Sabtu, 14 Maret 2015

Harga Materai 6.000 mi 18.000 di tahun 2016


ag03s.blogspot.com – Tahun depan, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan menaikkan tarif bea materai. Kenaikan ini berlaku untuk materai Rp3.000 dan Rp6.000. "Tahun depan. Di RUU (Revisi Undang-undang) Bea Meterai," ungkap Direktur Peraturan Perpajakan I Irawan melalui pesan singkatnya
kepada Okezone, Sabtu (7/3/2015).

Sebelumnya, Ditjen Pajak tengah mengkaji kenaikan tarif materai sebesar 300 persen. Untuk bea materai seharga Rp3.000 direncanakan naik sebesar Rp10.000. Sementara bea materai seharga Rp6.000 akan naik menjadi Rp18.000.

Irawan mengatakan, sebelumnya telah terjadi kenaikan tarif bea materai. Pertama sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1995 dan telah diubah dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perubahan Tarif Bea Materai dan Besarnya Batas Pengenaan Harga Nominal yang Dikenakan Bea Materai.

Pertimbangan kenaikan tarif ini berdasarkan kemampuan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Terlebih lagi di dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Materai memperbolehkan kenaikan tarif tersebut maksimal enam kali.

"Undang-undang materai bilang dinaikkan 500 maksimal enam kali. Dibandingkan kemampuan ekonomi dan PDB (produk domestik bruto) makanya tarif bea materai perlu dinaikkan," kata Irawan.

Sumber : http://m.okezone.com/read/2015/03/07/20/1115079/tahun-depan-harga-materai-rp6-000-jadi-rp18-000
Read More >>

Kamis, 12 Maret 2015

Cerita Inspiratif : Tentang Seorang Ayah



ag03s.blogspot.com - Sore kemaren, bapak ini bikin hariku biru.. Sebenarnya sudah berkali-kali bapak ini mondar mandir didepan stand sepatu-ku. Tapi setelah agak sepi, baru beliau mendekat. “ Hmmm… begini bu..”.

Beliau mengeluarkan sesuatu yang membuat aku sedikti bingung.Beberapa potongan tali rapia kecil-kecil .

“Anak perempuan saya, 13 tahun, punya badan gemuk dan tinggi. Saya susah sekali menemukan sepatu anak perempuan nomor 42.. Kalo bisa lebih besar lagi, saya mau beli bu…”.

Saya melongo.
Diam.
Hening.

Menatap potongan tali yang begitu detil. Ukuran untuk panjang kaki, lebar kaki, jarak jepit jempol jika ingin mencari sandal jepit pun ada.

Permintaan bapak ini, sungguh berat. Ukuran sepatu dan sandal wanita yang ada di stand saya yg merupakan stok toko sepatu kawan saya di Mojokerto adalah ukuran orang Indonesia pada umumnya, paling besar ukuran nomor 40.

Aku ga mungkin menolak beliau..

Tatapan mata belIau mengingatkanku pada almarhum bapakku. Pria hebat, yang sangat dekat denganku. Semangat berkeliling dunia, kudapatkkan dari beliau.

Seorang pelaut tak berpendidikan formal, yang punya skill membawa kapal penarik minyak, yang bergaji murah. Skill beliau menarik tag boat, keliling Indonesia, bahkan mungkin tak dihargai 10persen dari gaji karyawan berpendidikan tinggi di perusahaan minyak milik asing kala itu.

I LOVE HIM so much.

Ketika beliau pergi, aku masih SMK kelas 2. Aku sempat membenci takdirku saat itu..

Mungkin tatapan inilah yang juga dimiliki almarhum bapakku ketika beliau ke Surabaya, dan aku menitip boneka susan lengkap dengan petunjuk model boneka yg kuinginkan.

“Pak.. bonekanya harus biss ngomong, bisa begerak, bisa nyanyi… pokoknya seperti susan yang dipegang kak ria enez..”. Waktu itu aku masih belum sekolah.

Aku ingat betul.

Aku bertemu bapakku hanya seminggu dalam sebulan. Bapakku menghabiskan hari-hari beliau dilaut.. membawa barang dari Surabaya ke Balikpapan, pulang pergi.

Sebulan kemudian, bonekanya memang kudapatkan. Tidak persis tapi mirip.

Boneka dengan empeng dimulut. Jika empengnya di cabut dari mulut boneka, boneka mirip susan itu akan mengeluarkan suara tangisan bayi meraung-raung.

Dan jika empeng dipasang kembali, bonekanya akan mengeluarkan suara terkekeh-kekeh, sambil mengucapkan : I love you mama..
Balikpapan waktu itu tidak sebesar saat ini. Apalagi kampung baru. Mainan boneka-ku adalah yg terbaru di Surabaya, apalah lagi di Balikpapan. Aku langsung memamerkan boneka-ku dari ujung jembatan gang sampai depan gang.
Bangganya aku!

*me-lap air mata dulu ya*

Mungkin begitu juga bapakku saat itu. Keliling toko mainan di Surabaya untuk memcari boneka pesananku.

**

“Pak.. ukuran 42 ndak ada, tapi saya bisa buatkan 2 minggu. “. Kataku
pada si bapak. Jawaban lancang ini sebenarnya belum aku diskusikan pada temanku si pemilik sepatu. Tapi bodo amat. Si bapak tidak boleh ditolak.

“ Alhamdulillah.. sebulan pun tak pa bu.. asal anak Saya bisa punya sepatu baru. 2 Tahun lalu, saya pernah beli dia sepatu laki-laki nomer 42, tapi karena macam tu.. sepatu masih pantas dipakai anak perempuan.. sampai sekarang sudah kali keberapa itu sepatu sobek dan di jahit ulang..”

Beliau sumringah. Menunjuk model 2 sepatu kulit, kemudian mengeluarkan uang 500ribu, setelah mencatatkan alamat beliau.
Beliau dari salah satu desa kecil di kabupaten kerinci jambi.
Beliau adalah salah satu pemilik UKM perwakilan dari kabupaten jambi yang membuka stand kain songket jambi.

“Bu.. jikapun ibu nanti lupa mengirimkan sepatu saya… saya ikhlas.. ada orang nak tau bagaimana perasaan seorang ayah ingin membahagiakan anaknya.. itupun cukup sudah...“.

Dan beliau pergi, membuat saya berkaca-kaca. Ya! Buat kita orang kota, “persoalan” bapak ini bukanlah hal yg susah. Sepatu perempuan lucu dan unik, sampai No 44-pun ada di PAYLESS STORE, di mall – mall besar.

Tapi bukan tentang itu...

Tapi ini tentang kisah si bapak.

Mungkin sebagian dari kita menganggap bahwa bapak adalah sosok yang dingin.. kaku… tidak perhatian.. monoton.. dan memiliki kosakata terbatas dalam berdialog.

Namun, Rasulullah, meski menyebut "bapak" sebagai “orang kedua”
setelah ibu, itupun disebut setelah yang ke empat. Pastiah karena beliau istimewa…
Ibumu.. ibumu.. ibumu… dan bapakmu..

By : yana
Read More >>

Sabtu, 07 Maret 2015

Cerita Inspirasi : Don't judge a book by its cover



ag03s.blogspot.com - Sebuah kapal pesiar mengalami kecelakaan di laut dan akan segera tenggelam. Sepasang suami istri berlari menuju ke skoci untuk menyelamatkan diri. Sampai di sana, mereka menyadari bahwa hanya ada tempat untuk satu orang yang tersisa. Segera sang suami melompat mendahului istrinya untuk mendapatkan tempat itu. Sang istri hanya bisa menatap kepadanya sambil meneriakkan sebuah kalimat sebelum skoci menjauh dan kapal itu benar-benar menenggelamkannya.

Guru yang menceritakan kisah ini bertanya pada murid-muridnya, “Menurut kalian, apa yang istri itu teriakkan?”

Sebagian besar murid-murid itu menjawab, “Aku benci kamu!” “Kamu tau aku buta!!” “Kamu egois!” “Nggak tau malu!”

Tapi guru itu kemudian menyadari ada seorang murid yang diam saja. Guru itu meminta murid yang diam saja itu menjawab.  Kata si murid, “Guru, saya yakin si istri pasti berteriak, ‘Tolong jaga anak kita baik-baik’”.

Guru itu terkejut dan bertanya, “Apa kamu sudah pernah dengar cerita ini sebelumnya?”

Murid itu menggeleng. “Belum. Tapi itu yang dikatakan oleh mama saya sebelum dia meninggal karena penyakit kronis.”

Guru itu menatap seluruh kelas dan berkata, “Jawaban ini benar.”

Kapal itu kemudian benar-benar tenggelam dan sang suami membawa pulang anak mereka sendirian.

Bertahun-tahun kemudian setelah sang suami meninggal, anak itu menemukan buku harian ayahnya. Di sana dia menemukan kenyataan bahwa, saat orangtuanya  naik kapal pesiar itu, mereka sudah mengetahui bahwa sang ibu menderita penyakit kronis dan akan segera meninggal. Karena itulah, di saat darurat itu, ayahnya memutuskan mengambil satu-satunya kesempatan untuk bertahan hidup.  Dia menulis di buku harian itu, “Betapa aku berharap untuk mati di bawah laut bersama denganmu. Tapi demi anak kita, aku harus membiarkan kamu tenggelam sendirian untuk selamanya di bawah sana.”

Cerita itu selesai. Dan seluruh kelas pun terdiam.

Guru itu tahu bahwa murid-murid sekarang mengerti moral dari cerita tersebut, bahwa kebaikan dan kejahatan di dunia ini tidak sesederhana yang kita sering pikirkan. Ada berbagai macam komplikasi dan alasan di baliknya yang kadang sulit dimengerti.

Karena itulah kita seharusnya jangan pernah melihat hanya di luar dan kemudian langsung menghakimi, apalagi tanpa tahu apa-apa.

Mereka yang sering membayar untuk orang lain, mungkin bukan berarti mereka kaya, tapi karena mereka menghargai hubungan daripada uang.

Mereka yang bekerja tanpa ada yang menyuruh, mungkin bukan karena mereka bodoh, tapi karena mereka menghargai konsep tanggung jawab.

Mereka yang minta maaf duluan setelah bertengkar,  mungkin bukan karena mereka bersalah, tapi karena mereka menghargai orang lain.

Mereka yang mengulurkan tangan untuk menolongmu, mungkin bukan karena mereka merasa berhutang, tapi karena menganggap kamu adalah sahabat.

Mereka yang sering mengontakmu, mungkin bukan karena mereka tidak punya kesibukan, tapi karena kamu ada di dalam hatinya...
Read More >>

Kamis, 05 Maret 2015

Tarif Kereta Api Naik sampai 150% mulai 1April 2015


ag03s.blogspot.com - Mulai tanggal 1 April 2015, tarif kereta api (KA) Kelas Ekonomi Jarak Sedang dan Jarak Jauh akan naik. Bahkan kenaikannya ada yang lebih dari 100%. Mengutip siaran tertulis PT KAI (Persero) yang diterima Kamis (5/3/2015), ada 4 faktor utama yang menyebabkan kenaikan tarif tiket KA kelas ekonomi yaitu:

1. Fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM).
2. Perubahan pedoman perhitungan tarif, di mana sebelumnya menggunakan Peraturan Menteri (PM) No 28/2012 menjadi PM No 69/2014.
3. Perubahan margin dalam perhitungan biaya operasional KA ekonomi yang semula 8% menjadi 10%.
4. Fluktuasi kurs dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah, terkait impor suku cadang.

"PT KAI dan pemerintah memutuskan pemberlakukan tarif ini agar tetap memberikan pelayanan bertransportasi kepada masyarakat yang masih terjangkau. Sementara untuk KA kelas komersial masih tetap  berdasarkan Tarif Batas Atas (TBA) dan Tarif Batas Bawah (TBB), mengikuti dinamika pasar," sebut keterangan PT KAI.

Kenaikan tarif, lanjut siaran tersebut, juga terkait kebutuhan penggantian suku cadang secara rutin/berkala guna mendukung kelancaran operasional dan keselamatan. Saat ini PT KAI masih mengimpor 90% suku cadangnya, baik itu untuk lokomotif maupun kereta.

Berikut adalah rincian kenaikan tarif KA antar kota (Jarak Jauh):
KA Kertajaya (Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi) dari Rp 50.000 menjadi  Rp 90.000 atau naik 80%.
Brantas (Pasar Senen-Kediri) dari Rp 55.000 menjadi Rp 90.000 atau naik 63%.
Kutojaya Utara (Pasar Senin-Kutoarjo) dari Rp 40.000 menjadi Rp 80.000 atau naik 100%.
Bengawan (Pasar Senen-Purwosari) dari Rp 50.000 menjadi Rp 80.000 atau naik 60%.
Progo (Pasar Senen-Lempuyangan) dari Rp 50.000 menjadi Rp 75.000 atau naik 50%.
GBM Selatan (Pasar Senen-Surabaya Gubeng) dari Rp 55.000 menjadi Rp 110.000 atau naik 100%.
Matarmaja (Pasar Senen-Malang) dari Rp 65.000 menjadi Rp 115.000 atau naik 77%.
Tawangjaya (Pasar Senen-Semarang Poncol) dari Rp 45.000 menjadi Rp 65.000 atau naik 44%.
Tegal Arum (Jakarta Kota-Tegal) dari Rp 25.000 menjadi Rp 50.000 atau naik 100%.
Serayu (Jakarta Kota-Korya-Purwokerto) dari Rp 35.000 menjadi Rp 70.000 atau naik 100%.
Mantab (Pasar Senen-Madiun) dari Rp 55.000 menjadi Rp 130.000 atau naik 136%.

Ini rincian kenaikan KA perkotaan (Jarak Sedang):
Merak Jaya/Patas Merak/Banten Ekspres/Lokal (Merak-Angke) dari Rp 5.000 menjadi Rp 8.000 atau naik 60%.
CilamayaEkspres/Cepat Purwakarta (Purwakarta-Jakarta Kota) dari Rp 3.000 menjadi Rp 6.000 atau naik 100%.
Lokal Rangkas/Ekonomi Lokal (Angke-Rangkasbitung) dari Rp 2.000 menjadi Rp 5.000 atau naik 150%.
Jatiluhur (Cikampek-Jakarta Kota) dari Rp 2.500 menjadi Rp 5.000 atau naik 100%.
Walahar Ekspres/Ekonomi Lokal (Jakarta Kota-Purwakarta) dari Rp 3.000 menjadi Rp 6.000 atau naik 100%.

Sumber berita: http://finance.detik.com/read/2015/03/05/151002/
2850661/4/tarif-kereta-api-ekonomi-naik-sampai-150-per-1-april-ini-
daftarnya
Read More >>

Senin, 02 Maret 2015

Pajak 10% Bagi Pengguna Tol berlaku mulai April 2015



ag03s.blogspot.com - Mulai April 2015, para operator jalan bebas hambatan (tol) wajib memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bagi pengguna jasa jalan tol. Artinya bagi pengguna tol akan dikenakan pajak 10% saat membayar di pintu tol.

"Sudah saya teken (peraturan) tadi. Mulai berlaku 1 April kalau nggak salah," kata Dirjen Pajak Sigit Priadi saat ditemui di Komplek Istana, Jakarta, Senin (2/3/2015)

Sigit mengatakan pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan para operator tol seperti PT Jasa Marga terkait rencana pengenaan PPN 10% bagi pengguna jasa tol. Tugas operator tol hanya memungut PPN kepada konsumen.

Adanya PPN 10% maka secara langsung akan membuat tarif tol naik. Kenaikan ini di luar dari kenaikan tarif tol yang berlangsung secara reguler 2 tahun sekali. Namun ada rencana pengenaan PPN berbarengan dengan kenaikan tarif tol reguler.

"Akan naik, tarifnya akan naik bersamaan dengan perubahan tarif dari Jasa Marga. Kan mereka mau naikkan. Nah bersamaan dengan itu," katanya.

Seperti diketahui jalan tol merupakan salah satu objek jasa yang bisa dikenakan PPN, sesuai dengan Undang-undang (UU) PPN. Rencana ini pernah muncul pada era Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Darmin Nasution pada periode 2006-2009.

Sementara itu, mengenai kenaikan tarif tol reguler, kenaikan tarif tol yang berlaku setiap dua tahun sekali telah diatur dalam UU No 38 tahun 2004 tentang Jalan, serta Peraturan Pemerintah No 15 tahun 2005 tentang jalan tol yang kemudian diubah dengan PP No 43 tahun 2013.

Regulasi tersebut menyebutkan evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilakukan setiap dua tahun berdasarkan tarif lama yang disesuaikan dengan pengaruh inflasi. Besaran tarif diatur oleh Peraturan Menteri Pekerjaan Umum.

Berdasarkan jadwal, di awal 2015 akan ada kenaikan tarif reguler dua tahun sekali untuk Tol Semarang-Solo seksi II di April. Kemudian pada Mei 2015 yaitu Makassar seksi I dan Bogor Ring Road. Lainnya akan naik di bulan Oktober, November hingga Desember 2015 yang kurang lebih ada 22 ruas tol yang naik tarifnya.

Sumber detik
Read More >>

Eutanasia GM Indonesia: Sebuah Proses Pematian Menyakitkan



ag03s.blogspot.com - Sembuh tak kunjung datang, sementara rasa sakit terus menjalar. Ada semangat ingin bangkit, tapi tak mengerti obat apa yang harus diminum. Puluhan juta dolar sudah dihabiskan untuk berganti tabib.

Alih-alih bisa menemukan ramuan hebat, namun yang menimpa justru sebaliknya: Peluang hidup semakin tipis. Akhirnya eutanasia dianggap sebagai satu-satu jalan terbaik. Entah benar atau tidak. Tapi setidaknya, itulah cara yang dinilai akan mengurangi siksaan sakit tanpa menyakitkan. Sekalipun harus menghabisi nyawa.

Empat bulan lagi General Motors (GM) akan melakukan eutanasia terhadap satu-satunya pabrik perakitan Chevrolet di Indonesia yang ada di Pondok Ungu, Bekasi. Rencana ini telah diumumkan secara resmi oleh GM Indonesia pada Kamis (26/2) kemarin.

Padahal usia pabrik itu baru genap dua tahun ketika GM Indonesia menghentikan aktivitas produksinya 30 Juni mendatang. Sebelumnya, selama hampir delapan tahun, pabrik ini terbengkalai. Dia tertidur setelah Opel/Chavrolet Blazer yang diproduksi sejak 1995 tak mampu bertahan dari serangan zaman. Blazer pun harus keluar dari kompetisi pada 2005.

Kondisi yang menimpa GM Indonesia ini tentu saja membuat publik, khususnya konsumen Chevrolet serta pemilik dan karyawan dealer Chevrolet di seluruh Indonesia, panik.

Terlebih pabrik yang dibangkitkan dari tidur dengan investasi US$ 150 juta itu digunakan sebagai dapur produksi Chevrolet Spin, produk yang dipilih oleh konsumen yang ingin keluar dari model buatan merek mainstream.

Bagi saya keputusan GM Indonesia menghentikan operasional pabrik di Pondok Ungu bukanlah berita mengejutkan. Sejak pertengahan tahun lalu saya sudah mendengar kabar tentang arah keputusan ini. Malah pada Agustus tahun lalu, usai hari raya Idul Fitri, operasional pabrik GM Indonesia sudah benar-benar dihentikan.

Apalagi saya juga mendapat informasi bahwa sepanjang 2013 GM Indonesia sudah mengalami kerugian sekitar US$ 60 juta dari aktivitas operasionalnya. Malah sepanjang 2014 proses pengurangan karyawan pabrik selalu terjadi hampir saban bulan.

Seorang teman saya, dia pelaku bisnis otomotif, beranggapan bahwa kerugian besar yang dialami GM Indonesia sulit diterima akal pengusaha. Tapi dirinya memaklumi manakala mengetahui GM Indonesia telah terjerumus dalam inefisiensi usaha.

Sebuah kabar yang saya terima, kerugian GM Indonesia merupakan bagian dari penetapan biaya tinggi pada standar pendapatan dan fasilitas bagi para pimpinan perusahaannya yang dijabat orang-orang asing.

Konon biaya sewa rumah untuk managing director yang kala itu dipegang Marcos A. Purty saja bisa mencapai US$ 4.500 per bulan. Ini belum termasuk beban untuk membayar serentetan biaya tunjanggan dan fasilitas lain. Padahal di saat itu, Spin yang menjadi tulang punggung penjualan GM Indonesia sedang berjalan di tempat. Di sisi lain, keterpurukan GM Indonesia terkesan akibat salah mengasuh produk potensial Spin.

Kisah GM Indonesia ini terasa seperti orang sakit demam berdarah kronis yang berharap kesembuhan. Apapun akan dilakukan demi kesehatan. Dia tak lagi menimbang akal sehat. Tabib dari negeri yang tak mengenal demam berdarah pun berani didatangkan sekalipun harus dibayar mahal. Padahal, bagi tabib lokal penyakit negeri tropis itu merupakan perkara biasa.

Ceroboh Sejak Awal
Seorang teman saya yang lama menjalani bidang marketing mengingatkan tentang sebuah pepetah berbunyi, “Don’t change the winning team.” Pepatan ini, setidaknya dalam pandangan saya, sesuai untuk menggambarkan fase bangkit dan terpuruknya GM Indonesia dalam satu dasawarsa terakhir.

Saya pun jadi mengingat kembali tentang sebuah cerita petang di pertengahan 2011. Ketika itu Martin Apfel, presiden operasional GM Asia Tenggara, ingin mengumumkan penunjukkan Marcos A. Purty sebagai pengganti managing director asal Indonesia Mukiat Sutikno. Di kesempatan yang sama Apfel juga menyampaikan rencana GM membangun ulang fasilitas produksi di Pondok Ungu sebagai basis produksi Spin di Asia Tenggara.

Kala itu, usai sesi pertanyaan terakhir saya mengangkat tangan. Dalam forum terbuka saya bertanya kepada Apfel yang duduk di atas panggung besar.

“GM ingin berinvestasi kembali di Indonesia untuk membangun sebuah produk (Spin) untuk menyaingi model (Avanza dan Xenia) yang saat ini dikuasai pemimpin pasar (Toyota dan Daihatsu). Tapi saya tidak melihat satupun orang GM Indonesia yang hadir di sini yang kami kenal memiliki pengalaman otomotif di pemasaran lokal. Orang-orang pemasaran yang kami kenal di GM Indonesia telah pergi. Bagaimana Anda bisa melawan raksasa dengan yang tersisa?” begitu kira-kira bunyi pertanyaan saya kepada Apfel saat itu.

Dengan ringan Apfel menjawab. Katanya, keluar masuk karyawan dalam sebuah perusahaan merupakan hal biasa. Dia pun berkeyakinan mampu menemukan tim marketing baru yang tepat untuk perusahaannya.

Keputusan GM menempatkan Purty sebagai pengganti posisi Mukiat saat itu dinilai beberapa pihak internal GM Indonesia sebagai langkah terlalu berani. Pasalnya, Purty yang terbilang muda tidak berlatar belakang marketing. Sebelum dipindahkan ke Indonesia sebagai direktur manufakturing Purty adalah manajer produksi area Holden Australia yang belum lama ditutup.

Nyatanya, Purty tak mampu mempertahankan posisi GM Indonesia yang naik selama dipegang Mukiat sejak 2007 hingga 2011. Pada 2010 saja Mukiat mengaku telah mendorong GM Indonesia naik ke posisi 12 dari peringkat 30 industri otomotif nasional.

Pada tahun yang sama Mukiat juga berhasil membawa perusahaannya tumbuh 72 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, hal itu bisa dilakukan dengan tim terbaik yang pernah dimiliki GM Indonesia. Ya, sebuah tim yang akhirnya hilang tertelan ombak semangat pembaruan yang datang dari GM Asia Tenggara.

Alhasil, sejak September 2013 Purty pun harus melepaskan jabatannya. Pergantian ini hanya selang sebulan setelah pembawa ombak perubahan di GM Indonesia, Apfel, terhempas daro posisinya di Thailand.

Namun secara mengejutkan posisi Purty sebagai presiden direktur digantikan Michael Dunne. Lelaki ini dikenal luas di kalangan agen pemegang merek di Indonesia sebagai periset data dari Automotive Resources Asia (ARA).

Pendeknya, Dunne bukanlah praktisi marketing di lapangan. Dia memang diakui hebat dalam urusan membaca data riset. Bahkan buku berjudul “American Wheels, Chinese Roads: The Story of General Motors in China” yang ditulisnya bisa menjelaskan siapa Dunne.

Namun faktanya, keahlian membaca riset yang ditawarkan Dunne kepada GM Indonesia tak seindah kenyataan. Dunne pun harus terdepak dari posisinya seiring pengumuman penghentian operasional pabrik Pondok Ungu.

Kini pihak-pihak yang berada di GM Indonesia masih diam seribu bahasa. Hanya kalimat-kalimat pada siaran berita yang mereka ulang kali setiap ditanya media.

Belum jelas bagaimana nasib Spin di masa mendatang. Belum jelas pula akan seperti apa tanggung jawab GM terhadap mitra-mitra bisnisnya, terutama pemilik delaer yang telah menanamkan investasi puluhan hingga ratusan miliar rupiah demi meraih untung dari Spin?

Tapi yang sudah pasti adalah nasib 500 karyawan yang diberhentikan GM Indonesia. Kini mereka harus berpikir keras mencari pekerjaan baru demi menjaga kelangsungan hidup keluarganya. Sebuah ongkos mahal dari ego perusahaan yang percaya bahwa profesional asing bisa lebih memahami kondisi pasar lokal Indonesia.

Penulis: Wisnu Guntoro Adi, Editor-in-Chief www.dapurpacu.com
Read More >>