Sabtu, 05 Mei 2012

Home » Teknologi Alternatif Dak Rumah Bertingkat

Teknologi Alternatif Dak Rumah Bertingkat


Teknologi Alternatif untuk Dak Rumah Bertingkat





Ternyata banyak cara membuat dak lantai pada rumah bertingkat selain menggunakan cara cor konvensional yang cenderung boros kayu untuk bekesting, menghabiskan lebih banyak besi dan kawat bendrat, memerlukan waktu lama dalam pengerjaannya yang pada ujungnya akan meningkatkan biaya pembuatan lantai dak secara keseluruhan.

Penggunaan material keraton atau keramik komposit beton terbukti lebih efisien dengan beberapa keuntungan:
1. Tidak memerlukan begesting atau papan cor.
Bisa menghemat uang untuk beli papan cor, seperti kita ketahui papan cor yang sudah kita gunakan tidak bisa lagi dimanfaatkan sehingga akan terbuang percuma. Pada pemasangan dak lantai keraton papan cor hanya diperlukan pada kolom yang di pinggir saja. Kita juga tidak memerlukan triplek lagi karena adukan otomatis tertampung pada ruang antara satu lonjoran keraton dengan yang lainnya. Sangat efisien dari segi biaya.
2. Tidak memerlukan tiang penyangga, atau memerlukan hanya sedikit penyangga pada bentangan 3-4 meter pada awal pemasangan untuk menahan lendutan awal. Berbeda dengan metode cor konvensional yang memerlukan banyak papan penyangga sehingga ruang di bawahnya akan penuh dengan kayu, akibatnya pengerjaan dinding bawah menjadi tertunda dan kayu bekas penyangga menjadi terbuang percuma.
3. Waktu pengerjaan lebih singkat.
Karena tidak perlu menganyam besi tulangan maka waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan lantai dak juga menjadi lebih singkat. Waktu yang dibutuhkan hanya 1/4 dari waktu yang dibutuhkan untuk membut lantai dak dengan metode konvensional. Kalau metode konvensional perlu 1 bulan maka lantai keraton cukup 1 minggu saja.
3. Hemat tenaga kerja
Waktu pengerjaan yang singkat membawa dampak positif berkurangnya tenaga kerja yang akhirnya menghemat biaya pengerjaan.
4. Tidak memerlukan alat bantu untuk mengangkat lonjoran keraton
Karena materialnya berongga maka lonjoran keraton lebih ringan sehingga tidak perlu alat bantu untuk mengangkatnya, cukup diangkat oleh dua orang pekerja.
5. Material Lebih ringan
Bobot mati lantai keraton berkisar antara 180-225 Kg per meter persegi karena bahannya berongga, bandingkan dengan cor biasa yang beratnya mencapai 300 Kg per meter perseginya.
Kekuatan lantai dak keraton sudah diujicoba di laboratorium dan telah mendapatkan sertifikasi yang sama dengan beton konvensional sehingga pasti aman.

Apabila anda berencana meningkat rumah bisa melirik lantai keraton ini, lebih hemat tenaga dan uang dengan hasil kekuatan lantai yang sama dengan lantai cor konvensional.

2 komentar:

  1. Perbandingan harga dengan cor convensional berapa ya?

    BalasHapus
  2. thankss ilmunya bang, sangat membantu dalam pengerjaan tugas saya

    BalasHapus