Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 September 2019

Test Kecepatan Internet Tri 5G Tembus 1,2 Gbps


Foto: Tri Indonesia

ag03s.blogspot.com - Menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Tri Indonesia telah menjajal teknologi 5G. Hasilnya, kecepatan internet Tri bisa tembus 1,2 Gbps.

Kecepatan tersebut merupakan dari sisi download, sedangkan untuk unggah bisa mencapai 75,9 Mbps dengan latensi 11 ms. Dengan ngebutnya akses internet tersebut memungkinkan komunikasi lewat hologram secara langsung.

Uji coba 5G di jaringan Tri ini merupakan percobaan pertama di Indonesia yang dilakukan di live system secara end-to-end yang menggunakan frekuensi millimetre wave untuk 5G gNB radio, 80 GHz untuk E-Band transport, NSA3x untuk 5G Core Network di Semarang, serta HSS, PCRF dan VoLTE IMS di Jakarta dan perangkat 5G.

"Simulasi pemanfaatan jaringan 5G secara menyeluruh yang dilakukan 3 Indonesia, dari awal hingga ke tangan pengguna menunjukkan sistem dan komponen jaringan 5G 3 Indonesia mampu berfungsi secara terpadu," ujar Chief Technical Officer 3 Indonesia, Desmond Cheung.

Uji coba ini juga mendemonstrasikan kemampuan Dual Connectivity yang menggabungkan jaringan 5G dan jaringan LTE secara simultan. Penggunaan Dual Connectivity itu memungkinkan konsumen menikmati internet dengan user experience yang jauh lebih baik.

Adapun pengujian teknologi jaringan generasi kelima ini memanfaatkan spektrum 28 GHz. Selain soal hologram, uji coba 5G Tri difokuskan juga pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul Indonesia, khususnya bidang pendidikan, di masa depan.

"Kecepatan 5G dapat membuat komunikasi lebih sempurna dan imersif. Keunggulan ini dapat dimanfaatkan untuk menyempurnakan kegiatan belajar mengajar jarak jauh atau mengirimkan suatu karya ke belahan dunia lain secara real time. Dengan 5G, anak muda Indonesia akan memiliki modal yang sama untuk berkompetisi dengan saingan mereka di negara-negara maju," Chief Commercial Officer 3 Indonesia Dolly Susanto.

Dalam kesempatan itu pula, Tri mengadakan kuliah umum yang melibatkan pembicara dari Surabaya dan Jakarta, yang akan melampaui batasan jarak.

"Di masa depan, 5G akan dapat menghubungkan anak muda Indonesia kepada sumber ilmu di berbagai penjuru dunia, dan mendukung secara langsung pembangunan SDM unggul Indonesia melalui dunia pendidikan tanpa batas," pungkas Dolly.

Sumber : Detik
Read More >>

Rabu, 17 Juli 2019

Cara Membuat Ikatan Simpul Pancing Bagi Pemula




Beberapa Cara Membuat Ikatan Simpul Pancing Bagi Pemula. Memancing adalah salah satu olahraga sekaligus refreshing yang cukup banyak digandrungi masyarakat Indonesia. Dari warga kota sampai ke pelosok desa banyak dijumpai pemancing yang menggunakan berbagai alat pancing dari yang sederhana atau tradisional maupun menggunakan peralatan yang kekininan dan modern.

Salah satu unsur alat pancing yang paling penting untuk mendukung kesuksesan acara mancing anda adalah tali pancing atau senar atau bahasa kerennya fishing line. Nah, bagi pemula yang baru saja mengenal dan menyukai olahraga memancing, pasti akan mencari tahu bagaimana cara mengikat atau membuat simpul pancing yang baik.

Simpul senar pancing ke mata kail akan menentukan keberhasilan anda agar ikan sukses mendarat dan masuk ke dalam waring atau tempat ikan lainnya. Simpul tali pancing yang kurang tepat akan membuat mata kail mudah lepas ketika umpan dimakan ikan. Anda mungkin tidak bermasalah jika menggunakan simpul senar yang asal untuk buruan ikan yang kecil. Tapi jika ikan yang anda dapatkan berukuran besar, simpul yang salah akan membuat ikan tersebut mudah lepas.

Berikut ini beberapa simpul tali pancing yang mudah untuk anda ikuti sehingga simpul tali menjadi kuat dan ikan buruan bisa sukses anda dapatkan.





Tipe Simpul Pancing (fishing. boylife.org)








Tipe Simpul Tali Pancing (fishing.boylife.org)








Tipe Simpul Tali Pancing (fishing.boylife.org)







Tipe Simpul Tali Pancing (www.netknots.com)






Tipe Simpul Tali Pancing (www.netknots.com)







Tipe Simpul Tali Pancing (www.netknots.com)









Tipe Simpul Tali Pancing



Semoga bermanfaat ....

Sumber
Read More >>

Senin, 29 Oktober 2018

Anak Pengayuh Becak yang Mendapatkan Beasiswa S3 di Inggris


ag03s.blogspot.com - Dilansir dari Kompas.com, Raeni, anak pengayuh becak asal Kendal, Jawa Tengah, yang menjadi wisudawati terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96 di Universitas Negeri Semarang (Unnes) tahun 2014, kembali menjadi perbincangan.

Sebab, anak dari pasangan Mugiyono (59) dan Sujamah (56) tersebut kembali mendapat beasiswa S-3 di Universitas Birmingham, Inggris. Universitas itu pernah memberinya beasiswa S-2 beberapa tahun lalu.

Meskipun telah menjadi dosen di Unnes dan mau ke Inggris untuk menempuh pendidikan S-3, Raeni di mata orangtuanya masih seperti dulu.

Berikut ini adalah pengakuan Mugiyono saat ditemui oleh Kompas.com di rumahnya yang ada di Gang Apel RT 6 RW 2 No 24, Kelurahan Langenharjo, Kendal, Rabu (7/3/2018).

Ketika Kompas.com datang ke rumahnya, Mugiyono akan melakukan shalat dzuhur. Ia sudah memakai sarung, peci, dan berwudu. Ia sempat mempersilakan masuk dan kemudian berpamitan untuk shalat dahulu.

Rumah Mugiyono belum berubah meskipun anaknya sudah menjadi dosen. Rumah itu berukuran 5 meter x 14 meter, berdinding kayu, dan berubin kuno. Meja dan kursinya terbuat dari anyaman rotan.

Di dinding ruang tamu terpasang sertifikat dan beberapa foto Raeni dengan sejumlah pejabat. Tidak ada sepeda motor, hanya ada dua sepeda ontel yang diparkir di dalam ruangan itu.

"Maaf menunggu lama," kata Mugiyono sambil duduk di kursi.

Setelah itu, kakek bercucu dua dari anak pertamanya itu bercerita bahwa Raeni adalah anak yang baik. Ia bisa mengangkat derajat keluarganya. Mugiyono mengaku tidak sia-sia berkorban untuk anak nomor duanya itu.

Mugiyono mengatakan, setiap minggu, bila tidak ada kegiatan, Raeni selalu pulang ke rumah. Di rumah, ia juga mengajari anak-anak mengaji di mushala yang ada di sebelah.

"Raeni memang sejak dulu menjadi gurungaji anak-anak. Kalau pulang selalu menyempatkan diri ke mushala untuk mengajar anak-anak mengaji. Ia masih seperti dulu, sewaktu masih SMA," kata Mugiyono.

Umrah

Mugiyono mengaku, ia selalu berpesan kepada anaknya supaya jangan lupa shalat. Sebab, semua ini karena Allah. Mugiyono ingin Raeni bisa menabung untuk hari tuanya. Tidak usah memikirkan orangtuanya.

Bagi Mugiyono, melihat keberhasilan anaknya itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri.

"Tapi, bulan kemarin Raeni mengajak saya dan ibunya umrah. Saya terharu," katanya sambil menahan tangis.

Mugiyono ingin supaya Raeni tidak tergesa-gesa untuk menikah sehingga studi S-3 nya di Inggris tidak terganggu. Sebab, hal itu terkait dengan masa depan dan cita-citanya.

"Rezeki, maut, dan jodoh adalah rahasia Allah. Tapi, kami ingin kelak anak saya itu mendapat jodoh seorang lelaki yang bisa menjadi imam," harapnya.

Mugiyono mengaku bahwa Raeni anak yang tahu diri kalau ia anak orang tidak mampu. Oleh sebab itu, ia tidak neko-neko.

"Alhamdulillah, ia masih menjadi Raeni yang dulu. Tidak sombong dan menghargai orang lain," ujarnya.



Keluar dari pabrik

Perjuangan Mugiyono sampai bisa menguliahkan Raeni sangat besar. Ia dulu harus keluar dari pekerjaannya di pabrik supaya mendapat pesangon. Pesangonnya itu untuk membiayai Raeni.

"Anak saya mendapat beasiswa Bidikmisi di Unnes. Meskipun biaya kuliahnya gratis, tapi kami butuh uang untuk bayar kos dan lainnya," kata Mugiyono.

Mugiyono mengaku, sisa uang pesangon setelah untuk keperluan Raeni ia belikan sebuah becak. Becak itu digunakan untuk mencari makan karena sudah tidak bekerja di pabrik.

"Selain menjadi tukang becak, saya jaga malam di SMKN 1 Kendal," ujarnya.

Setelah itu, Mugiyono mendapat pekerjaan tambahan dari Widya Kandhi Susanti, yang saat itu masih menjadi Bupati Kendal. Ia diberi pekerjaan untuk mengantar dan menjemput anak Widya yang paling kecil.

"Sampai kini saya masih ikut Bu Widya. Tapi antar jemputnya sudah pakai mobilnya Bu Widya. Saya sudah tidak kuatnarik becak," akunya.

Sementara itu, Widya Kandhi Susanti mengatakan bahwa Mugiyono adalah seorang pekerja keras dan bertanggung jawab.

Menurut Widya, Mugiyono tidak cuma bertanggung jawab kepada keluarganya, tetapi juga pada pekerjaan. 

"Alhamdulillah, anaknya bisa berhasil di bidang pendidikan. Mugiyono juga rendah hati sehingga semua orang suka, termasuk saya," kata Widya.

Mugiyono, seperti yang telah diberitakan bersama anaknya, Raeni, menjadi perhatian para keluarga wisudawan dan puluhan wartawan, Selasa (10/6/2014).

Ia mengantar anaknya, Raeni, dari tempot kosnya dengan becak. Tidak cuma itu, Raeni juga berhasil menjadi wisudawati terbaik di Unnes. Atas prestasinya itu, ia mendapat tawaran beasiswa di berbagai perguruan tinggi.

Hingga akhirnya Raeni memilih Universitas Birmingham Inggris sebagai tempat belajar S-2-nya. Kini, Raeni akan berangkat kembali ke universitas itu untuk menempuh pendidikan S-3.
Read More >>