Sabtu, 20 Juli 2013

Home » » Pemerintah Siapkan Rp25 Miliar untuk Mudik Massal Gratis

Pemerintah Siapkan Rp25 Miliar untuk Mudik Massal Gratis

Pendaftaran mudik gratis dibuka Jumat 19 Juli hingga H-4 lebaran.


Pemudik sepeda motor padati Pelabuhan Bakauheni (anteve)

VIVAnews - Pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp25 miliar untuk mengangkut sepeda motor pada mudik Lebaran 2013.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Suroyo Alimoeso di Jakarta, Sabtu, 20 Juli 2013 mengatakan, sebanyak 30.000 sepeda motor dan 60.000 penumpangnya akan diangkut dengan menggunakan kereta api, kapal laut, dan truk.

"Motornya dinaikkan truk dan penumpangnya dinaikkan bus. Semuanya di-cover asuransi dan segala macam," kata dia.

Menurut Suroyo, pendaftaran mudik massal gratis ini sudah dilakukan sejak Jumat, 19 Juli 2013 hingga H-4 lebaran. Setiap peserta cukup membawa KTP, SIM, dan STNK asli dan juga fotokopi ke kantor Kementerian Perhubungan setempat.

"Rute mudik massal gratis ini ke daerah Cirebon, Purwokerto, Cilacap, Wonosobo, Lampung, Solo, dan lain-lain," ujar dia.

Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 3-4 Agustus 2013. Suroyo memastikan seluruh infrastruktur darat, laut, dan udara sudah siap pada arus mudik dan balik lebaran tahun ini.

Untuk mengurangi kemacetan, pemerintah akan melarang angkutan berat melintasi jalur utama pada H-4 lebaran. Sehingga kapasitas jalan bisa dipakai angkutan kecil.

"Jumlah polisi, alat berat, dan juga runway di bandara akan ditambah. Sepeda motor kami usahakan memiliki arus tersendiri," kata Suroyo. Untuk keselamatan dan keamanan pemudik, pemerintah membuka posko mudik sejak H-7 hingga H+7 lebaran. Sementara untuk posko mudik angkutan laut sudah dibuka pada H-15.

Laporkan angkutan yang semena-mena

Pemerintah juga tidak segan-segan memberikan sanksi administratif dan pembekuan izin operasi angkutan umum yang semena-mena menaikkan tarif.

Untuk kenaikan tarif, kata Suroyo, pemerintah sudah mematok batas atas sebesar 30 persen, dan batas bawah 20 persen. "Jika ada angkutan umum yang bandel, silakan laporkan ke kami dengan disertai fotokopi KTP dan tiket," imbaunya.

Sutoyo juga mengingatkan agar pemudik selalu waspada dengan perubahan cuaca selama di perjalanan. Pengemudi, kata dia, juga harus mematuhi disiplin muatan agar selamat sampai tujuan. "Empat jam sekali sebaiknya istirahat. Kecelakaan tidak akan terjadi jika tidak ada pelanggaran," ujarnya. (umi)

© VIVA.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar