Senin, 02 Maret 2015

Pajak 10% Bagi Pengguna Tol berlaku mulai April 2015



ag03s.blogspot.com - Mulai April 2015, para operator jalan bebas hambatan (tol) wajib memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bagi pengguna jasa jalan tol. Artinya bagi pengguna tol akan dikenakan pajak 10% saat membayar di pintu tol.

"Sudah saya teken (peraturan) tadi. Mulai berlaku 1 April kalau nggak salah," kata Dirjen Pajak Sigit Priadi saat ditemui di Komplek Istana, Jakarta, Senin (2/3/2015)

Sigit mengatakan pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan para operator tol seperti PT Jasa Marga terkait rencana pengenaan PPN 10% bagi pengguna jasa tol. Tugas operator tol hanya memungut PPN kepada konsumen.

Adanya PPN 10% maka secara langsung akan membuat tarif tol naik. Kenaikan ini di luar dari kenaikan tarif tol yang berlangsung secara reguler 2 tahun sekali. Namun ada rencana pengenaan PPN berbarengan dengan kenaikan tarif tol reguler.

"Akan naik, tarifnya akan naik bersamaan dengan perubahan tarif dari Jasa Marga. Kan mereka mau naikkan. Nah bersamaan dengan itu," katanya.

Seperti diketahui jalan tol merupakan salah satu objek jasa yang bisa dikenakan PPN, sesuai dengan Undang-undang (UU) PPN. Rencana ini pernah muncul pada era Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Darmin Nasution pada periode 2006-2009.

Sementara itu, mengenai kenaikan tarif tol reguler, kenaikan tarif tol yang berlaku setiap dua tahun sekali telah diatur dalam UU No 38 tahun 2004 tentang Jalan, serta Peraturan Pemerintah No 15 tahun 2005 tentang jalan tol yang kemudian diubah dengan PP No 43 tahun 2013.

Regulasi tersebut menyebutkan evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilakukan setiap dua tahun berdasarkan tarif lama yang disesuaikan dengan pengaruh inflasi. Besaran tarif diatur oleh Peraturan Menteri Pekerjaan Umum.

Berdasarkan jadwal, di awal 2015 akan ada kenaikan tarif reguler dua tahun sekali untuk Tol Semarang-Solo seksi II di April. Kemudian pada Mei 2015 yaitu Makassar seksi I dan Bogor Ring Road. Lainnya akan naik di bulan Oktober, November hingga Desember 2015 yang kurang lebih ada 22 ruas tol yang naik tarifnya.

Sumber detik
Read More >>

Eutanasia GM Indonesia: Sebuah Proses Pematian Menyakitkan



ag03s.blogspot.com - Sembuh tak kunjung datang, sementara rasa sakit terus menjalar. Ada semangat ingin bangkit, tapi tak mengerti obat apa yang harus diminum. Puluhan juta dolar sudah dihabiskan untuk berganti tabib.

Alih-alih bisa menemukan ramuan hebat, namun yang menimpa justru sebaliknya: Peluang hidup semakin tipis. Akhirnya eutanasia dianggap sebagai satu-satu jalan terbaik. Entah benar atau tidak. Tapi setidaknya, itulah cara yang dinilai akan mengurangi siksaan sakit tanpa menyakitkan. Sekalipun harus menghabisi nyawa.

Empat bulan lagi General Motors (GM) akan melakukan eutanasia terhadap satu-satunya pabrik perakitan Chevrolet di Indonesia yang ada di Pondok Ungu, Bekasi. Rencana ini telah diumumkan secara resmi oleh GM Indonesia pada Kamis (26/2) kemarin.

Padahal usia pabrik itu baru genap dua tahun ketika GM Indonesia menghentikan aktivitas produksinya 30 Juni mendatang. Sebelumnya, selama hampir delapan tahun, pabrik ini terbengkalai. Dia tertidur setelah Opel/Chavrolet Blazer yang diproduksi sejak 1995 tak mampu bertahan dari serangan zaman. Blazer pun harus keluar dari kompetisi pada 2005.

Kondisi yang menimpa GM Indonesia ini tentu saja membuat publik, khususnya konsumen Chevrolet serta pemilik dan karyawan dealer Chevrolet di seluruh Indonesia, panik.

Terlebih pabrik yang dibangkitkan dari tidur dengan investasi US$ 150 juta itu digunakan sebagai dapur produksi Chevrolet Spin, produk yang dipilih oleh konsumen yang ingin keluar dari model buatan merek mainstream.

Bagi saya keputusan GM Indonesia menghentikan operasional pabrik di Pondok Ungu bukanlah berita mengejutkan. Sejak pertengahan tahun lalu saya sudah mendengar kabar tentang arah keputusan ini. Malah pada Agustus tahun lalu, usai hari raya Idul Fitri, operasional pabrik GM Indonesia sudah benar-benar dihentikan.

Apalagi saya juga mendapat informasi bahwa sepanjang 2013 GM Indonesia sudah mengalami kerugian sekitar US$ 60 juta dari aktivitas operasionalnya. Malah sepanjang 2014 proses pengurangan karyawan pabrik selalu terjadi hampir saban bulan.

Seorang teman saya, dia pelaku bisnis otomotif, beranggapan bahwa kerugian besar yang dialami GM Indonesia sulit diterima akal pengusaha. Tapi dirinya memaklumi manakala mengetahui GM Indonesia telah terjerumus dalam inefisiensi usaha.

Sebuah kabar yang saya terima, kerugian GM Indonesia merupakan bagian dari penetapan biaya tinggi pada standar pendapatan dan fasilitas bagi para pimpinan perusahaannya yang dijabat orang-orang asing.

Konon biaya sewa rumah untuk managing director yang kala itu dipegang Marcos A. Purty saja bisa mencapai US$ 4.500 per bulan. Ini belum termasuk beban untuk membayar serentetan biaya tunjanggan dan fasilitas lain. Padahal di saat itu, Spin yang menjadi tulang punggung penjualan GM Indonesia sedang berjalan di tempat. Di sisi lain, keterpurukan GM Indonesia terkesan akibat salah mengasuh produk potensial Spin.

Kisah GM Indonesia ini terasa seperti orang sakit demam berdarah kronis yang berharap kesembuhan. Apapun akan dilakukan demi kesehatan. Dia tak lagi menimbang akal sehat. Tabib dari negeri yang tak mengenal demam berdarah pun berani didatangkan sekalipun harus dibayar mahal. Padahal, bagi tabib lokal penyakit negeri tropis itu merupakan perkara biasa.

Ceroboh Sejak Awal
Seorang teman saya yang lama menjalani bidang marketing mengingatkan tentang sebuah pepetah berbunyi, “Don’t change the winning team.” Pepatan ini, setidaknya dalam pandangan saya, sesuai untuk menggambarkan fase bangkit dan terpuruknya GM Indonesia dalam satu dasawarsa terakhir.

Saya pun jadi mengingat kembali tentang sebuah cerita petang di pertengahan 2011. Ketika itu Martin Apfel, presiden operasional GM Asia Tenggara, ingin mengumumkan penunjukkan Marcos A. Purty sebagai pengganti managing director asal Indonesia Mukiat Sutikno. Di kesempatan yang sama Apfel juga menyampaikan rencana GM membangun ulang fasilitas produksi di Pondok Ungu sebagai basis produksi Spin di Asia Tenggara.

Kala itu, usai sesi pertanyaan terakhir saya mengangkat tangan. Dalam forum terbuka saya bertanya kepada Apfel yang duduk di atas panggung besar.

“GM ingin berinvestasi kembali di Indonesia untuk membangun sebuah produk (Spin) untuk menyaingi model (Avanza dan Xenia) yang saat ini dikuasai pemimpin pasar (Toyota dan Daihatsu). Tapi saya tidak melihat satupun orang GM Indonesia yang hadir di sini yang kami kenal memiliki pengalaman otomotif di pemasaran lokal. Orang-orang pemasaran yang kami kenal di GM Indonesia telah pergi. Bagaimana Anda bisa melawan raksasa dengan yang tersisa?” begitu kira-kira bunyi pertanyaan saya kepada Apfel saat itu.

Dengan ringan Apfel menjawab. Katanya, keluar masuk karyawan dalam sebuah perusahaan merupakan hal biasa. Dia pun berkeyakinan mampu menemukan tim marketing baru yang tepat untuk perusahaannya.

Keputusan GM menempatkan Purty sebagai pengganti posisi Mukiat saat itu dinilai beberapa pihak internal GM Indonesia sebagai langkah terlalu berani. Pasalnya, Purty yang terbilang muda tidak berlatar belakang marketing. Sebelum dipindahkan ke Indonesia sebagai direktur manufakturing Purty adalah manajer produksi area Holden Australia yang belum lama ditutup.

Nyatanya, Purty tak mampu mempertahankan posisi GM Indonesia yang naik selama dipegang Mukiat sejak 2007 hingga 2011. Pada 2010 saja Mukiat mengaku telah mendorong GM Indonesia naik ke posisi 12 dari peringkat 30 industri otomotif nasional.

Pada tahun yang sama Mukiat juga berhasil membawa perusahaannya tumbuh 72 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, hal itu bisa dilakukan dengan tim terbaik yang pernah dimiliki GM Indonesia. Ya, sebuah tim yang akhirnya hilang tertelan ombak semangat pembaruan yang datang dari GM Asia Tenggara.

Alhasil, sejak September 2013 Purty pun harus melepaskan jabatannya. Pergantian ini hanya selang sebulan setelah pembawa ombak perubahan di GM Indonesia, Apfel, terhempas daro posisinya di Thailand.

Namun secara mengejutkan posisi Purty sebagai presiden direktur digantikan Michael Dunne. Lelaki ini dikenal luas di kalangan agen pemegang merek di Indonesia sebagai periset data dari Automotive Resources Asia (ARA).

Pendeknya, Dunne bukanlah praktisi marketing di lapangan. Dia memang diakui hebat dalam urusan membaca data riset. Bahkan buku berjudul “American Wheels, Chinese Roads: The Story of General Motors in China” yang ditulisnya bisa menjelaskan siapa Dunne.

Namun faktanya, keahlian membaca riset yang ditawarkan Dunne kepada GM Indonesia tak seindah kenyataan. Dunne pun harus terdepak dari posisinya seiring pengumuman penghentian operasional pabrik Pondok Ungu.

Kini pihak-pihak yang berada di GM Indonesia masih diam seribu bahasa. Hanya kalimat-kalimat pada siaran berita yang mereka ulang kali setiap ditanya media.

Belum jelas bagaimana nasib Spin di masa mendatang. Belum jelas pula akan seperti apa tanggung jawab GM terhadap mitra-mitra bisnisnya, terutama pemilik delaer yang telah menanamkan investasi puluhan hingga ratusan miliar rupiah demi meraih untung dari Spin?

Tapi yang sudah pasti adalah nasib 500 karyawan yang diberhentikan GM Indonesia. Kini mereka harus berpikir keras mencari pekerjaan baru demi menjaga kelangsungan hidup keluarganya. Sebuah ongkos mahal dari ego perusahaan yang percaya bahwa profesional asing bisa lebih memahami kondisi pasar lokal Indonesia.

Penulis: Wisnu Guntoro Adi, Editor-in-Chief www.dapurpacu.com
Read More >>

Sabtu, 28 Februari 2015

Penjelasan Menperin Soal Tutupnya General Motor Indonesia


ag03s.blogspot.com -  Pengumuman tutupnya pabrik GM Indonesia di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, mulai akhir Juni 2015 cukup mengejutkan. Terlebih lagi, ratusan pekerja pabrik dipastikan terkena PHK akibat penutupan ini sehingga merugikan perekonomian Indonesia.

Menanggapi hal ini, Menteri Perindustrian Saleh Husin coba menjelaskan duduk permasalahannya. Melalui pesan singkat yang diterima KompasOtomotif , Jumat (27/2/2015) petang, Saleh membeberkan 11 poin penjelasan mengenai penutupan pabrik GM di Bekasi.

Berikut ini pemaparannya:

1. Pada prinsipnya, pihak General Motors tidak mencabut investasi berupa pabrik di Indonesia.

2. Alasan penutupan karena pihak manajemen GM tidak mampu lagi memproduksi mobil Chevrolet Spin karena biaya produksi sangat tinggi.

3. Hal ini terjadi akibat dari jumlah atau skala produksi yang kecil dan tuntutan spesifikasi produk dari GM yang tinggi. Dengan kata lain, produk Spin tidak fleksibel melakukan penyesuaian spesifikasi produk di tengah beratnya persaingan di pasar domestik Indonesia.

4. Alhasil, produk GM tidak dapat bersaing dengan rival di kelasnya di pasar dalam negeri sehingga produksi tidak mungkin dilanjutkan.

5. Terkait prospek bisnis otomotif, sekali lagi perlu diluruskan bahwa keputusan penutupan pabrik bukan karena Indonesia tidak lagi menarik, melainkan lebih disebabkan oleh kecilnya skala produksi Spin. Produk tersebut dinilai kurang fleksibel dalam melakukan
penyesuaian spesifikasi dan beratnya persaingan di pasar dalam negeri.

6. Keputusan GM terkait penutupan pabrik tidak hanya berlaku di Indonesia. Mereka juga melakukan hal yang sama dengan menutup unit produksi di Australia.

7. Catatan penting lain, pihak GM tetap optimistis dengan pasar Indonesia, berkomitmen untuk tetap berinvestasi, dan menegaskan akan terus melanjutkan produksi mobil di Indonesia. Salah satu latar belakangnya adalah prospek dari kelas menengah ASEAN yang memiliki potensi pasar sekitar 3,22 juta unit.

8. Optimisme dan komitmen itu diwujudkan melalui kerja sama antara GM, SAIC Motor Corp Ltd, dan Wuling Motors berupa perusahaan patungan SAIC-GM-Wuling (SGMW). Produk mobil yang akan dikembangkan adalah merek Wuling.

9. Targetnya, perusahaan hasil kerja sama itu akan memproduksi 150.000 mobil per tahun dengan rencana investasi sekitar 700 juta dollar AS.

10. Realisasi produksi tersebut akan dimulai setelah mereka melakukan kajian terhadap tipe produk mobil yang paling sesuai.

11. Persiapan-persiapan sudah dilakukan. Melalui perusahaan patungan SGMW, kemungkinan, produksi mobil mereka akan masuk ke segmen LCGC.

Sumber : http://m.kompas.com/otomotif/read/2015/02/27/191000415/Penjelasan.Menperin.soal.Tutupnya
Read More >>

IMES : Indonesia Messenger siap tandingi WA dan BBM




ag03s.blogspot.com - Aplikasi pengirim pesan instan bikinan lokal Indonesia Messenger (Imes) siap menyaingi aplikasi sejenis seperti Blackberry Messenger dan Whatsapp Messenger untuk berebut kue jumlah pengguna internet di Indonesia.

"Kami cukup optimistis produk kami ini dapat berbicara di kancah persaingan media sosial di Indonesia. Karena selain mengusung konsep nasionalisme, Imes juga memiliki banyak keunggulan yang konsumen tidak dapatkan dari platform sejenis," kata Managing Director PT Gobsindo Utama, Sonny J Tendean dalam acara peluncuran Imes di Jakarta, Sabtu (28/2).

Dia mencontohkan sejumlah keunggulan Imes dibanding messenger lain di antaranya kemampuan untuk mentransfer file hingga 250 megabita ke sesama penggunanya dan anggota grup yang mencapai dua ribu anggota dan memiliki kemampuan mengkombinasikan chatting, microblogging serta media jejaring sosial.

Sonny mengatakan Imes sudah dapat diunduh di Google Play Store secara cuma-cuma. Kendati demikian, dikatakannya aplikasi tersebut belum bisa diunduh dari platfotm selain Android dengan alasan efektivitas bisnis.

"Tentunya nanti ada beberapa fitur-fitur premium yang dapat pengguna tambahkan pada Imes dengan harga terjangkau. Sementara untuk platform baru Android saja dan nantinya bisa ke yang lain seperti Windows dan iOS," katanya.

Sonny juga berharap hasil karyanya dapat digunakan secara luas dan menjadi kebanggan bagi seluruh masyarakat Indonesia. "Jelas ini merupakan salah satu produk Indonesia dan diharapkan menjadi satu kebanggaan bagi bangsa kita. Untuk mewujudkan hal tersebut kita membutuhkan dukungan dari masyarakat Indonesia untuk menggunakan produk ini, dimulai dari diri kita sendiri, masyarakat luas dan pada akhirnya produk ini bisa bersaing di tingkat dunia," kata dia.

Indonesia, kata dia, merupakan salah satu negara dengan jumlah pengguna media sosial terbesar di dunia. "Hal ini menjadikan sebuah tantangan sekaligus peluang tersendiri bagi Indonesia untuk membuat produk media sosial sendiri," kata dia

Sumber : http://m.republika.co.id/berita/trendtek/aplikasi/15/02/28/nkh7jd-emindonesia-messenger-emsiap-saingi-whatsappbbm
Read More >>

Harga Premium Naik Jadi Rp 6.800/Liter Mulai 1 Maret 15 Pukul 00.00 wib



ag03s.blogspot.com - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral kembali menaikkan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dari saat ini Rp 6.700 menjadi Rp 6.800 per liter. Kenaikan harga tersebut berlaku per 1 Maret 2015 pukul 00.00 WIB.

Namun, Kepala Pusat Komunikasi Kementerian ESDM Saleh Abdurahman mengatakan, demi menjaga kestabilan perekonomian nasional, pemerintah memutuskan harga BBM minyak solar subsidi serta minyak tanah, harganya tetap.

Sedangkan untuk Bensin Premium RON 88 di wilayah penugasan Luar Jawa-Madura-Bali yang sebelumnya Rp. 6.600/liter naik menjadi Rp. 6.800/liter.

"Berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 39 tahun 2014 Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM), yang telah diubah dengan Permen ESDM Nomor 4 Tahun 2015, dengan melihat perkembangan harga minyak yang terjadi seharusnya Harga Jual Eceran BBM secara umum perlu dinaikkan," kata Saleh, di Jakarta, Sabtu (28/1/2015).

Keputusan kenaikan harga ini diambil atas pertimbangan beberapa aspek, antara lain untuk menjaga kestabilan sosial ekonomi pengelolaan harga dan logistik (sepanjang perbedaan harga masih belum signifikan), harga minyak dunia masih mengalami fluktuasi, ketidakstabilan harga terkait pertentangan pelaku pasar minyak dalam menyikapi konflik di Libia dan masih tingginya produksi shale oil di Amerika serta kondisi masih lesunya perekonomian global.

Rata-rata harga indeks pasar minyak solar (MOPS Gasoil) sepanjang bulan Februari mengalami kenaikan pada kisaran $ 62-74 per barel, sementara MOPS Premium mengalami kenaikan pada kisaran $ 55-70 per barel.

Kenaikan MOPS sepanjang bulan Februari sebenarnya cukup signifikan. Namun, Pemerintah tidak menaikkan harga solar dan hanya menaikkan harga jual eceran bensin Premium RON 88 di wilayah penugasan Luar Jawa-Madura-Bali sebesar Rp. 200/liter untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mempertimbangkan seleisih harga sepanjang bulan Februari.

Adapun rinciannya sebagai berikut:
1. Minyak tanah : Rp. 2.500/liter (termasuk PPN),
2. Minyak solar : Rp. 6.400/liter (termasuk PPN dan PBBKB),
3. Bensin Premium RON 88 : Rp. 6.800/liter (termasuk PPN dan PBBKB).

Sumber berita: http://bisnis.liputan6.com/read/2183412/harga-
premium-naik-jadi-rp-6800liter-mulai-pukul-0000-wib
Read More >>

Jumat, 27 Februari 2015

Kelebihan DATSUN GO dibanding LCGC lain


ag03s.blogspot.com – Artikel ini akan membeberkan berbagai kelebihan mobil Datsun go ini dibanding mobli LCGC yang lain

1. Mesin 1.200 cc
Walaupun memiliki 3 buah silinderlayaknya Toyota Agya, namun kapasitas mesin datsun GO lebih besar 200 cc dibandingkan dengan Toyota Agya dan Daihatsu Ayla. Mesin dengan kode HR12DE yang digunakan pada Nissan March ini mampu menghasilkan tenaga hingga 76 Ps pada putaran 6.000 Rpm. Nah, bisa jadi mobil ini lebih irit dari Nissan march karena bobot yang lebih ringan.

2. Kursi Depan Pengemudi dan Penumpang yang menyambung
Datsun GO memiliki model kursi depan yang menyambung dengan kursi pengemudi lengkap dengan sandaran punggung sehingga ruang tengah kursi depan bisa digunakan juga untuk tempat duduk anak kecil. Namun karena kursi tengah yang menyambung ini, tuas rem tangan harus pindah ke bagian dashboard seperti mobil Panther.

3. Head Unit lengkap Docking
Datsun memberikan sebuah docking sederhana untuk handphone sehingga kita dapat menyetel lagu favorit tanpa harus menggunakan flashdisk?

4. Lega
Datsun GO memiliki ukuran kabin yang super lega untuk ukuran city car. Dengan ukuran interior yang sangat lega, tentunya kita tidak perlu khawatir membawa barang bawaan yang cukup banyak untuk diletakan di bagasi.



5. Interior terlihat Mewah
Untuk ukuran mobil dengan harga dibawah 100 juta, dashboard dan door trim Datsun GO di desain sangat cantik dan tidak terkesan mobil murahan.

6. Suspensi Lembut
Kaki-kaki mobil ini lembut sekali sehingga kita tidak perlu meragukan lagi kenyamanan mobil ini.

7. Harga dibawah 100 Juta
Datsun Indonesia berjanji akan memberikan banderol harga untuk Datsun GO dan Datsun GO+ masing-masing dibawah 100 juta.

Gimana, tertarik??
Rasanya terlalu lama menunggu Datsun GO diluncurkan ya? Tapi, tampaknya penungguan masih lama loh…


Kendati Datsun Go sudah dipamerkan dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) 2013, 19 September silam namun masyarakat belum bisa memiliki mobil tersebut. Pasalnya, sertifikat LCGC (low cost green car) dari pemerintah belum keluar. Sertifikat yang kini tengah diurus oleh agen tunggal pemegang merek (ATPM) itu diperkirakan baru tahun depan bisa terbit. Padahal, pihak Datsun sudah mulai memproduksi massal Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi & Harga Terjangkau (KBH2).

“Kemungkinan pada Bulan April atau Mei nanti Datsun Go sudah bisa dilempar ke pasaran. Tapi penjualan masih terbatas di kota kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Semarang. Untuk kota kecil seperti Solo, baru bisa melayani Datsun Go di Bulan September 2014,” kata Rommy, brach manager Nissan Solobaru, Rabu (11/12)
Read More >>