Sabtu, 20 Juli 2013

Home » » Sulitnya cara sekejap buat asap lenyap

Sulitnya cara sekejap buat asap lenyap



Berbagai cara dilakukan pemerintah Singapura dan Malaysia untuk meminimalisasi kabut asap dari Indonesia mampir ke negara mereka. Mulai dari imbauan agar tidak beraktivitas ke luar rumah jika kurang penting, hingga seruan menggunakan masker tebal.

Ketiga negara, Indonesia, Malaysia, dan Singapura beberapa kali mengadakan pertemuan guna mengatasi masalah itu namun belum ada hasil maksimal. Kecaman makin seru berdatangan. Warga dan pemerintahan dua negara tetangga itu menyalahkan Indonesia soal polusi asap.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dalam jumpa pers di Gedung Pancasila Kementrian Luar Negeri usai rapat koordinasi Konferensi Tingkat Tinggi Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) (19/6) mengatakan Indonesia tidak butuh kecaman lantaran tidak membuahkan solusi. "Kami butuh empati dan solidaritas," ujarnya.

Pemerintah Singapura dan Malaysia terus mendesak Indonesia agar menjelaskan langkah apa saja sudah dilakukan demi mencegah kebakaran hutan dan lahan. Meski belum signifikan namun pemerintah negara ini terus berupaya mencegah bencana itu salah satunya dengan menyelidiki siapa pelaku pembakaran. "Siapa saja terlibat, perusahaan nasional atau asing harus bertanggung jawab," ujar Marty.

Solusi lain tengah dikembangkan yakni hujan buatan. Lagi-lagi sejauh mana ide ini berjalan tidak satu pihak pun berani menerangkan secara spesifik.

selain cara mediasi dan teknologi, warga Malaysia pernah melibatkan pihak ketiga dalam mengatasi asap yakni Tuhan. Mereka diimbau menjalankan salat mohon hujan, seperti dilansir stasiun televisi BBC (2005).

Ini pernah terjadi dekade silam saat asap menyelimuti Ibu Kota Kuala Lumpur, Malaysia. Perdana menteri masa itu Abdullah Ahmad Badawi sampai mengumumkan keadaan darurat.

Indonesia nampaknya memang perlu secara serius menangani asap-asap ini sebelum mengundang kemarahan internasional lebih banyak lagi.

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar