Sabtu, 05 Mei 2012

Home » Teknologi Alternatif Dak Rumah Bertingkat

Teknologi Alternatif Dak Rumah Bertingkat



Teknologi Alternatif Dak Rumah Bertingkat



Pendahuluan

Dalam upaya meningkatkan kemampuan dan keberdayaan masyarakat indonesia membangun dirinya. masyarakatnya dan negaranya melalui teknologi tepat guna serta mempercepat pembangunan perumahan maupun gedung-gedungnya yang sementara ini agak terhenti dikarenakan oleh adanya krisis moneter yang berkepanjangan, yang berakibat terhadap meningkatnya harga bahan bangunan dan lain-lain. maka diperlukan alternatif-alternatif dan terobosan-terobosan yang dapat menjadi motor penggerak kembalinya gairah membangun sektor perumahan dan gedung-gedung property baik swasta maupun pemerintah. 

Alternatif dan terobosan tersebut adalah pengembangan teknologi pengefisienan tehnik konstruksi struktur bangunan sipil yang selama ini tidak dikembangkan dan kurang diperkenalkan kepada para mahasiswa tehnik sipil, arsitek maupun polytehnik, yaitu pengembangan teknologi pelak rusuk, teknologi ini diperhitungkan dapat mengehemat biaya + 30% dibandingkan biaya konstruksi pelat beton biasa. menambah kecepatan pembangunan gedung (2x lebih cepat setiap lantai) dan mengecilkan volume bahan sebesar + 10%-15% pada struktur penunjang (kolom, balok dan pondasi) sehingga, teknologi pelat rusuk ini khususnya akan sangat potensial bila digunakan untuk membuat bangunan sampai 5 tingkat. 

Teknologi terobosan tepat guna ini seyogyannya cepat diserap oleh masyarakat yang selama ini hanya mengenal teknologi pembuatan pelat lantai secara konvensionil yang mempunyai tahapan tahapan yang memakan waktu dan boros bahan bangunan.

Abstrak

Peran pelat rusuk di dalam pembangunan bahan struktur dan konstruksi di indonesia. pelat berusuk / rusuk adalah suatu kostruksi pelat lantai yang terdiri dari rusuk-rusuk beton yang berjarak beraturan. “Rongga-rongga” (kotak-kotak) di antara rusuk dapat diisi dengan bahan yang sesuai (tanah liat bakar atau beton kurus dan lain-lain) (1.) sebagian bab pelat rusuk dari peraturan beton internasional telah diterjemahkan langsung ke dalam peraturan beton indonesia PBI-71-87 atau SNI-T-15-1991-03, tanpa seorangpun mempelajari secara khusus tehnik pelat rusuk ini dan mengembangkannya melalui pendidikan. Akibatnya tidak seorangpun menjabarkan maksud dari “disini dengan tanah liat bakar atau beton kurus” disamping itu tanah liat bakan atau beton kurus yang dimaksud di dalam peraturan beton eropa / internasional dan PBI tidak membawakan informasi bentuk atau design serta aplikasinya di indonesia. 

Sampai tahun 1985 tidak ada yang memproduksi, memasyarakatkan ataupun memperkenalkan produk penisi dari tanah liat bakar tersebut sehingga para tehnisi bangunan ataupun mahasiswapun tidak pernah mendapatkan ilmu pengetahuan bahan yang digunakan dalam kontruksi pelat rusuk sebagai struktur pelat lantai bangunan bertingkat yang efisien, praktis, ekonomis dan murah yang dapat dipersembahkan oleh para ilmuwan indonesia kepada masyarakatnya. dalam konteks ini kami mencoba memperkenalkan desain pelat rusuk menggunakan bahan pengisi berbasis tanah liat bakar, dinamakan keraton (komposit keramik beton) yang terbukti mempunyai efisiensi tinggi.

Sekilas Mengenai Pelak Rusuk Indonesia

Di indonesia, tehnologi pelat rusuk sesungguhnya telah masuk secara resmi dengan design jerman yang diperkenalkan oleh UNDP/UNIDO melalui proyek no. INS/74/034. pada suatu penelitian menyeluruh dengan satu rumah contoh di puslitbangkim cipta karya PU turangga tahun 1997.

Sejak itu, tiga jenis pelat rusuk telah mulai diperkenalkan. yang pertama adalah pelat rusuk dengan penggabungan pelat baja sebagai dasar bekisting. ini banyak digunakan pada bangunan-bangunan dengan struktur baja. prinsipnya sama, yaitu pembentukan rusuk beton yang berjarak beraturan, dan membentuk pelat tipis yang ringan.

Jenis kedua adalah pelat rusuk yang menggunakan beton ringan sebagai pengisinya (lihat paragraf’pengisi pelat rusuk’) sudah banyak digunakan untuk bangunan bertingkat di kota-kota besar di indonesia. kekurangan dari jenis ini adalah sitem pengangkatannya yang masih harus menggunakan ‘krane’, sehingga untuk perkembangannya, masih mempunyai ketergantungan terhadap peralatan angkat tersebut yang masih dianggap mahal.

Jenis yang ketiga adalah yang kami kembangkan sejak 1985. sebuah design pelat rusuk menggunakan bahan pengisi yang diadaptasi dari terra cotta (tanah liat bakar) di eropa. bahan pengisi tersebut kami namakan keramik komposit beton, disingkat menjadi ‘keraton’. skema design pelat rusuk yang menggunakan pengisi keraton diberikan dalam gambar 9. jenis ini mampu meningkatkan rumah biasa berlantai dasar menjadi bertingkat dua atau membangun maisonette, ruko, rukan atau rumah susun sederhana tanpa menggunakan krane, cukup dengan tehnik manual saja.

Perbedaan ‘keraton’ dengan kedua jenis yang lain adalah efisiensi yang dapat dicapai. yaitu: 50% pada besi beton, 60% pada beton cor, 80% pada bekisting dan waktu pembangunan yang dua kali lebih cepat untuk setiap lantai. ini dimungkinkan karena penulangan hanya searah dan tunggal (one way slab) pengecoran tanpa bekisting, dan pekerjaan di bawah lantai dapat langsung dikerjakan. di samping itu, rongga pada bata blong dapat berfungsi sebagai isolator panas dan bunyi, hal ini merupakan efisiensi yang tentunya tidak pernah terpikirkan sebelumnya sehingga sementara ini pembangunan perumahan, gedung dan lain-lain menunggu tercapainya anggaran yang tersedia padahal dengan tehnik efisien pelat rusuk ini anggaran pembangunan telah mencukupi.

Sejak tahun 1985 “keraton” telah digunakan pada + 50 rumah tingkat berlantai 2 s/d 3 sebagai contoh, di masyarakat jakarta. ujung pandang, pemalang, mega mendung, cibulan dan cilegon. dengan design yang dianggap sesuai dengan kebutuhan indonesia. sampai sekarang lebih dari 50 rumah tersebut dalam keadaan tetap kokoh.

Ketiga jenis pelat rusuk yang telah mulai diperkenalkan di indonesia ini masing-masing mempunyai segment pasar sendiri-sendiri tetapi mempunyai prinsip dasar yang sama yaitu mengeffisienkan volume bahan, waktu dan tenaga dan pada akhirnya adalah penekanan biaya konstruksi melalui pembentukan rongga-rongga, pengkurusan rusuk beton, pengurangan penggunaan berkisting, dan lain-lain. tentunya masyarakat mempunyai pilihan terhadap ketiga tehnik dan sistem tersebut di atas, mana yang sesuai dengan kebutuhan serta anggarannya.

Pengenalan pelat rusuk yang belum menyeluruh menyebabkan perkembangan ketiga sistem pelat rusuk yang telah tersedia di indonesia tersebut di atas agak lambat, karena banyak jajaran akademik masih belum mendapatkan ilmu pengetahuan bahan khusus mengenai pelat rusuk sejak di bangku kuliah, sehingga untuk memiliki keberanian mencoba ilmu yang belum mereka ketahui diperlukan waktu mencari pengalaman terlebih dahulu dengan menunggu dan melihat contoh-contoh.

Keberanian masyarakat konstruksi akan lebih terdorong bila pemerintah dapat memberikan stimulant melalui upaya-upaya pendidikan. penerangan dan dukungan melalui pemberian contoh penggunaan teknologi ini pada proyek-proyek gedung pemerintah, sekolah-sekolah, perumnas susun dan lain-lain. dengan contoh-contoh tersebut diatas maka dengan sendirinya mereka akan berani menggukana pelat rusuk ini pada proyek-proyek mereka dan karena biaya kostruksi yang rendah tersebut akan menggairahkan kembali usah real estate dan property mereka yang selama ini terhenti dan tentunya banyak lain runtunan pertumbuhan (multifier effect) yang tumbuh melalui pengembangan pelat rusuk ini.

Prinsip teknologi pelat rusuk

Metoda tehnik efisiensi dalam penciptaan konstruksi pelat rusuk adalah melalui pengurangan beban/bobot diri sebagai upaya pengoptimalisasi daya guna kekuatan beton yang digunakan (K175, K225, Ataukah K300). Pengurangan beban dan bobot diri dilakukan melalui penciptaan design rongga-rongga serta pembentukan rusuk-rusuk beton dalam bentuk unggul seperti bentuk T.I C atau U, tanpa mengurangi kekuatan strukturnya. Pembentukan rongga-rongga dilakukan dengan mencetak (pada tahap awal) bata/keramik berdesign khusus seperti di atas (berongga tetapi berkekuatan dan strandart tertentu) melalui fabrikasi cetak pada suhu tinggi. proses fabrikasi tidak boleh dilakukan tanpa pengawasan yang ketat oleh badan pengawas standarisasi bahan bangunan untuk keselamatan umum.

Adanya rongga-rongga tidak mempengaruhi kekuatan pelat lantai secara keseluruhannya, akan tetapi akan meningkatkan daya dukungnya. sehingga lebih tinggi dibandingkan pelat beton biasa. ini dimungkinkan kerena yang bekerja kemudian adalah rusuk beton berbentuk khusus (T, U, C atau I) yang dicetak ketika pengecoran tahap awal tadi tentuk saja setelah rusuk diisi, dengan adanya rongga-rongga maka beban/bobot diri pelat rusuk akan berkurang drastis dibandingkan beton masiv, sehingga kekuatannya akan lebih tinggi dari pelat beton cor biasa yang terbebani oleh bobot pelat beton masiv itu sendiri. di samping ini, dalam penghitungan kebutuhan akan besi beton menurut bobot diri, bobot mati dan beban hidup atau beban rencana, maka didapatkan efisiensi besi beton, yaitu cukup dengan 50%nya saja. ini dimungkinkan karena pembesian cukup dilakukan searah saja, sehingga tehnik ini juga disebut sebagai pelat satu arah atau onway slab.

Keuntungan lain dari sistem palat rusuk adalah penghematan volume pengecoran beton (hanya 40% dari pelat beton biasa), karena yang dicor hanya rusuk-rusuknya saja. disamping itu, bobot diri yang rendah memungkinkan struktur penunjang seperti kolom dan pondasi di bawahnya untuk diperkecil sehingga secara keseluruhan efisiensi yang dilakukan menjadi cukup besar. oleh karenanya, sistem pelat rusuk ini perlu untuk dperhitungkan untuk dimasyarakatkan guna pembangunan bahan struktur dan konstruksi indonesia.


Teknologi Pelat Rusuk di Indonesia

Dalam pembangunan perumahan dan gedung di indonesia telah terjadi perubahan kebutuhan yang mengarah kepada perilaku yang lebih ekonomis khususnya dalam menaggulangi kebutuhan perumahan yang telah berubah dari rumah berlantai dasar saja menjadi rumah berlantai 2 (masionnette) yang tumbuh vertikal ataupun tumbuhnya ruko, rukan dan rumah susuh murah. Pertumbuhan pembangunan perumahan dan gedng ke arah vertikal ini telah menumbuhkan kebutuhan baru berupa kebutuhan pelat lantai untuk bahan struktur lantai tingkat rumah dan gedungnya.

Perubahan kebutuhan pelat lantai tingkat ini belum diikuti oleh pengembangan tehnik-tehnik yang membantu masyarakat untuk lebih berperilaku ekonomis dalam membangun rumah dan gedung bertingkatnya. informasi untuk menggunakan tehnik-tehnik efisien seperti halnya tehnik pelat rusuk tersebut di atas belum menyebar luas. sehingga sampai sekarang masyarakat masih menggunakan tehnik konversionil yang boros bahan bangunan. khususnya untuk indonesia bagian timur dimana bahan-bangunan lebih mahal bahkan terkadang sulit untuk didapat dibandingkan di indonesia barat, maka pelat rusuk akan sangat berperan sebagai tehnik yang effisien dan ekonomis dalam pembangunan bahan struktur konstruksi untuk daerah ini.

Teknologi Pelat Rusuk Di Eropa

Teknologi pelat rusuk dengan pengisi tanah liat bakar ini lahir di eropah 100 tahun yang lampau dengan bermacam design dan model tanah liat bakar pengisi dan berkembang luas sampai ke timur-tengah. Dari penilitian perkembangannya, dapat dilihat bahwa di atara negara-negara penganut tehnik beton, Inggris hanya mencantumkan keberadaan pelat rusuk (ribbed floor costructions (2)) secara sumair saja, sehingga perkembangan teknologi ini di negara-negara commonwealth kurang bahkan tidak berkembang sama sekali. seperti di Australia, Malaysia. Negara Indonesia mendapatkan imbasnya, bahkan diseluruh asia tampaknya teknologi petak rusuk belum dikenal sama sekali.

Dari negara germanic-belanda-dan-euro-latin perkembangan teknologi pelat rusuk sampai ke timur tengah. ini tampak dari buku-buku tehnik betonnya yang mencantumkan jenis-jenis pelat rusuk yang tergambar terperinci (3,4,5) contoh jenis-jenis tehnik, bentuk dan pengisi pelat rusuk menurut tehnik Jerman dan belanda diataranya diberikan dalam gambar diatas.

Bahan Pengisi Rusuk

Dalam struktur pelat rusuk, bahan pengisi rusuk memainkan peranan yang penting agar mutu karak-terisitik final (K175, K225, atau K300) tetap dipertahankan. Bahan pengisi dipilih yang bersifat unggul, seperti kekakuan yang tinggi dan kemampuan daya tekan yang menyamai kekuatan beton. para ilmuwan eropah menemukan bahan yang cocok yang memenuhi kebutuhan sifat tersebut diatas yaitu tanah liat bakar (Terra Cotta). Dengan pengolahan dan pemanasan pada suhu tinggi kekuatan pelat rusuk yang menggunakan tanah liat bakar sebagai pengisi, secara keseluruhan tidak kalah dibandingkan dengan beton cor biasa. bahkan mempunyai daya dukung yang lebih tinggi.
di dalam “Abstrak” telah disebutkan istilah “beton kurus” yang digunakan sebagai pengisi pelat rusuk. beton kurus dapat diartikan dengan beton dengan campuran semen rendah tetapi diviberasi dan dikompresi (ditekan) menjadi blok-blok beton dikenal dengan sebutan blog beton ringan. namun istilah “beton kurus” ini juga digunakan dalam hal balok (rusuk) betok berbentuk I yang berjajar secara beraturan yang dikombinasikan dengan rongga berbentuk O, sehingga akan membentuk jajaran balok beton I dengan pinggang I yang ramping (kecil bagian tengah) sehingga disebut dalam PBI. sebagai “diisi dengan beton kurus”, karena rusuk-rusuknya yang ramping ditengahnya.


Prospek Pelat Rusuk Indonesia

Dengan mulai dikembangkannya pelat rusuk ini di indonesia maka diharapkan pembangunan perumahan, gedung dan lain-lain yang memerlukan bahan struktur pelat lantai akan lebih ekonomis, praktis dan cepat, yang berarti pula bahwa masyarakat akan lebih berdaya dan berkemampuan ekonomi yang lebih besar dengan sisa dananya yang berlebih karena pembangunan rumah. gedung atau lain-lainnya cukup dengan dana yang lebih rendah dari perkiraan semua.

Tentunya runtunan pertumbuhan pokok adalah perpuran roda ekonomi melalui perkembangan lapangan kerja pada sektor perumahan. real estate dan property dan bahkan kemungkinan eksport dan masuknya devisa merupakan salah satu peran perkembangan teknologi pelat rusuk ini di indonesia.

Peran perkembangan teknologi pelat rusuk ini juga otomatis akan mengembangkan industri bahan bangunan pengisinya yang akan dibutuhkan secara merata diseluruh indonesia. dengan keberdayaan masyarakat yang membangun maka akan pula terjadi pemerataan distribusi industri pendukung seperti semen, besi beton dan lain-lain.

Disamping itu, dengan belum dikenalnya teknik ini di negara tetangga kita maka dapat dilihat peluang eksport tehnik dan produk pengisi ke negera-negara tetangga tersebut. ini tentunya dapat dimulai dengan memproduksi masal untuk kebutuhan domestik lebih dahulu baru kemudian barangsur menjadi komoditi ekspor.

Pabrik Pembuatan Dak Lantai Keraton




Gambar diatas menunjukan gambar pabrik pembuatan dak lantai keraton, produksi diawasi oleh tenaga ahli demi keselamatan umum dan kepercayaan pelanggan adalah nyawa untuk sebuah perusahaan. proses pembuatan sangat diperhatikan dengan penuh ketelitian.


Gambar Pemasangan Dak Keraton


Berikut adalah gambaran perakitan, pemasangan, finishing dan hasil akhir dak keraton :








Kesimpulan Dan Saran


Teknologi pelat rusuk mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan efisiensi pembangunan rumah dan gedung bertingkat di indonesia. diambil dari eropa, teknologi ini telah dikembangkan dan diadaptasi sesuai dengan kebutuhan di indonesia oleh kami dan telah dihasilkan produk ‘keraton’ yang berefisiensi tinggi. namun karena informasi belum menyebar secara luas, maka untuk masa depan. penggunaan teknik pelat rusuk di atas masih perlu diinvensivkan untuk untuk menggerakkan roda perputaran ekonomi masyarakat.
disamping itu, diharapkan dukungan para saintis dan akademisi yang, melalui informasi pendidikan yang meluas dan merata di seluruh indonesia pendidikan yang meluas dan merata di seluruh indonesia tentang tehnik-tehnik effisien yang terdapat pada pelat rusuk, diharapkan dapat mengarah masyarakat indonesia untuk berperilaku ekonomis, sehingga pemberdayaan ekonimi masyarakat bisa lebih meningkat.
melalui kesempatan ini pula diharapkan dukungan pemerintah untuk berani menggunakan pelat rusuk sebagai contoh-contoh pada bangunan gedung pemerintah untuk berani menggunakan pelat rusuk sebagai contoh-contoh pada bangunan gedung pemerintah seperti sekolah-sekolah. gedung perumahan susun pemerintah yang akan berguna sebagai stimulant kepada swasta untuk kembali memutarkan roda ekonomi sektor perumahan. real estate dan property melalui effesiensi yang terdapat pada pelat rusuk ini.

Sumber : 
1. www.duitemoro.com (pemegang hak paten di Indonesia)
2. daklantaikeraton.wordpress.com
3. www.dak-keraton.jogjapromo.com
4. Berbagai sumber di internet

5 komentar:

  1. Note : Kisaran harga per meter Rp 400.000 (harga terpasang)

    BalasHapus
    Balasan
    1. dah termasuk tiang penyangganya belum tuh..? kuat utk 3 lantai ?

      Hapus
  2. harga tidak termasuk struktur, hanya plat dak-nya saja ...

    tiga lantai tidak ada masalah

    BalasHapus
  3. Saya sendiri pakai untuk lantai dua saja

    BalasHapus