Rabu, 06 Juni 2012

Home » Selingkuh Bukan Salah Si Orang Ketiga. Benarkah?

Selingkuh Bukan Salah Si Orang Ketiga. Benarkah?



Banyak orang berpikir bahwa orang ketiga dalam pernikahan adalah salah satu penyebab keretakan rumah tangga. Namun, hal ini dengan tegas dibantah oleh konsultan pernikahan Indra Noveldy saat memberikan seminar pernikahan di Jakarta beberapa waktu lalu. "Menurut saya, orang ketiga bukanlah faktor utama penyebab perceraian. Karena dalam hal ini sebenarnya merekalah yang menjadi 'korban'," tukas Indra.


Indra mengungkapkan, sebenarnya orang ketiga bisa hadir di tengah-tengah kehidupan pernikahan karena kesalahan pasangan itu sendiri. Orang ketiga ini hadir karena salah satu pasangan memberi celah yang cukup besar kepada mereka. "Awal masuknya orang ketiga ini karena ada celah yang dibentuk pasangan suami istri sebagai akibat dari masalah dan konflik rumah tangga yang mereka hadapi, namun tak terselesaikan dengan baik," jelas Selingkuh Bukan Salah Si Orang Ketiga Banyak orang berpikir bahwa orang ketiga dalam pernikahan adalah salah satu penyebab keretakan rumah tangga. Namun, hal ini dengan tegas dibantah oleh konsultan pernikahan Indra Noveldy saat memberikan seminar pernikahan di Jakarta beberapa waktu lalu. "Menurut saya, orang ketiga bukanlah faktor utama penyebab perceraian. Karena dalam hal ini sebenarnya merekalah yang menjadi 'korban'," tukas Indra.


Indra mengungkapkan, sebenarnya orang ketiga bisa hadir di tengah-tengah kehidupan pernikahan karena kesalahan pasangan itu sendiri. Orang ketiga ini hadir karena salah satu pasangan memberi celah yang cukup besar kepada mereka. "Awal masuknya orang ketiga ini karena ada celah yang dibentuk pasangan suami istri sebagai akibat dari masalah dan konflik rumah tangga yang mereka hadapi, namun tak terselesaikan dengan baik," jelasnya. Setiap pernikahan pasti mengalami berbagai masalah dan konflik. Oleh karenanya, semua masalah harus diselesaikan dengan baik dan memuaskan bagi kedua belah pihak. Sayangnya, banyak pasangan yang menganggap masalah akan selesai dan sembuh seiring berjalannya waktu. Menanggapi hal ini Indra mengungkapkan bahwa sebenarnya anggapan "waktu akan menyembuhkan segalanya" bukan solusi yang tepat.


"Waktu tidak akan menyembuhkan masalah, jika dari dalam diri sendiri tak ada usaha dan keinginan untuk menyelesaikan masalah tersebut," bebernya.


Masalah yang menumpuk dalam rumah tangga lah yang membuat celah di antara pasangan. Celah ini bisa disebabkan oleh perilaku pasangan yang terlalu mendominasi, arogan, terlalu banyak menubtut, atau tidak komunikatif. "Hal-hal ini akan menimbulkan perasaan tidak nyaman dalam diri pasangan saat berada di dekat Anda," bebernya.


Indra menambahkan bahwa kunci pernikahan yang bahagia dan langgeng adalah adanya rasa nyaman terhadap pasangan. Ketika perasaan itu tak lagi didapatkan dari pasangan, maka mereka akan mencari sosok lain yang bisa membuat diri dan perasaan mereka menjadi lebih nyaman dan bahagia.


"Saat seseorang tidak lagi nyaman dengan pasangan, mereka akan mencari orang lain yang bisa memberikan mereka kenyamanan diri. Ini terjadi karena pada dasarnya semua orang punya sifat ingin disayangi dan dimengerti. Dan ketika menemukan orang yang bisa membuat mereka nyaman selain pasangannya, maka inilah awal mula terjadi perselingkuhan," ungkapnya.


Untuk menghindari terjadinya hal ini, jangan buru-buru menyalahkan pasangan karena mereka selingkuh. Coba perbaiki dan intropeksi diri masing-masing, apakah sudah bisa membuat pasangan merasa nyaman hidup bersama Anda. Selain itu, perbaiki hubungan dan perkuat fondasi rumah tangga Anda agar semua masalah yang terjadi bisa diselesaikan dengan baik. ap pernikahan pasti mengalami berbagai masalah dan konflik. Oleh karenanya, semua masalah harus diselesaikan dengan baik dan memuaskan bagi kedua belah pihak. Sayangnya, banyak pasangan yang menganggap masalah akan selesai dan sembuh seiring berjalannya waktu. Menanggapi hal ini Indra mengungkapkan bahwa sebenarnya anggapan "waktu akan menyembuhkan segalanya" bukan solusi yang tepat.


"Waktu tidak akan menyembuhkan masalah, jika dari dalam diri sendiri tak ada usaha dan keinginan untuk menyelesaikan masalah tersebut," bebernya.


Masalah yang menumpuk dalam rumah tangga lah yang membuat celah di antara pasangan. Celah ini bisa disebabkan oleh perilaku pasangan yang terlalu mendominasi, arogan, terlalu banyak menubtut, atau tidak komunikatif. "Hal-hal ini akan menimbulkan perasaan tidak nyaman dalam diri pasangan saat berada di dekat Anda," bebernya.


Indra menambahkan bahwa kunci pernikahan yang bahagia dan langgeng adalah adanya rasa nyaman terhadap pasangan. Ketika perasaan itu tak lagi didapatkan dari pasangan, maka mereka akan mencari sosok lain yang bisa membuat diri dan perasaan mereka menjadi lebih nyaman dan bahagia.


"Saat seseorang tidak lagi nyaman dengan pasangan, mereka akan mencari orang lain yang bisa memberikan mereka kenyamanan diri. Ini terjadi karena pada dasarnya semua orang punya sifat ingin disayangi dan dimengerti. Dan ketika menemukan orang yang bisa membuat mereka nyaman selain pasangannya, maka inilah awal mula terjadi perselingkuhan," ungkapnya.


Untuk menghindari terjadinya hal ini, jangan buru-buru menyalahkan pasangan karena mereka selingkuh. Coba perbaiki dan intropeksi diri masing-masing, apakah sudah bisa membuat pasangan merasa nyaman hidup bersama Anda. Selain itu, perbaiki hubungan dan perkuat fondasi rumah tangga Anda agar semua masalah yang terjadi bisa diselesaikan dengan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar