Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 April 2014

Wisata & Kuliner : Durian Otong di Lebak Banten


Durian. shutterstock

Dunia Informasi – Petani Kabupaten Lebak, Banten, mendirikan desa wisata durian. Desa wisata durian ini dibuat untuk menarik pengunjung dari luar daerah sehingga berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

"Kami optimistis tahun depan banyak pengunjung datang ke sini untuk mengonsumsi durian unggul hasil budi daya petani," kata Ketua Kelompok Tani Desa Sangkanwangi, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Hendi Suhendi, seperti dikutip dari antaranews, Jumat (11/4).

Hendi mengatakan, saat ini pengembangan desa wisata durian memiliki areal tanaman seluas 20 hektare dengan populasi sebanyak 2.000 pohon. Para petani rata-rata menanam durian itu sebanyak 100 pohon per hektare dan jika musim panen bisa produksi sebanyak 20 buah per pohon.

"Apabila buah durian tersebut di pasaran seharga Rp 50.000/buah, petani dapat menghasilkan sebesar Rp1 juta/pohon," ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong warga Desa Sangkanwangi terus mengembangkan tanaman durian unggul hasil persemaian petani setempat.

"Kami yakin desa wisata durian ini dapat mendongkrak ekonomi masyarakat juga dapat mengatasi kemiskinan," ungkapnya.

Menurut dia, budi daya durian unggul jenis otong, hepi dan matahari karena memiliki nilai jual tinggi di pasaran.

Durian otong, hepi, dan matahari merupakan produk unggulan lokal yang dikembangkan petani Desa Sangkanwangi Kecamatan Leuwidamar. Saat ini, hampir semua petani di daerah setempat menanam durian itu di lahan miliknya karena bisa meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Kelebihan durian lokal tersebut tanpa biji dengan buah tebal, rasanya manis, dan beraroma, katanya.

"Kami mengembangkan budi daya durian lokal itu guna mengantisipasi produk-produk impor," jelasnya.

Durian yang dikembangkan petani setempat sudah memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Banten. Mutu buah durian unggulan daerah ini tidak diragukan lagi. Bahkan, petani sudah menjalin kerja sama dengan pengusaha supermarket di Provinsi Banten.

Mereka pengusaha siap menampung produk durian unggul asal Desa Sangkanwangi Kabupaten Lebak. Pihaknya terus mengembangkan buah durian sebagai produk lokal yang harus dijadikan kebanggaan, juga dapat meningkatkan ekonomi petani, dan bahkan kualitasnya tidak kalah dengan durian impor.

Desa wisata durian itu diharapkan banyak warga luar daerah datang ke tempat itu hanya untuk menikmati buah durian.

"Durian otong, hepi, dan matahari memiliki keunggulan tersendiri, baik rasa maupun aromanya juga tanpa biji," imbuhnya.

Petani Leuwidamar, Ahmad, menjelaskan dirinya mengembangkan durian unggulan itu di areal seluas 1,5 hektare. Dia memperkirakan memanen buah itu pada tahun 2015.

"Kami berharap durian itu bisa dipanen dan tidak terserang hama dan penyakit," kata Ahmad.

sumber
Read More >>

Selasa, 08 April 2014

Enaknya Soto Lidah Banyuwangi


KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Soto lidah di Warung Pak Salim, Jalan Ahmad Yani, Banyuwangi, Jawa Timur.

Dunia Informasi – Jika berbicara soto pasti yang terbayang adalah soto ayam, soto daging atau soto babat. Tapi jika Anda ingin merasakan soto yang dengan sensasi rasa yang berbeda Anda bisa menikmati soto lidah di Warung Pak Salim, Jalan Ahmad Yani, tepat di tengah kota Banyuwangi.

Menurut Robby (31), warung yang didirikannya merupakan generasi ketiga. "Nama warung Pak Salim diambil dari nama kakek saya. Dulunya kakek dan ayah saya juga penjual soto tapi ya itu tadi hanya soto ayam, soto daging dan soto babat," katanya kepada Kompas.com, di Banyuwangi, Senin (24/3/2014).

Robby mengaku memilih lidah sebagai bahan utama karena rasanya lembut dan juga punya cita rasa yang khas. Dalam waktu satu hari biasanya Robby menghabiskan minimal 10 kilogram lidah sapi. "Jika di hari libur atau akhir pekan biasanya lebih banyak. Kami memilih lidah yang masih segar langsung dari pemotongnya," katanya.

Cara memasaknya tentu saja berbeda dengan daging. Awalnya lidah sapi yang sudah dicuci bersih direbus kurang dari 25 menit. "Setelah itu diangkat dan dikupas. Bagian luar yang kasar itu dibuang sehingga yang tersisa hanyalah bagian yang lembut. Setelah itu lidah dibumbui dan perebusan kedua tidak dicampur langsung dengan kuah karena bisa merusak rasa kuah. Selain itu lidahnya juga hancur karena terlalu lama direbus," paparnya.

Setelah perebusan kedua dengan bumbu, lidah akan segera diangkat dan ditempatkan di wadah sendiri. Bumbu yang disiapkan sama seperti soto kebanyakan seperti kunyit, bawang merah, bawang putih, kemiri, jahe, ketumbar, lada, laos, serai dan daun jeruk.

"Yang membedakannya ya berapa banyak penggunaan bahan dan komposisi pencampuran bumbu. Itu yang membuat rasa soto keluarga kami tidak berubah selama bertahun-tahun," jelasnya.

Kuah soto juga terlihat lebih pekat, kental dan kaya bumbu tidak bening seperti soto kebanyakan. Aromanya juga akan langsung membuat perut Anda keroncongan. Saat ada yang memesan, barulah lidah dipotong-potong dan disajikan dengan kuah yang panas, kental dan segar. "Kalau ada pembeli yang mau nambah koya atau kol kami persilakan," katanya.



KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Soto lidah di Warung Pak Salim, Jalan Ahmad Yani, Banyuwangi, Jawa Timur. Biasanya para pembeli akan memenuhi Warung Pak Salim pada saat jam makan. "Ya seperti saat ini. Semua kursi penuh kalau makan siang," katanya sambil menunjukkan kursi warungnya yang penuh.

Robby menjelaskan, warungnya juga menyediakan berbagai macam isian soto mulai dari ayam, daging, babat, dan paru. "Tapi tetap lidah juaranya," katanya.

Menurut Sumarsono, salah satu pelanggan warung Pak Salim, dirinya sengaja memesan soto lidah, soalnya jarang ada yang jual. "Selain itu juga lembut kalau digigit. Beda sekali sama daging untuk teksturnya. Mau makannya siang atau malam, buat saya soto ini bisa dinikmati setiap saat," tuturnya.

Apalagi, menurut bapak satu anak ini, soto tersebut akan semakin nikmat jika ditambahkan perasan jeruk, koya dan juga sambal. "Mantap deh," katanya sambil menyeruput kuah soto yang terlihat kental.

Untuk Anda yang ingin menikmati sensasi soto lidah ini, tidak perlu mengeluarkan uang banyak. Harga satu mangkok soto lidah sebesar Rp 12.000. Soto lidah yang sanggup menggoyang lidah Anda.

sumber
Read More >>

Sabtu, 12 Oktober 2013

Kenapa Nasi Padang Isinya Lebih Banyak Kalau Dibungkus ?

 


Dunia Informasi - Sudah banyak pertanyaan dan jawaban tentang kenapa kalau kita beli nasi padang dengan dibungkus isinya jauh lebih banyak daripada kalau kita makan di tempat?

Jawaban paling populer adalah karena dengan dibungkus, si penjual tidak perlu repot mencuci piring dan mengurangi biaya sabun cuci.

Jawaban yang logis, tapi cenderung dipaksakan. Dibandingkan dengan biaya sabun, kalau dihitung-hitung, biaya nasi lebih jauh lebih besar. Ini tentu bertentangan dengan apa yang diketahui oleh masyrakat umum kalo orang padang itu perhitungan (baca: pelit). Jawaban seperti di atas tidak lebih jawaban ngeles dari si penjual karena mereka nggak tau sejarah asal muasal dari pertanyaan di atas.  Oh iya, Sobat tidak salah baca. Ada sejarah di balik kenapa kalau beli nasi padang isinya lebih banyak daripada makan di tempat, dan sejarah ini berawal sejak zaman penjajahan Belanda.

Baiklah, mari kita mulai saja pembahasannya:

Di Sumatera Barat dan sekitarnya (termasuk Pekanbaru), rumah makan di sana tidaklah disebut dengan Rumah Makan Padang, melainkan RM Ampera. Jamak ditemui rumah makan di sana diawali oleh kata Ampera kemudian barulah disusul dengan nama RM itu sendiri. Misal, RM Ampera Beringin, RM Ampera Siti Nurbaya, dll. Ampera sendiri adalah kepanjangan dari AManat PEnderitaan RAkyat. Di akhir pembahasan ini akan ditemukan asal muasal kenapa mereka menggunakan nama Ampera. Memang ada jenis yang lain yaitu RM Kapau, tapi kita lewati saja dulu, mungkin nanti akan dibahas tersendiri.

Kembali ke RM Padang tadi. Di masa penjajahan dulu, RM Padang termasuk RM yang ekslusif, hanya kaum penjajah dan para saudagar kaya saja yang bisa menikmati lezatnya rendang, gulai tunjang, kepala ikan kakap, dendeng, dan kawan-kawan. Bahkan, saudagar kaya yang dimaksud di sini adalah saudagar etnis Cina (No Sara, red) bukan yang pribumi. Kenapa bisa demikian? Yah, di masa penjajahan, daging dan beras termasuk komoditi mahal yang rakyat tidak selalu dapat membeli. Oleh karena itulah, harga makanan padang menjadi mahal dan seperti yang udah disebut di atas, hanya para penjajah dan saudagar kaya yang bisa menikmatinya.

Dan di sinilah sejarah itu dimulai, kenapa kalau beli nasi padang, isinya lebih bayak dibungkus daripada makan di tempat? Para pengusaha RM Padang (pastinya orang Minang asli) sadar bahwa saudara-saudaranya juga layak untuk menikmati makanan enak, terlebih lagi makanan khas daerah mereka sendiri. Lebih jauh lagi, mereka para pengusaha ini juga sadar, banyak dari saudara mereka bekerja sebagai buruh kasar untuk para penjajah dan saudagar kaya yang makan di RM mereka, dan saudara mereka ini membutuhkan tenaga dan gizi yang cukup untuk tetap selalu sehat dan bekerja menafkahi keluarga mereka masing-masing.

Entah siapa yang memulai, di suatu waktu, para pengusaha RM ini memberlakukan peraturan baru. Jumlah nasi yang dibeli dengan dibungkus isinya akan jauh lebih banyak daripada makan di tempat. Biaya makan di tempat dibebankan kepada para penjajah dan para saudagar kaya dan biaya makan dibungkus untuk para buruh dan para pribumi lain. Inilah yang di zaman modern disebut subsidi silang. Kebijakan ini oleh para pengusaha disebut dengan Ampera alias Amanat Penderitaan Rakyat. Inilah asalnya kenapa RM Padang di Sumatera Barat sana disebut dengan RM Ampera. Spirit Ampera ini seperti yang kita lihat, masih terbawa sampai detik ini bahkan sudah menyebar di seluruh Indonesia. Tentu saja, nyaris tidak ada tempat di Indonesia ini di mana daerahnya tidak ada RM Padang. Semua pelosok ada. Semoga spirit Ampera ini terus ada sampai akhir jaman.

Nah, itulah alasan kenapa jumlah nasi yang dibeli dengan dibungkus isinya akan jauh lebih banyak daripada makan di tempat. Darimana saya (penulis) tau? Ini adalah penuturan dari salah satu pengusaha RM Padang yang kebetulan tetangga saya di Padang sana. Ada yang tau RM Beringin di kawasan Tabing kota Padang? Tentu, postingan ini bukan official, jadi masih bisa diperdebatkan kebenarannya. Tapi terlepas dari apakah ini hoax atau real, semoga kita bisa mengambil hikmahnya. ^__^

Read More >>

Sabtu, 21 September 2013

Mito A95, Hp Android Spesifikasi Tinggi Harga Murah




Dunia Informasi — Mito A95 adalah salah satu produk baru dari perusahaan Mito Mobile yang saat ini hadir sebagai pemenuh keinginan masyarakat pencinta gadget lokal, setelah sukses dengan Mito A355 mereka memang sepertinya tidak ingin bepuas diri terus dan terus melakukan inovasi. Mito A95 bukan sembarang ponsel lokal, tetapi ponsel pintar yang satu ini bisa dibilang paling canggih dan paling murah dikelasnya, apabila dibandingkan dengan vendor global juga pasti tidak akan kalah, mau tau spesifikasinya seperti apa? Mari kita simak ulasan berikut.

Memang benar spesifikasi yang dihadirkan pada Mito A95 cukup tinggi, seperti pada bagian layarnya sudah mengusung model IPS yang memiliki ukuran 5 Inci dengan menawarkan resolusi HD 1280 x 720 piksel. Sedangkan sebagai protektor layar sudah disematkan Dragon trail yang memungkinkan untuk memberi perlindungan sangat kuat dari goresan. Sedangkan untuk menopang kinerja, sudah dimotori oleh prosesor Quad-core 1.2GHz yang akan diperkuat oleh RAM sebesar 1GB.

Spesifikasi Mito A95 :

  • Jaringan : Dual SIM, Dualband GSM 900|1800 MHz; WCDMA 900|2100 MHz
  • Layar : IPS Display, 5 Inci TFT capacitive touchscreen (+Dragon trail)
  • Resolusi : HD 1280 x 720 piksel
  • Prosesor : Quad-core 1.2GHz
  • Chipset : MediaTek
  • GPU : PowerVR SGX 544MP
  • Memori RAM : 1GB
  • Memori Internal : Ya
  • Memori Eksternal : MicroSD
  • Kamera Utama : 8MP AF LED Flash
  • Kamera Depan : 1.3MP
  • Transfer Data : 3G, HSDPA, GPRS/EDGE
  • Sistem Operasi : Android v4.2 Jelly Bean
  • Konektivitas : Wi-Fi 802. 11 b/g/n, Bluetooth, MicroUSB
  • Browser : HTML
  • FM Radio
  • GPS : A-GPS
  • Face Unlock
  • Fitur lain : Google Play Store, Gmail, Google Maps, Facebook, Twitter, YouTube, Calculator, Calender, Game, Alarm, Clock
  • Baterai : Lithium

Sedangkan sistem operasi yang digunakan oleh Mito A95 adalah Android jelly bean versi 4.2. Kemudian sebagai pendukung entertaimen yang pasti akan membuta anda lebih percaya diri berkat kamera utama yang memiliki sensor 8 megapiksel yang sudah memiliki kemampun autofocus dan LED flash serta dibagian depannya juga tak luput dengan fitur kamera 1.3 megapiksel yang bisa digunakan untuk melakukan video call.

Kelebihan Mito A95 :
  • OS sudah Android Jelly bean 4.2
  • Kamera utama 8 MP AF dan Flash
  • Layar dilapisi anti gores
  • Akses Internet cepat
  • Resolusi layar HD, sehingga kita bisa memainkan game HD atau 3D dengan lancar
  • Dual SIM
  • Kinerja sistem cepat dengan prosesor Quad-corenya
  • Ada fitur Face Unlock, dimana pada saat mode “lock screen’ hanya bisa dibuka dengan pengenalan wajah sang pemilik

Kekurangan Mito A95 :
Beban agak berat
Tidak ada fitur NFC

Harga Mito A95 :

Harga yang akan dibandrolkan ada pada kisaran Rp 2 Jutaan untuk setiap unitnya.

sumber
Read More >>

Senin, 04 Maret 2013

Nasi Goreng Kampung

Foto: Nasi Goreng Kampung

NASI goreng kampung menjadi salah satu dari 30 Ikon Kuliner Tradisional Indonesia. Biasanya, nasi goreng akan lebih enak bila menggunakan nasi sisa atau nasi malam sebelumnya.

Bahan:
3 sdm minyak goreng
750 gr nasi, sebaiknya menggunakan yang dingin atau bermalam
5 butir telur ceplok
4-5 sdm kecap manis
3 sdm bawang goreng
5 buah kerupuk udang yang besar
Acar dari ketimun dan wortel

Bumbu yang dihaluskan:
3 buah cabai merah, buang bijinya
3 siung bawang putih
10 buah bawang merah
1-1¼ sdt garam
1 sdm terasi, bakar

Cara membuat:
1. Panaskan minyak di wajan, tumis bumbu yang telah dihaluskan hingga matang dan mengeluarkan aroma sedap.
2. Masukkan nasi ke dalam wajan, aduk terus hingga bumbu merata. Tambahkan kecap manis dan aduk terus hingga nasi secara keseluruhan panas.
3. Sajikan bersama telur ceplok, taburan bawang goreng, kerupuk udang, dan acar

Resep disarikan dari buku Kulinarischen Traditionellen Ikonen Indonesiens oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia.
(okezone/2/3/13)

-------------------------------------------------------------
BERBAGAI MACAM PERALATAN RUMAH TANGGA DI TOKO FB MULAI Rp. 25.000 KLIK http://bit.ly/VNEvxX

NASI goreng kampung menjadi salah satu dari 30 Ikon Kuliner Tradisional Indonesia. Biasanya, nasi goreng akan lebih enak bila menggunakan nasi sisa atau nasi malam sebelumnya.

Bahan:

3 sdm minyak goreng
750 gr nasi, sebaiknya menggunakan yang dingin atau bermalam
5 butir telur ceplok
4-5 sdm kecap manis
3 sdm bawang goreng
5 buah kerupuk udang yang besar
Acar dari ketimun dan wortel

Bumbu yang dihaluskan:

3 buah cabai merah, buang bijinya
3 siung bawang putih
10 buah bawang merah
1-1¼ sdt garam
1 sdm terasi, bakar

Cara membuat :

1. Panaskan minyak di wajan, tumis bumbu yang telah dihaluskan hingga matang dan mengeluarkan aroma sedap.
2. Masukkan nasi ke dalam wajan, aduk terus hingga bumbu merata. Tambahkan kecap manis dan aduk terus hingga nasi secara keseluruhan panas.
3. Sajikan bersama telur ceplok, taburan bawang goreng, kerupuk udang, dan acar

Resep disarikan dari buku Kulinarischen Traditionellen Ikonen Indonesiens oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia.

(okezone/2/3/13)
Read More >>

Resep Nasi Liwet Daging Sayuran



Nasi ini bisa dibuat malam sebelumnya. Isinya daging plus sayuran. Rasanya yang pulen dan gurih dijamin bikin si kecil menghabiskan bekalnya.

Bahan:
• 1 sdm minyak sayur
• 1 siung bawang putih, cincang
• 20 g bawang bombay, cincang
• 75 g daging sapi cincang
• 150 g beras, cuci bersih
• 500 ml air
• 50 g wortel, potong kecil
• 6 buah buncis, iris kecil
• 1 sdm kaldu bubuk
• 1/2 sdt merica bubuk
• 1 sdt garam

Pelengkap:
• Telur Rebus
• Empal Daging

Cara Membuat:
• Tumis bawang putih dan bawang Bombay hingga layu.
• Masukkan daging, aduk hingga berubah warna.
• Tambahkan beras, aduk hingga rata. Angkat.
• Tuang ke dalam wadah rice cooker.
• Tuangi air, tambahkan sayuran dan bumbu.
• Masak hingga nasi matang. Aduk sebentar dan diamkan dalam pemanas.
• Sajikan dengan Pelengkapnya.

Sajian untuk 2 porsi.

(detikfood/4/3/13)
Read More >>

Jumat, 08 Februari 2013

Kopi Luwak Indonesia Mulai Dicontek Negara Lain

"Indonesia jual kotoran hewan sebagai kopi termahal, kami juga bisa."


Jose Durand, pengusaha kopi luwak asal Peru. (REUTERS/Lucero Del Castillo)

VIVAnews - Pesona kopi luwak, kopi asli Indonesia, mulai menular di dunia. Berbagai negara berlomba meniru petani kopi Indonesia guna membuat kopi termahal di dunia tersebut, salah satunya adalah Peru.

Saat ini, tercatat dua perkebunan kopi di Peru yang meniru teknik langka petani kopi Indonesia yang memanfaatkan pencernaan luwak untuk melepas rasa pahit kopi dari biji kopi.

Jose Jorge Durand salah satunya. Durand mendirikan Chanchamayo Highland Coffee yang memproduksi kopi, salah satunya kopi luwak. Dibantu oleh 60 luwak yang ia pelihara, Durand menghasilkan sekitar 450 kilogram kopi Luwak.

Durand menjual kopi luwak dengan harga US$79 per kilogram kepada para distributor kopi di Amerika Serikat. Lalu, dijual kembali oleh para distributor dengan harga mencapai US$594 per kilogram.

Padahal harga secangkir kopi luwak berkisar US$20-65 per cangkir. Dalam laman Amazon.com, kopi luwak dijual dengan harga US$39-2.552 per kilogram.

Selain Durand, perusahaan Peru lainnya yang memproduksi kopi luwak adalah The Cecovasa Collective. Perusahaan ini lebih dulu mengekspor kopi luwak selama empat tahun. Manajer Pemasaraan Cecovasa Collective, Miguel Paz, mengatakan pertama kali mengenal kopi luwak saat konferensi kopi di Jenewa 2008.

Sepulang dari Jenewa, Miguel langsung mengusulkan kepada manajemen untuk mulai memproduksi kopi termahal di dunia ini. Idenya disetujui dan saat ini perusahaannya mengekspor 100 kilogram kopi luwak setiap tahunnya ke Jepang dan Inggris.

Menurut Miguel, ekspor tersebut masih dalam jumlah yang kecil, namun menawarkan keuntungan yang besar. Setiap satu kilogram kopi luwak dibanderol dengan harga US$79. Sebagai gambaran, harga kopi arabika asal Indonesia rata-rata dijual dengan harga US$5-8 per kilogram.

"Saya selalu membuat lelucon, orang Indonesia bisa menjual kotoran hewan sebagai kopi termahal di dunia. Dan, hei, kami juga bisa melakukannya," katanya.

Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) menilai mulai maraknya pembuatan kopi luwak di luar negeri, khususnya petani kopi Peru, bukanlah sebuah ancaman. Pangsa pasar kopi luwak Indonesia dengan Peru berbeda, Indonesia banyak mengekspor kopi luwak ke Korea Selatan, Malaysia, Jepang, Taiwan dan China.

"Kopi luwak Indonesia belum masuk ke Amerika Serikat, maka kami tidak bersaing dengan Peru," kata Ketua Kompartemen Renlitbang, Produksi dan Mutu AEKI, Benny Harmanto saat dihubungi VIVAnews.

Ia menjelaskan produksi kopi luwak Indonesia masih kecil dan hanya orang-orang berduit yang dapat menikmati kopi termahal di dunia ini. Mahalnya harga kopi asli Indonesia ini menggoda petani kopi di luar negeri berlomba-lomba membuat kopi luwak.

"Produksi kopi luwak terbatas sehingga konsumen tidak bisa beli banyak dan menyebabkan harga kopi luwak ini mahal. Makanya orang-orang di luar negeri berlomba-lomba untuk membuat kopi luwak," katanya.

Hanya Mitos?

Berbagai sejarah tentang kopi luwak bermunculan dengan berbagai versi di berbagai negara asia seperti Vietnam, Thailand dan Philipina. Namun, kopi luwak indentik dengan Indonesia.

Salah satu cerita yang berkembang adalah sewaktu zaman penjajahan kolonial Belanda, petani kopi Indonesia dilarang untuk memetik kopi dari kebun kopi dan hanya diperkenankan membuat kopi yang telah jatuh atau dimakan oleh hewan seperti luwak.

Luwak waktu itu dikenal sebagai salah satu hama perkebunan yang mengganggu produksi kopi. Petani kopi dan pribumi waktu itu membersihkan biji kopi yang telah dimakan oleh luwak kemudian dipanggang untuk diminum sendiri.

Aroma kopi luwak yang kuat menyebar diantara penduduk dan membuat bangsa Belanda tertarik. Secara cepat, kopi luwak segera menjadi salah satu minuman favorit waktu itu. Pada saat itu, harga secangkir kopi luwak sudah mahal karena kelangkaan menemukan biji kopi yang telah dimakan oleh luwak.

Alasan kopi ini mahal dan istimewa, karena proses menjadi kopinya yang unik. Kopi luwak adalah biji kopi yang ditemukan pada kotoran luwak (Paradoxurus hermaphroditus), sejenis hewan tupai yang banyak hidup di pinggir hutan dekat perkebunan kopi.

Secara alamiah, luwak mempunyai insting memilih biji kopi yang benar-benar masak dan patut dimakan. Di dalam pencernaan luwak, biji kopi mengalami reaksi kimiawi dengan enzim pencernaan luwak. Proses inilah yang memberikan rasa berbeda pada kopi luwak. dari kotoran luwak tersebutlah biji kopi yang utuh yang akan diproses menjadi kopi luwak.

Kepopuleran kopi luwak ternyata tidak sejalan dengan berbagai pandangan pakar kopi dunia. Para pakar kopi menilai kopi luwak hanya menjual mitos dan tidak berbanding lurus dengan rasa dan kualitas kopi itu sendiri.

Rocky Rodhes, pakar kopi Amerika ini menjelaskan kualitas kopi luwak tidak superior. Menggunakan skala penilaian SCAA, kopi luwak berada di posisi terendah. "Pengolahan di dalam perut luwak mengurangi keasaman dan rasa kopi itu sendiri," katanya.

Pakar kopi asal Peru, K.C. O'Keefe menjelaskan hingga saat ini tidak pernah sekalipun kopi yang berasal dari kotoran hewan, termasuk kopi luwak, mendapatkan penghargaan atau memenangkan kompetisi rasa kopi. Dia menilai, mahalnya kopi luwak disebabkan marketing global para produsen kopi yang ingin meraup keuntungan besar.

"Hanya karena para orang kaya mau membayar lebih untuk sebuah lelucon setelah makan malam dengan membeli kopi luwak, tidak secara otomatis membuat kopi luwak ini menjadi kopi spesial," katanya.

Kritikus kopi asal Amerika Serikat, George Howell, juga menilai kopi luwak hanya menjual mitos yang membuat harganya begitu mahal. "Harga yang lebih tinggi tidak selalu memiliki kualitas yang lebih tinggi," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Benny mengatakan masalah kopi adalah masalah selera, tidak semua orang memiliki selera yang sama. Rasa kopi luwak tidak sekuat rasa kopi lainnya. "Rasa kopi luwak itu light, sehingga tidak semua senang karena rasanya seperti minum air putih."
© VIVA.co.id
Read More >>

Rabu, 02 Januari 2013

Dapur Kita : Tumis Nangka Muda

 
Foto: Syahroni/Detikfood

Jakarta - Nangka muda tak harus diolah jadi gulai atau gudeg. Ditumis dengan bumbu santan dan bumbu pedas rasanyapun enak. Gurih-gurih pedas! Enak disantap dengan nasi hangat.

Bahan:
500 g nangka muda, potong-potong, rebus
75 g daun melinjo muda
2 sdm minyak sayur
1 buah cabai merah, iris halus
1 buah cabai hijau, iris halus
100 ml santan
1 lembar daun salam
1 sdm teri nasi tawar, goreng
Haluskan:
3 butir bawang merah
2 siung bawang putih
2 buah cabai merah
½ sdt terasi goreng
1 sdt garam

Cara membuat:

Tumis bumbu halus hingga matang.
Tambahkan cabai dan daun salam, aduk hingga layu.
Masukkan nangka muda dan daun melinjo, aduk hingga rata.
Tuangi santan, aduk hingga mendidih dan agak kering.
Angkat, sajikan hangat.Untuk 6 orang

(odi/gst)

Read More >>

Senin, 31 Desember 2012

Anak Anak Kamboja Yang Gemar Memakan Tarantula

Menyebut laba-laba tarantula, pasti yang terbayang serangga ganas dan mematikan. Rupanya anggapan tersebut tak berlaku bagi bocah-bocah kecil di Kamboja.

Seorang fotografer asal Inggris, George Nickels, mengikuti sebuah ekspedisi ke pedalaman Kamboja. Dalam petualangannya, ia mendapati kegiatan unik bocah-bocah berumur sekitar lima tahun yang menangkap tarantula di hutan.





Anak-anak tersebut tidak terlihat takut sama sekali. Mereka menangkap tarantula itu dari sarang mereka di dalam tanah.

"Anak-anak kecil itu menangkap tarantula dengan cara primitif, yaitu menggunakan sepotong kayu," kata Nickels seperti dilansir Daily Mail.

Tarantula-tarantula itu kemudian dibersihkan lalu digoreng dengan mentega atau minyak. Meski terlihat berbahaya, tapi tarantula itu tidak mematikan. Sengatannya hanya terasa seperti sengatan lebah. Tarantula di Kamboja ini dari jenis tarantula zebra Thailand, atau Haplopelma albostriatum.








Nampaknya kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bertahan hidup. Anak-anak tersebut berasal dari keluarga di pedalaman yang rata-rata hidup miskin. Sehingga tak hanya tarantula yang ditangkap. "Mereka juga diajarkan menangkap hewan lain, seperti ular, kalajengking, tikus, kodok, dan kadal," kata Nickels.

Read More >>

Cara membuat Sambal Terasi rebus Super enak


Sambal adalah makanan pendamping yang banyak di gemari oleh semua orang berikut resep Sambal terasi rebus yang enak yang perlu anda coba.

Bahan :
  • Cabai merah 10 Biji
  • Cabai keriting 8 biji
  • Bawang merah 4 biji
  • Bawang putih 4 biji
  • Ketumbar secukupnya
  • Terasi udang secukupnya
  • Tomat 1 biji 
  • Garam
  • Penyedap rasa
  • Gula merah

Cara Pembuatan :
Pertama-tama Cabai merah, cabai keriting, bawang putih , bawang merah dan tomat di rebus sampai terlihat empuk. Kemudian kemiri dan terasi di goreng terlebih dahulu. setelah semua masak , taruh semua bahan di atas cobek dan kemudian di uleg sampai halus.
Setelah semua bahan sudah halus siram sambal dengan minyak goreng yang mendidih.
Sambal sudah jadi dan siap di sajikan dengan lalaban atau sebagainya

selamat mencoba !!

Read More >>

Jumat, 28 Desember 2012

Tahu Aci, Kuliner Khas Kabupaten Tegal


Citizen6, Tegal: Berkunjung ke Kabupaten Tegal serasa kurang apabila tidak mencicipi salah satu kuliner yang khas dari daerah ini. Tahu Aci, siapa yang tidak mengenalnya? Tahu Aci ini adalah salah satu kuliner khas dari daerah Kabupaten Tegal. Hampir di setiap pinggir jalan banyak penjual yang menjajakannya. Bahkan hingga pedagang asongan pun ikut menjajakan makanan ini di dalam bus. Orang luar atau yang bukan berasal dari Tegal biasa menyebutnya dengan Tahu Tegal atau Tahu Kuping.

Tahu Aci terbuat dari tahu kuning yang berbentuk persegi empat yang kemudian nantinya dibelah dua secara melintang. kemudian dari bekas belahannya tersebut di beri adonan yang terbuat dari tepung kanji atau aci, potongan daun kucai, dan beberapa bumbu lainnya. Mungkin kita terheran-heran mengapa Tahu Aci tersebut banyak diminati oleh penggemarnya. Apa rahasianya yang membuat Tahu Aci tersebut enak? Ada beberapa elemen yang membuat Tahu Aci ini berasa nikmat, yaitu yang pertama adalah tahu Kuningnya. Tahu kuning ini ternyata hanya banyak diproduksi di daerah kabupaten Tegal.

Yang membedakan tahu kuning khas tegal dengan daerah lain adalah apabila di daerah lain, antara tahu dengan adonannya tidak akan melekat dengan baik. Sehingga gampang lepas. Kemudian cara penggorengannya. Menggunakan minyak goreng yang cukup banyak dengan menggunakan kompor minyak dengan api yang besar. Sehingga wajan yang digunakan pun harus besar. Api yang besar ini yang membuat tahu menjadi lebih mengembang. Terakhir adalah minyak goreng yang digunakan. Semakin sering digunakan untuk menggoreng tahu aci, minyak gorengnya ini ternyata akan membuat tahu menjadi lebih lezat dan nikmat.

Tahu Aci ini biasanya menjadi oleh-oleh yang paling diminati oleh para pengunjung terutama ibu-ibu. Rata-rata mereka membeli tahu aci yang masih mentah namun sudah diberi adonan. Sehingga tinggal menggorengnya saja. Ada juga yang namanya Tahu Pletok, sebenarnya itu adalah tahu aci yang sudah digoreng, kemudian dibelah-belah namun belahannya tidak sampai putus dan digoreng kembali hingga agak kering.

Selain tahu pletok, ada juga yang namanya 'Tahu Upil'. Berbeda dengan Tahu Aci dan Tahu Pletok. Tahu Upil ini adalah tahu aci yang komposisi tahunya lebih sedikit dari pada acinya. Terkadang tahunya hanya kulitnya saja. Makanya disebut tahu upil. Tahu upil biasanya ditemukan di pasar malam dan penjualnya biasanya jongkok dalam menggelar dagangannya.

Saking terkenalnya Tahu Aci, Pemkab Tegal sampai membuat patung Tahu Aci di perempatan Slawi Pos. Bagaimana? Tertarik untuk mencobanya? Apabila berkunjung ke Kabupaten Tegal, sempatkanlah untuk membeli Tahu Aci sebagai oleh-oleh. (Miqdad Aly Fahmy Al-Imani/YSH)

Read More >>