Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Mei 2015

Anak Yatim Yang Luluhkan Hati Presiden


ag03s.blogspot.com - Seorang anak laki-laki yatim piatu di Turki melelehkan hati Erdogan. Ia, yang tidak memiliki orang tua, meminta gurunya untuk membuatkan surat kepada Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan agar hadir pada pertemuan guru dan orang tua, sebagai ayahnya.

Sang guru benar-benar menyampaikan surat sesuai permohonan anak itu. Namun ia mengatakan kepada anak tersebut agar tidak tersinggung jika Presiden Erdogan tidak dapat datang, karena ia sangatlah sibuk dan menghadapi banyak perkara.

Sungguh hadiah yang mengejutkan. Ternyata Presiden Erdogan tiba di sekolah dan berkata bahwa ia akan ikut dalam pertemuan para ayah itu dan menjadi wali dari anak tersebut.
Kebaikan hati Erdogan terhadap anak yatim itu sungguh mengharukan. Inilah pemimpin yang meneladani Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang begitu mengasihi siapapun tanpa batasan usia.

“Menyelamatkan seorang anak tidak akan mengubah dunia, tetapi dunia berubah selamanya bagi anak ini,” ujar Erdogan terenyuh. (adibahasan/aliansir/arrahmah.com)

http://www.arrahmah.com/news/2015/05/30/
anak-yatim-ini-lelehkan-hati-erdogan.html#stha
sh.HzXJGebD.dpuf
Read More >>

Senin, 04 Mei 2015

Putri AA Gym Menikah Dengan Pemuda Ini dan Beri Mahar Hafalan 30 Jus

 

ag03s.blogspot.com - KH Abdullah Gymnastiar menikahkan putri ketiganya, Ghaitsa Zahira, dengan seorang pemuda bernama Maulana Yusuf. Istimewanya, sebelum Yusuf menikahi putri Aa Gym, dia membaca hafalan Alquran 30 juz.

Keduanya menikah Minggu, (8/3) kemarin. Yusuf perlu waktu seharian untuk membacakan hafalan Alquran tersebut sebelum ijab kabul digelar.

"Alhamdulillah mohon doa dari semua sahabat sekalian, Aa sangat bersyukur Ghaitsa Zahira sofa

mendapatkan jodoh Maulana Yusuf yang sama sama penghafal quran semoga menjadi pengamal Alquran," kata Aa Gym.

"Semoga Alloh memberikan keberkahan bagi keduanya aamiiin Terima kasih kasih banyak bagi yang hadir dan yang berniat hadir serta yg mendukung dengan semua kebaikan jazaakalloh Khoiron katsiro," lanjutnya.

Saat Maulana membacakan hafalan Alquran, banyak yang menangis terharu. Mereka mendoakan pasangan yang sama-sama penghapal Alquran ini. Saat pernikahan ini diposting di media sosial pun banyak yang memuji pernikahan ini.

"Subhanallah, semoga ini pengantin yang diridhoi Allah. Semoga saya punya anak menantu seperti ini," tulis Nenny di akun facebooknya.

"Subhanallah, kagumnya..." tulis yang lain.

Maulana sendiri meluruskan soal mas kawin ini. Menurutnya dia tidak menjadikan hapalan Alquran sebagai mas kawin. Pembacaan Alquran itu dilakukan selama 24 jam sebelum akad nikah.

"Jadi memang ada bacaan Alquran 30 juz. Tapi mas kawin saya sama dengan yang lain. Mahar saya emas 10 gram dan uang satu dirham," kata Maulana saat berbincang dengan merdeka.com.

sumber
Read More >>

Jumat, 27 Maret 2015

Olga Syaputra Tutup Usia


ag03s.blogspot.com - Kabar duka datang dari komedian Olga Syaputra. Olga dilaporkan meninggal dunia di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura dalam usia 32 tahun.

Kabar itu pertama kali tersiar melalui Net TV pada Jumat (27/3) malam ini. Dari akun resmi Net TV, @netmediatama.

"Kami keluarga bsr NET TV turut berduka cita atas meninggalnya Olga Syahputra pd pkl 16.17 waktu Jkt #RipOlgaSyahputra."

Dalam siaran Entertainment News di Net TV, sang host melakukan wawancara dengan manajer Olga Mak Vera. Mak Vera memastikan Olga sudah tiada.

Olga diketahui hampir setahun menjalani perawatan di rumah sakit di Negeri Singa itu. Padahal baru-baru ini Olga dikabarkan aktif lagi di Twitter.

Sumber : http://m.detik.com/hot/read/2015/03/27/185922/2871962/230/olga-syahputra-dikabarkan-meninggal-dunia
Read More >>

Kamis, 05 Februari 2015

Orang Banyumas yang Menjadi Kandidat Presiden Suriname



ag03s.blogspot.com - Suriname, negara nun jauh di sana namun memiliki keterikatan dengan Indonesia khususnya Jawa. Karena banyak penduduknya merupakan keturunan dari Jawa yang dibawa ke Belanda secara paksa. Setelah puluhan tahun suku Jawa di sana berkembang dan berperan dalam perkembangan negara tersebut. Berpartai Jawa, ada yang jadi pejabat, menteri dan bahkan calon Presiden.

Raymod Sapoen, adalah seorang Menteri Pendidikan yang sekarang menjadi kandidat Presiden Suriname. Nah dari penelusuran nenek moyangnya, bisa jadi dia adalah keturunan Jawa dari Desa Kanding, Somagede Banyumas.

MENELUSURI JEJAK LELUHUR KANDIDAT PRESIDENT SURINAME DI SOMAGEDE BANYUMAS

oleh Arie Grobbee


Dasar penelusuran saya adalah arsip ini:
Naam : Sapoen Vadersnaam Sapoen
Geslacht man Leeftijd jaren : 25
Lengte : 146
Herkenningsteken Pigment : vlek borst.
Godsdienst : moslim
Gewest (Karesidenan) :Banjoemas
Afdeling (Kabupaten) : Banjoemas
District (Kawedanan) : Banjoemas (dulu mungkin belum ada Kecamatan)
Desa / dorp : Kanding


Nama Sapoen yang berangkat ke Suriname jaman Penjajahan Belanda hanya ada dua orang yaitu Sapoen dari Desa Kanding Banyumas ini dan Sapoen dari Desa Kedungwuluh Purbalingga.

Tapi Sapoen yg paling mirip dengan Mr Raymond Sapoen Kandidat Presiden ini adalah Sapoen yg dari Desa Kanding Banyumas. Bahkan ketika foto dijejerkan banyak yg mengira itu orang satu dengan model foto yg berbeda.



Penasaran saya langsung saja ke Desa Kanding yg 30 kilometer dari rumah saya, langsung menuju Balai Desa. Pak Kades Kanding dan Perangkat lain menyambut saya dengan baik, bahkan menyampaikan kalo yg di foto mirip dengan warganya yg bernama Parsono.

Tanpa menunggu waktu lama langsung saya ke rumah Parsono, disana saya dikenalkan dengan Ibunda Parsono yg diharapkan masih mengerti kejadian jaman dulu. Menurut penuturannya, di desa Kanding ada seorang ibu bernama Mbok Sadem punya anak satu satunya bernama Sapoen pergi tidak pernah kembali dan tidak ada beritanya sama sekali. Bahkan dalam kesedihannya mbok Sadem yg masih kerabat dekat dengan suaminya ini sering mengeluh sambil jualan Tempe:

“Anake nyong siji-sijine lunga ora bali bali ora nana wartane, apa ndarani Nyong wis mati apa kepriwe”

Sayapun mencari lagi info pada orang yg lebih tua dari Ibunya Parsono namanya Bapak Radam. Ketika saya temui Pak Radam membenarkan cerita itu, bahkan masih ketika saya tunjukan foto Ki Sapoen beliau membenarkan bahwa itu Sapoen asli Kanding.

Warga desa tersebut yg berusia diatas 50 juga masih ingat kalau dulu terkenal ada cerita menyedihkan:

“SAPOEN ANAK SIJI SIJINE MBOK SADEM LUNGA KAWIT BUJANG ORA BALI BALI/ILANG…NGANTI TEKAN PATINE BIYUNGE”

Rupanya mereka tidak tahu kalau Sapoen pergi ke Suriname, dan cerita itu baru terkuak 83 tahun kemudian….

Bapaknya Parsono adalah keponakan dari Mbok Sadem, jadi Parsono kerabat dekat dengan Sapoen yg pergi ke Suriname. Dan kalau Mr Raymond Sapoen ini adalah cucu dari Sapoen asli Kanding Somagede ini, berarti Parsono sepupuan sama Kandidat President Suriname.

Mari kita doakan semoga Mr Raymond Sapoen yg sekarang Mentri Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Suriname ini sukses menjadi President…. Amminnnn
Sumber : http://kluban.net/2015/01/30/kandidat-presiden-suriname-orang-banyumas/
Read More >>

Rabu, 05 November 2014

Menkes Nila Mengapresiasi Rencana Menteri Susi Berhenti Merokok


Dunia Informasi – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjadi sorotan media sosial beberapa waktu lalu karena tertangkap kamera sedang merokok. Namun dalam satu kesempatan, menteri nyentrik ini mengaku akan berhenti merokok.

Mendengar hal ini, Menteri Kesehatan Prof Nila Moeloek, SpM(K) ‎pun mengaku mengapresiasi tindakan tersebut. Hal itu disampaikannya kepada wartawan usai melakukan konferensi pers soal Kartu Indonesia Sehat di Gedung Kemenkes, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/11/2014).

"Kami apresiasi beliau (Menteri Susi) yang sudah mau mulai berhenti merokok," tutur Menkes singkat.

Sebagai bentuk apresiasi, Menkes bahwa dirinya pun sudah menyurati Menteri Susi. Sebabnya, menteri yang berhasil berhenti merokok tentunya akan menjadi contoh baik bagi masyarakat.

"Saya kirim surat ucapan terima kasih. Karena itu (berhenti merokok) tidak hanya baik untuk rakyat tetapi baik untuk dirinya sendiri," sambungnya lagi.

Ia juga mengingatkan bahwa merokok bagi siapapun tidak dibenarkan. Sebabnya merokok, apalagi di tempat umum, akan memberi contoh yang tidak baik bagi anak-anak.

"Yang penting jangan didik anak kita untuk merokok," tandasnya.

# via detik
Read More >>

Rabu, 15 Oktober 2014

Penghasilan Norman Kamaru Jadi Tukang Bubur



Dunia Informasi – Dunia hiburan tak selamanya menjanjikan. Banyaknya artis baru yang muncul, membuat pamor beberapa artis sebelumnya terlupa dan terpaksa mundur. Norman Kamaru contohnya.

Kini untuk menyambung hidup, Norman banting setir jadi seorang tukang bubur di Kalibata, Jakarta Selatan. Mantan anggota polisi Brimob berpangkat Briptu itu tidak peduli kata orang tentang statusnya sekarang.

Justru semua itu dijadikannya penyemangat dalam meniti karir di dunia bisnis. Bahkan ia mengaku pundi-pundi yang dihasilkan dari dagangannya cukup menggiurkan.

"Sudah jalan 3 bulan. Dalam dua bulan langsung balik modal. Per empat hari itu puluhan juta," ungkap kata Daisy Paindong, istri Norman Kamaru dikutip Dream.co.id dari laman Kapanlagi.com, Kamis 9 Oktober 2014.

Bisnis bubur Norman makin mengeliat setelah ia berniat membuka cabang kios baru di lain daerah. Bahkan tidak sedikit tawaran frenchiseyang datang pada dia.

"Nanti mau buka cabang di kawasan Pasar Minggu. Di sana ada apartemen baru. Insya Allah ada, kalau ada jalan dari Allah, akan dibuka ya," tambah Norman.

Pria yang dikenal berkat aksi lipsync Chaiyya-Chaiiya ini mengaku harus mengeluarkan modal cukup besar untuk usaha bubur.

Kata dia, modalnya di atas Rp 50 juta, sekalian tempat. "Itu gabungan duit di butik dan yang di tabungan," ujar dia.

Norman juga tidak menampik peran media ikut andil dalam usaha buburnya. Dia berterima kasih pada media yang sudah datang dan meliput kegiatannya jualan bubur.

"Awalnya saya kenalkan bubur Manado sampai dua bulan nggak ada yang respon, sampai akhirnya ada teman media yang datang."
# via dream
Read More >>

Jumat, 03 Oktober 2014

Honor Bintang Film Mahabarata Saat ke Indonesia



Dunia Informasi – Baru saja dua hari yang lalu masyarakat Indonesia sempat dihebohkan dengan datangnya para bintang film serial Mahabharata ke Tanah Air. Mereka mendapat sambutan luar biasa dari para penggemarnya. Mereka yang terdiri dari 5 Pandawa dan 2 Kurawa itu akan menghibur publik dengan penampilan terbaik mereka.

Bila melihat datangnya para selebritis kondang asal Negeri Hindustan itu ke Tanah Air tentunya honor yang akan mereka dapatkan tak perlu ditanya lagi, jelas sangat tinggi. Mereka sangat dielu-elukan para penggemarnya di Indonesia.

Namun siapa sangka, ternyata honor mereka tidak seperti perkiraan banyak orang. Bahkan honor mereka masih lebih murah dibanding artis komedian Indonesia berinisial 'O'. Sebagaimana yang diungkapkan direktur program, Sales, and Marketing ANTV, Otis Hijahary.

"Saya bisa pastikan, honor mereka jauh lebih murah ketimbang pelawak kita yang berinisial 'O' itu," tutur Otis, seperti dilansir Wowkeren.com (1/10/2014).

Lebih lanjut Kelly Da Cunha, GM Production ANTV menuturkan bahwa uang Rp 2 miliar sudah cukup untuk membawa 7 pemain film serial Mahabharta itu ke Tanah Air. Dari uang 2 miliar itu Shaheer memperoleh Rp 1 miliar dan sisanya dibagi 6 pemain Mahabharta yang lain.

"Bagian Arjuna (Shaheer) paling besar karena dia kan stay selama 3 bulan penuh di Jakarta untuk program 'Panah Asmara Arjuna'," terang Kelly. "Yang lain cuma beberapa hari aja."

Kemudian Kelly membandingkan honor Shaheer dengan Olga Syahputra. Kelly menuturkan kalau Olga memperoleh bayaran hingga puluhan juta rupiah untuk tampil beberapa jam saja di sebuah acara TV. Honor Olga sekali tampil tersebut jika dikalikan 3 bulan akan jauh lebih tinggi dibanding dengan bayaran Rp 1 miliar Shaheer selama di Indonesia.

sumber: Wowkeren
Read More >>

Selasa, 30 September 2014

YKS Bubar, Caisar Aditya Jualan Tahu?



Dunia Informasi – Caisar Putra Aditiya mulai merambah dunia bisnis. Kabarnya, ia memutuskan berjualan tahu Bandung lantaran program yang membesarkan namanya, Yuk Keep Smile (YKS) diberhentikan. Lantas apa tanggapan Caisar tentang hal itu?

"Nggak lah, setelah YKS saya masih tetap kerja kok. Masih ada off air dan bantuin Show Imah," ujarnya saat dihubungi lewat sambungan telepon, Senin (29/9).

Namun Caisar tak sepenuhnya membantah kabar tersebut dan sedikit meluruskannya. Pemilik goyang Caisar ini mengaku hanya mendukung keinginan sang istri untuk berdagang tahu.


Caisar dukung istri jual tahu Bandung ©KapanLagi.com®

"Sebenarnya bukan saya yang jualan, tapi istri saya. Saya hanya mendukung saja apa yang dia lakukan, ya saya dukung," ujarnya.

Untuk memasarkan dagangannya, Caisar membuka kios kecil di daerah Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Ia mengaku sudah sejak lama ingin berjualan tahu khas Bandung, dan baru berjalan sebulan ini.

"Bukan toko, tapi warung. Usaha kecil-kecilan saja. Sudah lama sih ingin jual tahu Bandung," pungkasnya.

# via kapan lagi
Read More >>

Senin, 29 September 2014

Presiden Termiskin di Dunia



Dunia Informasi – Anda pasti mengira seorang presiden hidup dikelilingi pengawal dan tinggal di rumah yang mewah. Tetapi tidak demikian halnya dengan presiden yang satu ini, Jose Mujica. Gaya hidupnya sangat berbeda dengan presiden pada umumnya.

Selama lebih dari 30 tahun, Presiden Uruguay ini bersama istrinya tinggal di sebuah rumah kecil di peternakan di dekat ibu kota Montevideo. Rumah tersebut hanya memiliki satu kamar tidur.

Dalam sebulan, sebenarnya ia menerima gaji sebesar Rp144,5 juta. Tetapi, ia memberikan 90 persen dari gajinya untuk amal. Tak heran dengan sisa gajinya tersebut, ia dijuluki presiden termiskin di dunia.

Ia juga salah satu dari sekian presiden yang sangat dicintai rakyatnya dengan kebijakan-kebijakannya yang kerap mengundang kontroversi.

Beberapa kebijakannya adalah melegalkan ganja, pernikahan sesama jenis dan aborsi. Untuk pengamanan, ia tak meminta banyak orang. Hanya dua orang polisi dan Manuela, anjing berkaki tiga. Sehari-harinya, ia hanya mengendarai mobil mungilnya, VW Beetle.

Mujica juga memiliki masa lalu yang menarik. Ia adalah pimpinan kelompok gerilyawan pada tahun 1960-an. Untuk membiayai perjuangannya, ia tak segan merampok bank. Sempat dipenjara selama 13 tahun sebelum akhirnya dilepaskan pada 1985 karena mendapat amnesti. Ia juga dikenal sebagai seseorang yang selalu bicara blak-blakan. Dalam pidatonya saat konferensi Rio +20 pada 2012, ia secara gamblang melakukan kritik pedas terhadap konsumerisme. Pidato yang diunggah di Youtube ini ditonton oleh lebih dari 3 juta orang.

# via suara.com
Read More >>

Jumat, 29 Agustus 2014

Jose Mujica, Presiden Termiskin di Dunia



Dunia Informasi – Mujica mungkin tergolong manusia langka. Sudah memikirkan negara, dia tak mau menerima gajinya secara penuh. Dia malah menyumbangkan 90 persen dari gajinya untuk fakir miskin.

Dream - Hidup pria ini sungguh sederhana. Rumahnya di tengah peternakan bobrok. Baju-baju yang habis dicuci tergantung tak karuan di halaman berumput liar. Hanya dua polisi yang berjaga yang menandakan pria itu orang penting. Selain juga Manuela, anjing berkaki tiga yang setia.

Inilah Presiden Uruguay, Jose Mujica. Gaya hidupnya memang tak seperti politisi kebanyakan. Apalagi pemimpin negara-negara lain yang lebih senang hidup bermewah-mewah. Yang tentu saja menghabiskan berjuta bahkan bermiliar uang negara.

Mujica memang beda dengan pemimpin negara lainnya. Dia menolak rumah dinas yang disediakan negara. Padahal rumah pemerintah itu tergolong mewah, yang jelas nyaman untuk hidup sebagai presiden. Tapi dia malah memilih tinggal di rumah istrinya yang hanya berjalan tanah di luar ibukota Uruguay, Montevideo.

Bersama istrinya, Mujica mengerjakan tanah mereka sendiri. Bunga-bunga tumbuh di pekarangan rumah sederhana. Air yang mereka gunakan sehari-hari pun berasal dari sumur di halaman. Bukan air pasokan perusahaan air minum seperti di kota-kota.



Tempat tinggal Presiden Jose Mujica

Sumber foto: BBC

Mujica mungkin tergolong manusia langka. Sudah memikirkan negara, dia tak mau menerima gajinya secara penuh. Dia malah menyumbangkan 90 persen dari gaji bulanannya, atau sekitar Rp 138.972.000, untuk amal-amal. Karena gaya hidup inilah dia mendapat julukan presiden termiskin di dunia.

“Saya mungkin terlihat seperti pria tua yang eksentrik. Tapi inilah pilihan,” kata Mujica dikutip Dream dari laman BBC, Sabtu 12 Juni 2014.

“Saya sudah hidup seperti ini hampir seluruh hidup saya. Saya bisa hidup dengan apa yang saya punya," kata dia sambil duduk di sebuah kursi tua di kebunnya.

Dengan hanya menerima 10 persen gaji, berarti per bulan Mujica hanya menerima penghasilan sekitar Rp 8,9 juta saja. Jumlah tersebut sama dengan rata-rata penghasilan warga Uruguay. Sementara yang 90 persen dia dermakan untuk pengusaha keciol dan fakir miskin.

Laporan harta kekayaan pejabat negara Mujica empat tahun silam hanya sekitar Rp 20,8 juta. Harta itu merupakan nilai dari mobil tua miliknya, Volkswagen Beetle keluaran 1987. Pada tahun ini, dia menambahkan setengah dari aset istrinya dalam laporan harta pejabat negara. Harta itu berupa tanah, traktor, dan rumah yang nilainya mencapai Rp 2,4 miliar.

Jumlah itu tidaklah banyak untuk ukuran pejabat Uruguay. Kekayaan Mujica hanya dua pertiga harta Wakil Presiden Danilo Astori dan hanya sepertiga dari kekayaan mantan Presiden Tabare Vasquez.



Presiden Jose Mujica. Sumber foto: BBC

Mujica terpilih pada 2009. Pada tahun 1960-an dan 1970-an, dia menghabiskan waktunya dalam laskar gerilya Tupamaros, sebuah kelompok bersenjata sayap kiri yang terinspirasi oleh revolusi Kuba.

Pada zaman itu, dia ditembak enam kali dan menghabiskan 14 tahun penjara. Selama ditahan, dia mengalami penyiksaan dan terisolasi, sampai dia dibebaskan pada tahun 1985, ketika Uruguay kembali ke masa demokrasi. Pria kelahiran 20 Mei 1935 itu menambahkan, masa-masa di penjara itulah yang telah membentuk pandangan hidupnya.

“Saya disebut 'presiden termiskin', tapi saya tidak merasa miskin. Orang miskin adalah mereka yang hanya bekerja untuk mencoba memelihara gaya hidup yang mahal, dan selalu ingin berlebih-lebihan,” katanya.

Menurut dia, pilihan hidup ini merupakan masalah kebebasan. “Jika Anda tidak memiliki banyak harta, maka Anda tidak perlu bekerja sepanjang hidup Anda seperti seorang budak untuk mempertahankan mereka, dan karena itu Anda memiliki lebih banyak waktu untuk diri sendiri,” tambah dia.

Tak hanya di dalam negeri. Mujica juga menunjukkan kehidupan bersahaja saat bergaul dengan presiden-presiden negara lain. Dalam berbagai forum dunia, dia selalu memperjuangkan nasib negara miskin. Dia juga sangat peduli dengan kelangsungan lingkungan. Mujica menuding para pemimpin dunia memiliki "obsesi buta untuk mencapai pertumbuhan dengan konsumsi, seolah-olah sebaliknya akan berarti akhir dari dunia."

# via dream
Read More >>

Kamis, 28 Agustus 2014

Pernah kerja jadi babysitter, Mina kini lanjutkan S2 ke China





Dunia Informasi – Kebutuhan hidup di Banda Aceh semakin hari semakin tinggi. Demikian juga untuk kebutuhan biaya kuliah. Sehingga Siti Aminah yang kuliah membiaya sendiri harus putar otak untuk mencari uang tambahan agar bisa melanjutkan studinya.

Meminta pada Ibunya di Bener Meriah itu tidak mungkin. Syukur ibunya di Bener Meriah bisa makan dan membiayai adiknya yang masih kecil saat itu. Sehingga Mina tidak pernah meminta uang biaya kuliah pada Ibunya.

Kemudian, Mina mencoba untuk membuat lamaran kerja di instansi pemerintah. Ini juga berkat saran dan masukan dari rekan-rekannya. Namun, lamaran yang dimasukkan di setiap instansi pemerintah semua ditolak, karena memang tidak ada lowongan kerja yang dibuka, apalagi Mina masih mengandalkan ijazah SMU.

"Hampir semua instansi pemerintah sudah saya kirim lamaran kerja, bahkan pernah di kantor Gubernur waktu saya kirim lamaran, Satpam bilang tidak ada lowongan kerja di sini, apa lagi hanya ijazah SMU," kata Siti Aminah pada merdeka.com, Sabtu (28/6).

Mina tidak hanya mengirim lamaran di instansi pemerintah. Akan tetapi Mina juga mengirim lamaran kerja di mana saja ada. Termasuk dia mengirim lamaran di sejumlah fakultas di Universitas Islam Negeri (UIN) Arraniry tempat ia selesaikan studi. Tekatnya hanya satu, bisa mendapatkan penghasilan untuk menyelesaikan studinya.

Akhirnya Mina diterima di perpustakaan Fakultas Syariah UIN Arraniry yang dulunya masih bernama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Arraniry. Saat itu kepala perpustakaan Fakultas Syariat adalah Ali Abubakar. Di perpustakaan itu, Mina bekerja selama 3 bulan.

"Saya diterima di perpustakaan itu karena Pak Ali sayang sama saya, waktu itu gaji saya dikeluarkan uang dari kantong pribadi Pak Ali," ujarnya.

Kemudian, Ali Abubakar tidak mampu membiayai lagi Mina bekerja di perpustakaan itu. Ali Abubakar menawarkan Mina untuk menjadi babysitter anaknya. Saat itu, Ali Abubakar bertempat tinggal di Darussalam dan Mina pun bekerja sebagai babysitter selama 1 bulan.

"Saya sempat bingung cara mengurus anak-anak bapak itu, karena memang belum pernah punya pengalaman bekerja seperti itu, anak-anak yang saya urus itu berusia 3 sampai dengan 7 tahun," katanya.

Tidak hanya sebagai babysitter, berbagai macam pekerjaan telah dilakukan Mina. Termasuk menjadi seorang penulis buku. Dia menjadi penulis buku Damai Usai Perang yang dikeluarkan oleh Lembaga Aceh Institut.

Aceh Institut adalah sebuah lembaga kajian dan penelitian. Di lembaga tersebut terdapat banyak akademisi dan praktisi berkumpul melakukan kajian berbagai macam disiplin ilmu pengetahuan, terutama pengkajian resilusi konflik dan juga filsafat.

Setelah perjalanan panjang perjuangan menyelesaikan kuliah dengan biaya sendiri, Mina diterima di Central China Normal University (CCNU) Jurusan Magister Librarian and Science di China.

Mina mengaku, seluruh biaya kuliah di CCNU nantinya sepenuhnya dari beasiswa. Namun Mina tidak menyebutkan mendapatkan beasiswa dari mana. Akan tetapi, Mina sendiri sangat bersyukur bisa diterima melanjutkan S2 di negeri tirai bambu tersebut. "Alhamdulillah saya sekarang diterima di CCNU China, ini beasiswa," tutur Mina.

Banyak aral melintang dihadapi Mina saat hendak berniat untuk melanjutkan studinya. Di Indonesia, ada beberapa kampus ternama Mina tidak diterima. Sebut saja misalnya Mina pernah mencoba di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Mina harus menelan pil pahit karena tidak diterima.

Namun bukan berarti patah arang dengan beberapa kali gagal diterima di universitas di dalam negeri. Akhirnya kini Mina tinggal menunggu waktu untuk berangkat ke negeri tirai bambu untuk melanjutkan studinya.

Ada hal yang membuat Mina kebingungan saat ini. Rencananya keberangkatan ke Negara China pada bulan September 2014 mendatang ada kendala keuangan untuk mengurusi pospor dan segala macam administrasi lainnya yang membutuhkan dana sebesar Rp 10 juta.

"Saya butuh uang Rp 10 juta, jadi saya sampai saat ini belum ada uang sebesar itu, tetapi saya yakin, saya akan dapatkan uang itu dengan segala upaya yang akan saya kerjakan nantinya, Allah pasti akan membuka jalannya nantinya," ujarnya.

# via merdeka
Read More >>

Minggu, 24 Agustus 2014

Lama Menghilang, Artis Cilik Itu Kini Jadi Dokter Berhijab


Dunia Informasi – Lama tak dengar kabar beritanya. Dan ingatan kita tentang dia, hanya sebagai seorang biduan cilik. Kini rupa penampilannya sudah berganti. Berganti juga profesi. Pembawaan. Dia kini sangat bersahaja. Lihat saja foto-fotonya itu.

Pramaisshela Arinda Daryono Putri, yang belasan tahun lampau sohor dengan nama panggilan Maissy, kini sudah menjadi dokter. Saban hari bertemu orang sakit. Saban hari mengabdi menyembuhkan orang. Ya, dia memang seorang dokter. Dokter sebenarnya, bukan dalam lelakon.

Pada tahun-tahun 1990-an, Maissy-begitu nama sohornya, adalah seorang penyanyi cilik dengan sehimpun bakat. Sudah menelurkan banyak album. Tembang merdunya yang akrab di kalangan anak-anak belia pada tahun itu antara lain: Si Kuman Nakal, Jumpa Lagi, dan Idola Cilik.

Dan bukan itu saja. Dara cantik kelahiran 23 Maret 1990 ini, juga pernah menjadi bintang sinetron. Membintangi sinetron disalah satu stasiun televisi swasta. Sepanjang bergelut dalam dunia keartisan Maissy telah membesut 12 album. Album terakhir dirilis satu dasawarsa silam, tahun 2003. Meski albumnya tergolong laris, semenjak saat itu si belia cantik itu hilang dari dunia hiburan. Hilang juga dari halaman berita.

Ke mana gerangan si presenter Cilukba itu? Mungkin orang sudah melupakannya. Mungkin banyak yang mencari, tapi tak pernah menemukan.

Belakangan baru kita tahu bahwa sicantik itu ternyata menepi demi pendidikan. Melupakan wangi harum dan keriuhan dunia hiburan, lalu membenam diri di bangku kuliah. Dia sukses menuntaskan pendidikan kedokteran dari Universitas Indonesia.

Dan menjadi dokter tampaknya sudah jadi pilihan hidup Maissy. Dia melewati sejumlah program intenship demi meraih gelar dokter. Terbenam di pelosok, wilayah terpencil di daerah Kalimantan. Jauh dari hingar bingar. Jauh dari keriuhan ibukota. Meninggalkan dunia hiburan yang harum wangi yang sudah melambungkan namanya. Dan tugas di daerah terpencil itu sukses dilewati.

Awal tahun 2014 ini, Maissy menikah dengan seseorang bernama Rizky, pria yang "dipetiknya" dari romantika di bangku kuliah. Maissy tidak hanya menemukan jodoh, tapi juga menemukan jalan hidupnya sendiri. Kini dia tampil bersahaja dalam balutan hijab.

Penampilan baru itulah yang membuat sejumlah rekan selebritasnya pangling. Terutama sesama artis cilik yang berbelas tahun lampau sama berkibar. "Sekarang Dia terlihat sangat cantik mengenakanhijab,” kata Chikita Meidy, yang dulu juga sohor sebagai artis cilik.

Si Cilukba, yang dulu centil, energik dan periang itu, kini berubah menjadi sosok dokter yang anggun, ramah dan bersahaja dalam balutan hijab.

# via dream
Read More >>

Jumat, 20 Juni 2014

Kediaman Ustad Jeffry Al Buchory Kebakaran




Dunia Informasi – Musibah menimpa keluarga almarhum ustad Jeffry Al Buchori pada pagi dini hari Jumat (20/6/2014). Rumah yang dihuni Umi Pipik dan ketiga anaknya habis terbakar.

Saat detikHOT menyambangi kediaman Umi Pipik di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan seisi dalam rumah habis terbakar. Kejadian terjadi pada pukul 03.00 WIB dini hari saat semuanya terlelap tidur.

"Jam 03.00 WIB lewat posisinya lagi pada tidur semua sumbernya dari ruang tamu mungkin yah instalasi listrik yah pas orang PLN periksa," ujar Opick kerabat dari Umi Pipik saat ditemui di Bukit Mas, Rempoa, Bintaro, Jakarta Selatan, Jumat (20/6/2014).

Opick yang juga kerabat Umi Pipik ini menuturkan bahwa terdengar suara letupan dari ruang tamu namun tercium bau asap datang dari ruang tamu. Api cepat menjalar disebabkan banyaknya sofa serta wallpaper yang mengiasi kediaman Ustad Jeffry Al Buchory

"Awalnya ada bunyi yang pecah-pecah saya pikir rampok tapi kok bau asep," tambah Opick

Namun kekecewaan terlihat dari pihak kerabat Uje, Opick yang menyesalkan lambannya penanganan pihak pemadam kebakaran. Api yang sudah menyala sejak pukul 03.00 WIB baru dapat dipadamkan pada pukul 04.00 WIB namun lewat sejam dari pemadaman pihak pemadam kebakaran baru saja tiba pada pukul 05.00 WIB

"Kita madamin pemadam baru dateng hampir satu jam (proses pemadaman) jam 4 lewat baru padam blanwir baru dateng jam 5 kita madamin pake air kolam," jelas Opick

# via detik
Read More >>

Ki Joko Bodo Tobat, Ustad Solmed Berharap Paranormal Lain 'Tertular'




Dunia Informasi – Pengakuan paranormal Ki Joko Bodo yang telah bertobat disambut baik kalangan lain. Ustad Solmed pun berharap paranormal lainnya ikut tertular tobatnya Ki Joko.

"Semoga ada banyak orang yang dulu lakukan perdukunan untuk ikuti jejaknya," jelas Solmed saat berbincang dengan detikHOT, Jumat (20/6/2014).

Ki Joko Bodo yang sudah empat kali naik haji mengaku jadi lebih mendekatkan diri kepada Tuhan sejak umroh belum lama ini.

Ki Joko Bodo juga sudah mewakafkan salah satu bidang tanahnya untuk dijadikan masjid. Solmed pun berharap sang paranormal menjadi lebih religius setelah bertobat.

"Semoga yang selama ini ditinggal, jadi dikerjakan," tuntas Solmed.

# via detik.com
Read More >>

Selasa, 03 Juni 2014

JOHNY SETIAWAN, Ph.D - Penemu Planet Pertama dan Bintang Muda



Dunia Informasi – Johny Setiawan membuat mata dunia tercengang dengan penemuan planet pertama yang mengelilingi bintang baru TW Hydrae.

PENEMUAN itu sangat spektakuler karena dari 270 planet di luar tata surya yang telah ditemukan astronom dalam 12 tahun terakhir, tak satu pun planet yang muncul dari bintang muda.

Johny yang memimpin tim peneliti di Max Planck Institute for Astronomy (MPIA), Heidelberg, Jerman itu menemukan planet pertama yang disebut TW Hydrae b dan bintang baru TW Hydrae dengan menggunakan teleskop spektrograf F EROS sepanjang 2,2 meter di La Silla Observatory, Chile.

”Ketika kami mengamati kecepatan lingkaran gas TW Hydrae, kami mendeteksi sebuah variasi periodik yang tidak berasal dari aktivitas TW Hydrae. Kami mengamati kehadiran sebuah planet baru (TW Hydrae b),” ungkap Johny kepada SINDO tadi malam. Planet baru yang ditemukan itu memiliki bobot sekitar sepuluh kali berat Planet Yupiter, planet terbesar dalam Sistem Tata Surya.

Planet baru itu mengorbiti TW Hydrae dalam waktu 3,56 hari dengan jarak sekitar 6 juta kilometer. Ini dapat disamakan dengan 4% jarak antara Matahari dan Bumi. Dengan penemuan tim yang dipimpin Johny tersebut, peneliti dapat membuat kesimpulan penting tentang waktu pembentukan planet.Sejumlah pertanyaan pelik yang selama ini dihadapi peneliti, seperti bagaimana dan di mana sistem planet terbentuk?

Bagaimana arsitektur planet? Seberapa lama proses pembentukannya? Bagaimana posisi planet-planet seperti bumi di Galaksi Bima Sakti? Akan segera terjawab. Johny menyadari pentingnya penemuannya tersebut. Dia menjelaskan, bagaimana planet yang baru berumur 8–10 juta tahun (sekitar 1/500 tahun umur Matahari) itu sebagai sebuah kejutan di Tahun Baru ini.

Peneliti lain dalam tim Johny menjelaskan bahwa pihaknya tidak salah menyimpulkan bahwa planet baru itu memang muncul. ”Untuk menghindari salah tafsir atas data, kami telah menginvestigasi seluruh aktivitas yang mengindikasikan TW Hydrae b. Tapi karakteristik planet baru ini sangat berbeda dari perputaran gas di lingkaran utama bintang baru itu. Mereka lebih stabil dan memiliki periode yang pendek,” papar Ralf Launhardt, koordinator program penelitian planet luar tata surya di sekeliling bintang-bintang muda.

Planet terbentuk dari gas dan debu dalam sebuah cakram yang berputar pendek setelah kelahiran sebuah bintang. Tidak keseluruhan proses terbentuknya planet baru ini dipahami pakar. Meski demikian, penemuan TW Hydrae b menyediakan teori baru tentang pembentukan planet.

Berdasarkan studi statistik, Johny memperkirakan rata-rata keadaan cakram gas dan debu itu akan membentuk planet dalam waktu maksimal 10–30 juta tahun. Johny menandaskan, penemuan TW Hydrae b merupakan bukti langsung bahwa pembentukan sebuah planet raksasa tidak bisa lebih lama dari usia bintang yang diorbitinya, 8–10 juta tahun.

”Ini merupakan penemuan paling luar biasa dan spektakuler dalam studi planet-planet di luar tata surya. Untuk pertama kali, kita telah menemukan langsung bahwa planet-planet terbentuk dalam lingkaran cakram. Penemuan TW Hydrae b membuka jalan untuk mengaitkan evaluasi lingkaran cakram dengan proses pembentukan dan migrasi planet,” papar Thomas Henning, direktur Planet and Star Formation Department di MPIA.



Johny memaparkan, peneliti di MPIA kini sedang mengembangkan peralatan generasi baru untuk mendeteksi planet-planet dengan teknik berbeda. Misalnya dengan instrumen baru astrometri untuk mengamati gerakan sebuah bintang saat melintasi planet di antariksa, serta transit fotometri untuk mengamati planet saat bergerak di depan bintang.

”Kita akan lebih memahami formasi planet saat kita mengetahui keanekaragaman sistem planet. Kita akan mampu menempatkan Sistem Tata Surya kita dalam sebuah konteks universal. Akhirnya, tentu di masa depan kita dapat menjawab pertanyaan: ’apakah kita sendirian di Semesta?” ungkap Johny yang baru tiba di Heidelberg setelah pekan lalu berlibur di Jakarta.

Johny merupakan warga Indonesia yang tinggal di Kota Heidelberg, Jerman. Sebagai seorang astronom yang sedang melakukan riset post doctoral, pria kelahiran 16 Agustus 1974 di Jakarta itu mengaku telah memiliki ketertarikan tentang perbintangan sejak kecil. Alumnus SD St.Fransiskus I dan SMP Immaculata, Marsudirini, itu kemudian melanjutkan pendidikan di SMA Fons Vitae I, Marsudirini, Jakarta.

Setamat SMA, pada 1992–1993,Johny mengenyam pendidikan pra-universitas di Studienkolleg Heidelberg,Jerman. Johny kemudian mempelajari Fisika di Albert-Ludwigs-Universitat, Freiburg, Jerman, dan mengambil Master di Kiepenheuer-Institute for Solar Physics, Freiburg. Disertasinya di Kiepenheuer-Institute for Solar Physics, Freiburg, berjudul Radial velocity variation of G and K Giants.

Sejak Juni 2003, Johny bekerja sebagai peneliti post-doctoral di MPIA, di Department of Planet and Star Formation (Prof. Dr.Thomas Henning). Wilayah risetnya saat ini meliputi planet-planet di luar tata surya di sekitar bintangbintang muda dan bintang-bintang yang sedang terbentuk. Selain itu,Johny yang tinggal di Bintaro Sektor IX ini juga meneliti atmosfer yang berperan sebagai bintang.

”Secara khusus saya bekerja di sejumlah proyek seperti ESPRI (Pencarian Planet dengan PRIMA/ Phase-Referenced Imaging and Micro-arcsecond Astrometry). Di sini saya menyeleksi dan mengamati karakteristik bintangbintang untuk program pencarian planet,”ungkapnya. Sejak 2003, Johny memimpin penelitian di observasi bintang dan planet ESO La Silla. ”Kami telah sukses mendeteksi sejumlah planet yang saling berhubungan,” ungkap Johny yang memiliki kemampuan bahwa Jerman, Inggris, dan Spanyol.

Di tengah kesibukannya meneliti, Johny meluangkan waktu untuk menyalurkan sejumlah hobi yang beragam, mulai memasak, jalan-jalan, olahraga renang dan fitnes, melukis dengan akrilik, serta bermain piano.

# via viva.co.id
Read More >>

Dr Nurul Taufiqu Rochman, MEng - Mendanai Riset Dari Bisnis Serabutan



Dunia Informasi – Demi menambal biaya penelitian, para ilmuwan kita di sini harus jungkir balik. Ada yang patungan menyewakan lapangan futsal.

Berbongkah batu alam tergeletak di dalam kardus di ruangan yang tak terlalu luas itu. Serbuk silika berwarna kuning, pasir besi, beberapa alat pemotong besi, dan pemisah magnet tampak berserakan di lantai berlapis kayu.

“Beginilah kalau sedang bekerja, berantakan,” ujar Dr Nurul Taufiqu Rochman, MEng, Jumat malam lalu. Di ruang berukuran 5 x 8 meter itulah peneliti fisika di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Puspiptek Serpong, Tangerang, ini melakukan riset teknologi nano.

Ruangan yang terletak di lantai dua Pusat Penelitian Fisika LIPI itu nyaris seperti kapal pecah. Sejumlah diktat dan proposal berserakan di atas meja. Beberapa unit komputer serta alat-alat eksperimen rakitan Nurul dan delapan stafnya juga belum dibereskan.

Malam itu, pria lulusan Kagoshima University, Jepang, ini menunjukkan kehebatan pemisah magnet temuannya. Nurul tak perlu terbang jauh ke luar negeri untuk membeli komponen alat itu karena tersedia di Glodok, Jakarta Barat. Nurul memasukkan sejumput pasir besi ke alat tersebut. Setelah diputar, pasir yang mengandung besi oksida turun dan yang tak mengandung besi oksida menempel pada lempengan karet yang melengkung ke bawah.

Dari serbuk pasir yang telah dinanokan itu bisa dibentuk batangan besi dan tabung besi. Menurut Nurul, pasir besi sangat mudah dicari. “Sekilo paling cuma Rp 250. Kalau sudah dinanokan, bisa mencapai Rp 1 juta. Ini peluang bisnis untuk mengolah kekayaan alam Indonesia,” ujarnya.

Teknologi nano yang sederhana dan pengolahan yang tak rumit membuat pasir besi selanjutnya bisa diolah menjadi tinta printer seharga Rp 250 ribu. Kekayaan alam Indonesia yang melimpah itulah yang membuat Nurul pulang kampung setelah 15 tahun kuliah dan bekerja di Negeri Sakura. Pria kelahiran Malang, Jawa Timur, 5 Agustus 1970, itu menyelesaikan S1 sampai S3 teknik mesin di Kagoshima University atas biaya Habibie Center.

“Saya gemes banget. Apa yang mungkin orang lain tidak lakukan, saya bisa kerjakan. Makanya saya ingin di bengkel ini mestinya juga lahir Apollo berteknologi nano,” katanya seraya menunjuk sejumlah mesin.

Peraih Ganesha Widya Jasa Adiutama Award dari Institut Teknologi Bandung pada 2009 itu bersemangat menciptakan alat-alat baru berteknologi nano yang belum ada di dunia dari kekayaan alam Indonesia.

“Di tangan saya dan tim, alat semacam ini harganya cuma Rp 5 sampai Rp 20 juta.” ujar Nurul sembari memperlihatkan milling gerak elips 3 dimensi yang difungsikan sebagai penghancur partikel nano.

# via viva.co.id
Read More >>

Prof Dr. KHOIRUL ANWAR: TERINSPIRASI KISAH FIRAUN




Dunia Informasi – Bangkai burung, balsam gosok, dan kisah mumi Firaun. Siapa mengira tiga benda sepele itu ada gunanya. Tapi itulah trio yang “menghidupkan” pria kampung seperti Khoirul Anwar. Dia kini menjadi ilmuwan top di Jepang. Wong ndeso asal Dusun Jabon, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, itu memegang dua paten penting di bidang telekomunikasi. Dunia mengaguminya. Para ilmuwan dunia berkhidmat ketika pada paten pertamanya Khoirul, bersama koleganya, merombak pakem soal efisiensi alat komunikasi seperti telepon seluler.

Graduated from Electrical Engineering Department, Institut Teknologi Bandung (with cum laude honor) in 2000. Master and Doctoral degree is from Nara Institute of Science and Technology (NAIST) in 2005 and 2008, respectively. Dr. Anwar is a recipient of IEEE Best Student Paper award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) 2006, California, USA.
.

Prof Dr. Khoirul Anwar adalah pemilik paten sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) adalah seorang Warga Negara Indonesia yang kini bekerja di Nara Institute of Science and Technology, Jepang.

Dia mengurangi daya transmisi pada orthogonal frequency division multiplexing. Hasilnya, kecepatan data yang dikirim bukan menurun seperti lazimnya, melainkan malah meningkat. “Kami mampu menurunkan power sampai 5dB=100 ribu kali lebih kecil dari yang diperlukan sebelumnya,” kata dia. Dunia memujinya. Khoirul juga mendapat penghargaan bidang Kontribusi Keilmuan Luar Negeri oleh Konsulat Jenderal RI Osaka pada 2007.

Pada paten kedua, lagi-lagi Khoirul menawarkan sesuatu yang tak lazim. Untuk mencapai kecepatan yang lebih tinggi, dia menghilangkan sama sekali guard interval (GI). “Itu mustahil dilakukan,” begitu kata teman-teman penelitinya. Tanpa interval atau jarak, frekuensi akan bertabrakan tak keruan. Persis seperti di kelas saat semua orang bicara kencang secara bersamaan.

Istilah ilmiahnya, terjadi interferensi yang luar biasa. Namun, dengan algoritma yang dikembangkan di laboratorium, Khoirul mampu menghilangkan interferensi tersebut dan mencapai performa (unjuk kerja) yang sama. “Bahkan lebih baik daripada sistem biasa dengan GI,” kata pria 31 tahun ini.

Dua penelitian istimewa itu mungkin tak lahir bila dulu Khoirul kecil tak terobsesi pada bangkai burung, balsam yang menusuk hidung, serta mumi Firaun. Bocah kecil itu begitu terinspirasi oleh kisah Firaun, yang badannya tetap utuh sampai sekarang. Dia pun ingin meniru melakukan teknologi “balsam” terhadap seekor burung kesayangannya yang telah mati. “Saya menggunakan balsam gosok yang ada di rumah,” kata anak kedua dari pasangan Sudjianto (almarhum) dengan Siti Patmi itu.

Khoirul berharap, dengan percobaannya itu, badan burung tersebut bisa awet dan mengeras. Dengan semangat, ia pun melumuri seluruh tubuh burung tersebut dengan balsam gosok. Sayangnya, hari demi hari berjalan, kata anak petani ini, “Teknologi balsam itu tidak pernah berhasil.” Penelitian yang gagal total itu rupanya meletikkan gairah meneliti yang luar biasa pada Khoirul. Itulah yang mengantarkan alumnus Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung tersebut kini menjadi asisten profesor di JAIST, Jepang. Dia mengajar mata kuliah dasar engineering, melakukan penelitian, dan membimbing mahasiswa. Saat ini Khoirul sedang menekuni dua topik penelitian yang dilakukan sendiri dan enam topik penelitian yang digarap bersama enam mahasiswanya.

# via viva.co.id
Read More >>

Prof Nelson Tansu, PhD- Pakar Teknologi Nano



Dunia Informasi – Berita dari Medan itu membuat Nelson Tansu lemas. Di Universitas Lehigh, Pennsylvania, Amerika Serikat, tempatnya bekerja sehari-hari, Agustus 2 tahun lalu ia meradang. Kabar itu demikian membuatnya shocked: mama tercintanya, Auw Lie Min, dan papa tersayangnya, Iskandar Tansu, direktur percetakan PT Mutiara Inti Sari, tewas. Mereka dibunuh oleh perampok di area perkebunan karet PTPN II Tanjung Morawa.

Peristiwa itu sempat membuatnya "tak percaya" terhadap Indonesia. Pria kelahiran 20 Oktober 1977 ini adalah seorang jenius. Ia adalah pakar teknologi nano. Fokusnya adalah bidang eksperimen mengenai semikonduktor berstruktur nano.

Teknologi nano adalah kunci bagi perkembangan sains dan rekayasa masa depan. Inovasi-inovasi teknologi Amerika, yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari seluruh orang di dunia, bertopang pada anak anak muda brilian semacam Nelson. Nelson, misalnya, mampu memberdayakan sinar laser dengan listrik superhemat. Sementara sinar laser biasanya perlu listrik 100 watt, di tangannya cuma perlu 1,5 watt.

Penemuan-penemuannya bisa membuat lebih murah banyak hal. Tak mengherankan bila pada Mei lalu, di usia yang belum 32 tahun, Nelson diangkat sebagai profesor di Universitas Lehigh. Itu setelah ia memecahkan rekor menjadi asisten profesor termuda sepanjang sejarah pantai timur di Amerika. Ia menjadi asisten profesor pada usia 25 tahun, sementara sebelumnya, Linus Pauling, penerima Nobel Kimia pada 1954, menjadi asisten profesor pada usia 26 tahun. Mudah bagi anak muda semacam Nelson ini bila ingin menjadi warga negara Amerika.




Amerika pasti menyambutnya dengan tangan terbuka. "Apakah tragedi orang tuanya membikin Nelson benci terhadap Indonesia dan membuatnya ingin beralih kewarganegaraan?" "Tidak. Hati Saya tetap melekat dengan Indonesia," katanya kepada Tempo. Nelson bercerita, sampai kini ia getol merekrut mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan riset S-2 dan S-3 di Lehigh. Ia masih memiliki ambisi untuk balik ke Indonesia dan menjadikan universitas di Indonesia sebagai universitas papan atas di Asia.

Jawaban Nelson mengharukan. Nelson adalah aset kita. Ia tumbuh cemerlang tanpa perhatian negara sama sekali. Bila Koran Tempo kali ini menurunkan liputan khusus mengenai orang-orang seperti Nelson, itu karena koran ini melihat sesungguhnya kita cukup memiliki ilmuwan dan pekerja profesional yang berprestasi di luar negeri. Diaspora kita bukan hanya tenaga kerja Indonesia. Kita memiliki sejumlah Nelson lain—di Amerika, Eropa, dan Jepang. Orang orang yang sebetulnya, bila diperhatikan pemerintah, akan bisa memberikan sumbangan berarti bagi kemajuan Indonesia.

# via viva.co.id
Read More >>

Joe-Hin Tjio - Sang Penemu 23 Kromosom dari Indonesia


Dunia Informasi – Siapa sangka seorang ilmuwan dari Indonesia ternyata berperan penting dalam perkembangan bioteknologi khususnya genetika. Dia bersama koleganyalah yang menemukan dan memastikan bahwa kromosom manusia berjumlah 23 pasang, padahal sebelumnya para ilmuwan meyakini bahwa jumlah kromosom manusia adalah 24.

Kisahnya bermula tahun 1921, ada 3 orang yang datang kepada Theophilus Painter meminta untuk dikebiri. Dua pria kulit hitam dan seorang pria kulit putih itu merelakan ’senjata’ mereka dicopot berdasarkan kepercayaan yang mereka anut. Painter yang orang Texas ini lantas mengamati isi testis ketiga orang tadi, dia sayat tipis-tipis, lalu diproses dengan larutan kimia, dan dia amati di bawah mikroskop. Ternyata ia melihat ada serabut-serabut kusut yang merupakan kromosom tak berpasangan pada sel testis. Hitungan dia saat itu ada 24 kromosom. Dia sangat yakin, ada 24.

‘Keyakinan’ ini dikuatkan oleh ilmuwan lain yang mengamati dengan cara berbeda, mereka pun mendapat hasil yang sama, 24 kromosom. Bahkan hingga 30 tahun ‘keyakinan’ ini bertahan. Begitu yakinnya para ilmuwan akan hitungan ini sampai-sampai ada sekelompok ilmuwan meninggalkan penelitian mereka tentang sel hati manusia karena mereka tidak menemukan kromosom ‘ke-24′ dalam sel tersebut, mereka ‘hanya’ menemukan 23 saja. Ilmuwan lain berhasil memisah-misahkan kromosom manusia dan menghitungnya, jumlahnya? Tetap 24 pasang.

Barulah 34 tahun setelah ‘tragedi’ pengebirian oleh Painter, ilmuwan menemukan cara untuk memastikan bahwa jumlah kromosom manusia hanya ada 23, bukan 24. Adalah Joe-Hin Tjio yang bermitra dengan Albert Levan di Spanyol menemukan teknik yang lebih baik untuk mendapatkan jumlah 23 pasang kromosom manusia. Bahkan ketika mereka menghitung ulang gambar eksperimen terdahulu yang menyebutkan bahwa jumlahnya ada 24, mereka mendapati hanya ada 23. Benar-benar aneh, mata siapa yang bisa error begini?

Dan memang kenyataan bahwa manusia hanya memiliki 23 pasang kromosom dianggap aneh dan mengejutkan. Pasalnya, simpanse, orang utan dan gorila, yang kandungan genetiknya mirip dengan manusia memiliki 24 pasang kromosom. Jadi kromosom manusia ini lain daripada bangsa ungka (ape) yang lain. Dan usut punya usut, ternyata ada dua kromosom pada gorila yang jika digabungkan ukurannya akan mirip dengan kromosom 2 pada manusia. Sungguh ajaib memang, perbedaan yang ‘kecil’ ini ditambah sedikit keragaman antara gen-gen manusia dan gorila, membuat ‘penampakan’ keduanya jauh berbeda.

Oh ya, kembali ke sang penemu 23 pasang kromosom pada manusia, salah satunya, yaitu Joe-Hin Tjio, adalah orang Indonesia.

Sekilas Joe-Hin Tjio


Seperti ditulis dalam Encyclopædia Britannica, Tjio (diucapkan CHEE-oh) lahir di Jawa tanggal 2 November 1919. Tjio kecil bersekolah di sekolah penjajah Belanda, kemudian dia sempat mendalami fotografi mengikuti jejak ayahnya yang juga seorang fotografer profesional. Namun selanjutnya Tjio memutar stir ke bidang pertanian dengan kuliah di Sekolah Ilmu Pertanian di Bogor, waktu itu Tjio berusaha mengembangkan tanaman hibrida yang tahan terhadap penyakit. Dari sinilah pondasi ilmu genetika membawanya menjadi seorang ahli genetik terkemuka kelak.

Sempat dipenjara selama tiga tahun saat masa pendudukan Jepang, Tjio melanjutkan pendidikannya ke Belanda melalui program beasiswa. Ia melanjutkan kembali studinya mengenai cy****netik tanaman dan serangga hingga menjadi ahli dalam bidang tersebut. Kemudian Tjio menghabiskan waktu 11 tahun di Zaragoza setelah pemerintah Spanyol mengundangnya untuk melakukan studi dalam program peningkatan mutu tanaman. Di sela-sela liburannya, Tjio pun nyambi riset di Institute of Genetics di Lund Swedia dan tertarik untuk meneliti jaringan sel mamalia. Di sinilah penemuannya yang menghebohkan itu ia lakukan. Pada tahun 1955, Tjio menggunakan suatu teknik yang baru ditemukan untuk memisahkan kromosom dari inti (nukleus) sel, ia merupakan salah satu peletak pondasi cy****netik modern –ilmu yang mempelajari hubungan antara struktur dan aktifitas kromosom serta mekanisme hereditas– sebagai sebuah cabang utama ilmu genetika. Penelitiannya yang lain pada tahun 1959 membawa pada penemuan bahwa orang-orang yang terkena Down Syndrome memiliki tambahan kromosom dalam sel-sel mereka.

Ada cerita menarik di balik penemuan jumlah 23 pasang kromosom ini, selain memang hasil penelitiannya yang menghebohkan, Tjio pun melakukan tindakan yang cukup menggemparkan dunia riset Eropa karena ia menolak untuk mencantumkan Albert Levan (kepala Institute of Genetics tempat risetnya dilakukan) sebagai Author utama dalam jurnal yang diterbitkan dalam Scandinavian Journal Hereditas tahun 1956 itu, padahal itu sesuatu yang ‘wajib’ sesuai konvensi Eropa yang telah berlangsung lama. Tjio bahkan mengancam akan membuang pekerjaannya itu jika Tjio tidak dicantumkan sebagai Author utama. Akhirnya, mengingat ini adalah penemuan besar, Levan mengalah dan dia dicantumkan hanya sebagai co-author.

Di sisa 37 tahun terakhir karirnya, Tjio bekerja di NIH (National Institute of Health) Washington. Di sana Tjio mengkompilasi koleksi-koleksi foto-foto ilmiah yang mendokumentasikan penelitian-penelitiannya yang luar biasa. Ternyata bakat fotografi terpendamnya tersalurkan juga di NIH. Prestasi Tjio pun tak bisa dipandang remeh, bahkan sangat membanggakan, terbukti dengan anugerah Outstanding Achievement Award dari Presiden Kennedy tahun 1962.

Tjio tutup usia tanggal 27 November 2001, 25 hari setelah ultahnya yang ke 82 di Gaithersburg, Maryland, Amerika. Kita boleh berbangga sekaligus prihatin, bangga karena ilmuwan kelahiran Indonesia mampu memberi sumbangsih besar untuk ilmu pengetahuan, tapi juga prihatin karena di negeri kita ‘belum’ menjadi tempat bagi ilmuwan luar biasa. Banyak potensi besar orang-orang cerdas yang kurang diperhatikan, sehingga mereka ‘dibajak’ oleh negara-negara lain yang sudah maju dan mau menghargai kehebatan mereka, bahkan sejak mereka masih sangat muda. Tentu sayang jika orang hebat seperti Joe-Hin Tjio yang lahir di Jawa pada akhirnya dikenal sebagai ahli genetik Amerika.

#  via forum.viva.co.id
Read More >>

Prof Dr. Ing BJ Habibie - Pemegang 46 Paten di bidang Aeronautika




Dunia Informasi – Prof. Dr.-Ing. Dr. Sc. H.C. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie lahir tanggal 25 Juni 1936 di Parepare, Sulawesi Selatan Indonesia. Anak ke empat dari delapan bersaudara dari pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardoyo. Dia hanya satu tahun kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) karena pada tahun 1955 dia dikirim oleh ibunya belajar di Rheinisch Westfalische Technische Honuchscule, Aschen Jerman.

Setelah menyelesaikan kuliahnya dengan tekun selama lima tahun, B.J. Habibie memperoleh gelar Insinyur Diploma dengan predikat Cum Laude di Fakultas Teknik Mekanik Bidang Desain dan Konstruksi Pesawat Udara. Pemuda Habibie adalah seorang muslim yang sangat alim yang selalu berpuasa Senin dan Kamis. Kejeniusannya membawanya memperoleh Gelar Doktor Insinyiur di Fakultas Teknik Mekanik Bidang Desain dan Konstruksi Pesawat Udara dengan predikat Cum Laude tahun 1965.

B.J. Habibie memulai kariernya di Jerman sebagai Kepala Riset dan Pembangunan Analisa Struktur Hamburger Flugzeugbau Gmbh, Hamburg Jerman (1965-1969). Kepala Metode dan Teknologi Divisi Pesawat Terbang Komersial dan Militer MBB Gmbh, Hamburg dan Munchen (1969-1973). Wakil Presiden dan Direktur Teknologi MBB Gmbh Hambur dan Munchen (1973-1978), penasehat teknologi senior untuk Direktur MBB bidang luar negeri (1978). Pada tahun 1977 dia menyampaikan orasi jabatan guru besarnya tentang konstruksi pesawat terbang di ITB Bandung.

Tergugah untuk melayani pembangunan bangsa, tahun 1974 B.J. Habibie kembali ke tanah air, ketika Presiden Soeharto memintanya untuk kembali. Dia memulai kariernya di tanah air sebagai Penasehat Pemerintah Indonesia pada bidang teknologi tinggi dan teknologi pesawat terbang yang langsung direspon oleh Presiden Republik Indonesia (1974-1978). Pada tahun 1978 dia diangkat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi merangkap sebagai kepala BPPT. Dia memegang jabatan ini selama lima kali berturut-turut dalam kabinet pembangunan hingga tahun 1998.

Sebelum masyarakat Indonesia menggelar pemilihan umum tahun 1997, Habibie menyampaikan kepada keluarga dan kerabatnya secara terbatas bahwa dia merencanakan berhenti dari jabatan selaku menteri setelah Kabinet Pembangunan Enam berakhir. Namun, manusia merencanakan Tuhan yang menentukan. Tanggal 11 Maret 1998, MPR memilih dan mengangkat B.J. Habibie sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ketujuh.

Pada saat bersamaan, krisis ekonomi melanda kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia, dan hal itu segera berdampak pada krisis politik dan krisis kepercayaan. Kriris berubah menjadi serius dan masyarakat mulai menuntut perubahan dan akhirnya tanggal 21 Mei 1998, Presiden Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya. Sesuai pasal 8 UUD 1945, pada hari yang sama, sebelum itu, B.J. Habibie diambil sumpah jabatannya sebagai Presiden oleh Ketua Mahkamah Agung RI.

Presiden B.J. Habibie memegang jabatan presiden selama 518 hari dan selama masa itu, dibawah kepemimpinannya Indonesia tidak hanya sukses menyelenggarakan pemilihan umum yang jujur dan adil pertama kali tanggal 7 Juni 1999, tetapi juga sukses membawa perubahan yang signifikan terhadap stabilitas, demokratis dan reformasi.

Prof. B.J. Habibie mempunyai medali dan tanda jasa nasional dan internasional, termasuk ‘Grand Officer De La Legium D’Honour, hadiah tertinggi dari Pemerintah Perancis atas konstribusinya dan pembangunan industri di Indonesia pada tahun 1997; ‘Das Grosskreuz’ medali tertinggi atas konstribusinya dalam hubungan Jerman-Indonesia tahun 1987; ‘Edward Warner Award, pemberian dari Dewan Eksekutif Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) pada tahun 1994; ‘Star of Honour ‘Lagran Cruz de la Orden del Merito Civil dari Raja Spanyol tahun 1987. Dia juga menerima gelar doktor kehormatan dari sejumlah universitas, seperti Institut Teknologi Cranfield, Inggris; Universitas Chungbuk Korea dan beberapa universitas lainnya.

Selama kariernya, dia memegang 47 posisi penting seperti Direktur Presiden IPTN Bandung, Presiden Direktur PT PAL Surabaya, Presiden Direktur PINDAD, Ketua Otorita Pembangunan Kawasan Industri Batam, Kepala Direktur Industri Strategis (BPIS) dan Ketua ICMI. Sampai sekarang, ia masih menjabat sebagai Presiden Forum Islam Internasional dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan pengembangan SDM sejak tahun 1977, Penyantun dan Ketua Habibie Centre untuk urusan luar negeri sejak tahun 1999.

Dia juga anggota beberapa institusi non pemerintah internasional seperti Dewan Gerakan Internasional sejak tahun 2002, sebuah LSM yang beranggotakan kurang lebih 40 orang mantan presiden dan Perdana Menteri dari beberapa negara. Dia juga anggota pendiri Perkumpulan Islam Internasional Rabithah ‘Alam Islam sejak tahun 2001 yang bermarkas besar di Mekkah, Saudi Arabia. Dari semua organisasi yang disebutkan sebagian besar telah meminta Habbie menjadi salah satu pendiri Asosiasi Etika Internasional, Politik dan Ilmu Pengetahuan yang telah berdiri pada tanggal 6 Oktober tahun 2003 di Bled Slovenia yang anggotanya terdiri dari negarawan dan ilmuwan dari sejumlah negara.

Aktivitas sebelumnya terlibat dalam proyek perancangan dan desain pesawat terbang seperti Fokker 28, Kendaraan Militer Transall C-130, CN-235, N-250 dan N-2130. Dia juga termasuk perancang dan desainer yang jlimet Helikopter BO-105, Pesawat Tempur, beberapa missil dan proyek satelit.

# via viva.co.id
Read More >>