalah dengan menggunakan alat ukur tekanan ban sehingga pecinta otomotif juga mengetahui dengan akurat berapa tekanan ban mobil sekarang. Memeriksa tekanan ban mobil secara periodik/ rutin sangat disarankan oleh pabrikan ban, paling tidak tiap 2 minggu sekali tekanan angin dalam ban harus dikontrol, hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat dalam perjalanan.

Dalam memeriksa ban hendaknya pecinta otomotif memeriksa keseluruhan ban baik yang terpasang maupun ban serep /cadangan, berikan takanan yang sama pada semua ban (pengecualian jika standart ban depan & belakang memang berbeda), tiap-tiap ban angin juga selalu berkurang dengan prosentase yang mungkin tidak sama tiap periodenya.

Tekanan Ban Mobil Bertambah



Hal ini perlu diketahui oleh para pecinta otomotif. Jika mobil dikemudikan untuk perjalanan yang cukup jauh bisa menyebabkan meningkatnya tekanan dalam ban, terlebih jika perjalanan dilakukan pada siang hari yang mana ban mobil akan bergesekan dengan aspal dan menimbulkan panas + panas dari aspal itu sendiri, pada kondisi ini tekanan ban mobil akan meningkat (udara memuai). Hal ini yang menyebabkan mengapa tekanan ban mobil tidak boleh dipompa lebih dari Max Pressure (tekanan maksimal ban) karena jika pada suhu dingin mobil diberikan tekanan udara maksimum misalnya 40 psi maka saat digunakan dalam perjalanan tekanan ban akan bertambah dan meletus.

Isi Angin Saat Dingin

Mengisi angin ban mobil idealnya dilakukan saat ban dalam keadaan dingin agar memperoleh tekanan yang akurat, jika pecinta otomotif habis melakukan perjalanan jauh setidaknya tunggu 2 atau 3 jam sebelum mengisi angin agar semua ban dalam keadaan dingin. Jangan lupakan penutup lubang udara pada ban saat selesai memompa ban mobil, karena udara dalam ban juga bisa keluar melalui tutup ban ini (yang bentuknya kecil di mulut pompa ban).



Spooring dan Balancing
Spooring dan Balancing sangat diperlukan untuk menjaga kestabilan ban atau tekanan udara dalam ban, kaki-kaki mobil yang tidak seimbang atau tidak lurus alias seperti ular saat dijalankan akan menyebabkan ban mobil bekerja dengan ekstra, hal ini akan memudahkan ban cepat aus dan udara dalam ban juga tidak stabil. Selain berpengaruh pada ban/ tekanan, spooring dan balancing juga berpengaruh pada ketahanan kaki-kaki mobil (shock) dan berpengaruh pada kenyamanan berkendara.

Perhatikan Beban Ban

Pecinta otomotif juga harus memperhatikan beban maksimum yang dapat dibawa oleh ban, pehitungkan bobot mobil ditambah penumpang + barang, jangan sampai total beban melebihi kapasitas maksimum daya angkut ban. Misalnya mobil memiliki bobot 1500 Kg dan beban maksimum ban adalah 550 kg untuk 1 ban, maka jika 4 ban dapat memuat 2200 kg, artinya jangan memasukkan beban lebih dari 700 Kg pada mobil. Perhatikan pula penempatan barang, jangan tempatkan barang pada salah satu sisi mobil yang disangga 1 ban saja buat ke 4 ban mendapatkan beban yang merata untuk menghindari meletusnya ban akibat beban besar.

Penggunaan Nitrogen


Pemakaian nitrogen untuk mengisi ban mobil sangat disarankan untuk performa maksimal ban, nitrogen memiliki bobot yang lebih ringan dari udara (angin biasa) dan lebih sulit keluar dari ban. Pengisian menggunakan nitrogen akan memberikan kualitas tekanan yang jauh lebih bagus dan stabil, mengingat jika pecinta otomotif memompa pada tukang tambal ban di pinggir jalan kemungkinan angin adalah bercampur air sedangkan nitrogen murni gas.

Cara penggantian udara dengan nitrogen adalah:
  • Kuras udara dalam ban mobil, semakin habis semakin baik
  • Isi ban dengan nitrogen nitrogen sampai 80 % dari tekanan standart, misal tekanan standart 30 Psi maka isi dengan 24 Psi nitrogen saja
  • Kempeskan ban (kuras kembali), keluarkan nitrogen tadi
  • Isi kembali ban dengan nitrogen dengan tekannan standart

Prinsip Tekanan Ban
  • Tekanan angin pada kisaran 28-32 psi banyak digunakan pada mobil sedan, sedangkan 30-34 psi banyak digunakan pada mobil MPV kecil seperti kijang atau avanza dan xenia yang memang diperuntukkan mengangkut beban lebih berat. Semakin berat mobil dan difungsikan untuk membawa beban berat maka tekanan pada ban juga lebih besar (sesuaikan dengan standar pabrikan)
  • Tekanan terlalu rendah mengakibatkan rendahnya performa mobil, dalam hal ini tarikan menjadi berkurang dan kecepatan mobil juga berkurang, tekanan angin yang rendah juga menyebabkan dinding ban mudah Aus atau habis
     
  • Tekanan yang terlalu besar dapat menyebabkan tapak ban tidak merata mencengkeram jalan akibatnya terasa licin, tekanan pada ban yang terlalu tinggi juga menyebabkan kenyamanan berkendara berkurang karena bantingan mobil akan terasa keras. Kecenderungan ban yang dipompa dengan tekanan tinggi juga akan mudah habis pada bagian tengah tapak ban, yang mana meskipun pada bagian tapak samping masih tebal akan tetapi pada tengah sudah tipis maka ban harus diganti yang artinya Rp lagi. Idealnya ban habis secara merata. 

sumber
Read More >>