Jumat, 18 Oktober 2013

Tips Tekanan Angin Ban Mobil



Dunia Informasi - Tekanan angin ban mobil yang baik sangat mempengaruhi performa mobil baik dalam hal performa/ akselerasi mobil, kenyamanan berkendara maupun safety mobil. Secara sederhana tekanan ban mobil yang baik adalah tekanan yang sesuai dengan standar pabrikan, standar ini biasanya tertera pada dashboard mobil atau pintu bagian dalam mobil atau buku panduan mobil atau tertulis pada ban itu sendiri, satuan untuk tekanan ban mobil adalah Psi yang mana banyak mobil di
indonesia memiliki tekanan angin antara 28 sampai 34 Psi.

Cek Ban Tiap 2 Minggu


Tekanan udara dalam ban mobil tidak selalu stabil artinya selalu berkurang setiap waktu, Pecinta otomotif sering mengandalkan perasaan atau untuk menentukan ban mobil kurang tekanan angin (gembos), pemeriksaan tekanan ban yang baik adalah dengan menggunakan alat ukur tekanan ban sehingga pecinta otomotif juga mengetahui dengan akurat berapa tekanan ban mobil sekarang. Memeriksa tekanan ban mobil secara periodik/ rutin sangat disarankan oleh pabrikan ban, paling tidak tiap 2 minggu sekali tekanan angin dalam ban harus dikontrol, hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat dalam perjalanan.

Dalam memeriksa ban hendaknya pecinta otomotif memeriksa keseluruhan ban baik yang terpasang maupun ban serep /cadangan, berikan takanan yang sama pada semua ban (pengecualian jika standart ban depan & belakang memang berbeda), tiap-tiap ban angin juga selalu berkurang dengan prosentase yang mungkin tidak sama tiap periodenya.

Tekanan Ban Mobil Bertambah



Hal ini perlu diketahui oleh para pecinta otomotif. Jika mobil dikemudikan untuk perjalanan yang cukup jauh bisa menyebabkan meningkatnya tekanan dalam ban, terlebih jika perjalanan dilakukan pada siang hari yang mana ban mobil akan bergesekan dengan aspal dan menimbulkan panas + panas dari aspal itu sendiri, pada kondisi ini tekanan ban mobil akan meningkat (udara memuai). Hal ini yang menyebabkan mengapa tekanan ban mobil tidak boleh dipompa lebih dari Max Pressure (tekanan maksimal ban) karena jika pada suhu dingin mobil diberikan tekanan udara maksimum misalnya 40 psi maka saat digunakan dalam perjalanan tekanan ban akan bertambah dan meletus.

Isi Angin Saat Dingin

Mengisi angin ban mobil idealnya dilakukan saat ban dalam keadaan dingin agar memperoleh tekanan yang akurat, jika pecinta otomotif habis melakukan perjalanan jauh setidaknya tunggu 2 atau 3 jam sebelum mengisi angin agar semua ban dalam keadaan dingin. Jangan lupakan penutup lubang udara pada ban saat selesai memompa ban mobil, karena udara dalam ban juga bisa keluar melalui tutup ban ini (yang bentuknya kecil di mulut pompa ban).



Spooring dan Balancing
Spooring dan Balancing sangat diperlukan untuk menjaga kestabilan ban atau tekanan udara dalam ban, kaki-kaki mobil yang tidak seimbang atau tidak lurus alias seperti ular saat dijalankan akan menyebabkan ban mobil bekerja dengan ekstra, hal ini akan memudahkan ban cepat aus dan udara dalam ban juga tidak stabil. Selain berpengaruh pada ban/ tekanan, spooring dan balancing juga berpengaruh pada ketahanan kaki-kaki mobil (shock) dan berpengaruh pada kenyamanan berkendara.

Perhatikan Beban Ban

Pecinta otomotif juga harus memperhatikan beban maksimum yang dapat dibawa oleh ban, pehitungkan bobot mobil ditambah penumpang + barang, jangan sampai total beban melebihi kapasitas maksimum daya angkut ban. Misalnya mobil memiliki bobot 1500 Kg dan beban maksimum ban adalah 550 kg untuk 1 ban, maka jika 4 ban dapat memuat 2200 kg, artinya jangan memasukkan beban lebih dari 700 Kg pada mobil. Perhatikan pula penempatan barang, jangan tempatkan barang pada salah satu sisi mobil yang disangga 1 ban saja buat ke 4 ban mendapatkan beban yang merata untuk menghindari meletusnya ban akibat beban besar.

Penggunaan Nitrogen


Pemakaian nitrogen untuk mengisi ban mobil sangat disarankan untuk performa maksimal ban, nitrogen memiliki bobot yang lebih ringan dari udara (angin biasa) dan lebih sulit keluar dari ban. Pengisian menggunakan nitrogen akan memberikan kualitas tekanan yang jauh lebih bagus dan stabil, mengingat jika pecinta otomotif memompa pada tukang tambal ban di pinggir jalan kemungkinan angin adalah bercampur air sedangkan nitrogen murni gas.

Cara penggantian udara dengan nitrogen adalah:
  • Kuras udara dalam ban mobil, semakin habis semakin baik
  • Isi ban dengan nitrogen nitrogen sampai 80 % dari tekanan standart, misal tekanan standart 30 Psi maka isi dengan 24 Psi nitrogen saja
  • Kempeskan ban (kuras kembali), keluarkan nitrogen tadi
  • Isi kembali ban dengan nitrogen dengan tekannan standart

Prinsip Tekanan Ban
  • Tekanan angin pada kisaran 28-32 psi banyak digunakan pada mobil sedan, sedangkan 30-34 psi banyak digunakan pada mobil MPV kecil seperti kijang atau avanza dan xenia yang memang diperuntukkan mengangkut beban lebih berat. Semakin berat mobil dan difungsikan untuk membawa beban berat maka tekanan pada ban juga lebih besar (sesuaikan dengan standar pabrikan)
  • Tekanan terlalu rendah mengakibatkan rendahnya performa mobil, dalam hal ini tarikan menjadi berkurang dan kecepatan mobil juga berkurang, tekanan angin yang rendah juga menyebabkan dinding ban mudah Aus atau habis
     
  • Tekanan yang terlalu besar dapat menyebabkan tapak ban tidak merata mencengkeram jalan akibatnya terasa licin, tekanan pada ban yang terlalu tinggi juga menyebabkan kenyamanan berkendara berkurang karena bantingan mobil akan terasa keras. Kecenderungan ban yang dipompa dengan tekanan tinggi juga akan mudah habis pada bagian tengah tapak ban, yang mana meskipun pada bagian tapak samping masih tebal akan tetapi pada tengah sudah tipis maka ban harus diganti yang artinya Rp lagi. Idealnya ban habis secara merata. 

sumber
Read More >>

Rencana Timnas U-19 ke Eropa Dibahas Pekan Depan



Dunia Informasi - Setelah sukses mengantarkan Indonesia meraih gelar juara AFF U19, Evan Dimas dan kawan-kawan bakal dikirim untuk berkompetisi ke Eropa. Namun, kabar itu ternyata masih sekedar rencana.

Pasalnya, PSSI dan Badan Tim Nasional (BTN) baru akan membahas rencana tersebut dengan pelatih timnas U19 Indra Sjafri, minggu depan.

Sebelumnya pada Kamis (17/10/2013), anggota komite eksekutif (Exco) PSSI, Toni Apriliani membuat rencana untuk mengirim pasukan Garuda Jaya ke Spanyol. Rencana tersebut diusulkan Toni demi memantapkan skuad polesan Indra Sjafri yang bakal berlaga di putaran final Piala AFC U19 tahun mendatang di Mynmar.

''Minggu depan (Rabu atau Kamis) PSSI bakal bertemu dengan pelatih Indra. Dari pertemuan itu bakal dipastikan jadi tidaknya rencana tersebut,'' ucap Sekjen PSSI Joko Driyono, Jumat (18/10).

''Tadi BTN sudah mengadakan rapat internal untuk menyiapkan pertemuan itu,'' tambah pria yang akrab disapa Jokdri ini.

Timnas Garuda Jaya sendiri saat ini tengah menikmati masa liburan usai melakoni ketatnya latihan dan pertandingan di babak kualifikasi Grup G Piala AFC U19. Indra rencananya baru akan menggelar latihan kembali pada minggu depan.

sumber
Read More >>

Biskuit Oreo Menimbulkan Efek Kecanduan Seperti Kokain



Dunia Informasi - Efek yang ditimbulkan biskuit Oreo setara dengan kemampuan kokain memengaruhi otak. Studi yang dilakukan Connecticut College di New London, Connecticut , menemukan bahwa Oreo dimungkinkan memiliki efek candu bagi otak. Biskuit ini memicu neuron yang sama seperti pada kokain di bagian otak yang mengatur “pusat kesenangan”. Demikian dikutip dari Daily Mail.

Studi dilakukan melalui pengujian terhadap tikus. Saat tikus lapar diberi makan Oreo, reaksinya sebanding pada tikus yang dimasukkan kokain pada tes sebelumnya. Selain itu, tikus juga lebih suka menghabiskan bagian krimnya. Peneliti melihat ada kesamaan tingkat kecanduan pada tikus yang diberikan Oreo dan kokain. Joseph Schroeder, pemimpin studi, melihat adanya efek aditif pada biskuit.

Tes lanjutan juga dilakukan pada tikus. Mereka ditempatkan pada labirin dengan dua rute berbeda. Satu rute ditampatkan Oreo dan rute lain ditaruh kue beras. Lalu, tikus dibiarkan menjelajah ke semua rute untuk melihat preferensi makanan yang akan dipilihnya.

Hasilnya, tikus kurang begitu tertarik untuk mengonsumsi kue beras. Sebaliknya, tikus memberikan perlakuan berbeda pada Oreo. Menurut Schroeder, tikus lebih banyak menghabiskan waktu untuk berdiam diri di sekitar Oreo dalam tes makanan ini. Perilaku tikus tersebut sama seperti saat mereka menjalani tes narkoba dengan objek kokain. Tikus di kedua tes mengalami kecanduan.


“(Hasil) memberikan dukungan bagi hipotesis bahwa perilaku makan maladaptif berkontribusi terhadap obesitas, dapat dibandingkan dengan kecanduan narkoba,” kata Schroeder.

Studi ini bukan lantas menyamakan Oreo dengan kokain yang berbahaya. Namun Schroeder mengatakan, temuan ini mendukung teori yang menyatakan makanan tinggi lemak dan gula dapat merangsang otak dengan cara yang sama seperti pengaruh narkoba. Inilah yang memungkinkan orang memiliki kecenderungan mengalami obesitas, karena tidak bisa lepas dari mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula.
sumber
Read More >>

Rabu, 16 Oktober 2013

Keren, Anak SD Olah Jelantah Jadi Biodiesel



Biodiesel (ilustrasi)

Dunia Informasi - Sejumlah siswa SD Negeri Bantarjati 9 Kota Bogor, Jawa Barat, kembali membuat inovasi dengan mencoba mengolah minyak jelantah menjadi bahan bakar biodiesel. "Kami telah mencoba mengolah sendiri minyak jelantah menjadi biodiesel, walau hasilnya masih dalam skala kecil," kata Ely Rachmawati, salah satu guru SD Negeri Bantarjati 9 di Kota Bogor.

Ely menyebutkan pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel baru dimulai oleh pihak sekolah. Sebelumnya, SD Negeri Bantarjati 9 menjadi salah satu sekolah yang memasok minyak jelantah yang disalurkan ke Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor untuk diolah menjadi biodiesel bahan bakar bus Trans Pakuan.

Menurut Ely, pengolahan minyak jelantah sebagai biodiesel tidak terlalu sulit. Cukup menyiapkan methanol, soda api dan minyak jelantah untuk menjadikan biodiesel. "Kami sudah mempraktikkan dengan tiga liter minyak jelantah yang dicampur dengan methanol, soda api kemudian diendapkan hingga 12 sampai 14 jam," jelasnya.

Untuk mengolahnya, lanjut Ely, campuran minyak jelantah dan ethanol tersebut membentuk lapisan bening yang akan dicampurkan dengan dua liter air lalu disuling untuk diambil biodieselnya. "Biodiesel warnanya bening kekuning-kuningan, hasilnya dapat dicobakan untuk bahan bakar kendaraan, dan alat-alat industri lainnya," kata Ely.

Ely mengatakan biodiesel yang diproduksi para siswa tersebut hanya berskala kecil yang bisa dipasok untuk rumah tangga. Untuk memenuhi kebutuhan minyak jelantah, pihak sekolah mengumpulkan setiap harinya minyak bekas goreng tersebut dari para siswa. Hampir setiap hari siswa SD Negeri Bantarjati 9 dianjurkan membawa minyak jelantah ke sekolah. Bila dihitung dalam waktu seminggu rata-rata sekolah bisa mengumpulkan enam hingga tujuh liter minyak jelantah.

Menurut Kepala Sekolah SD Negeri Bantarjati 9 Yayah Komariah, program pengumpulan minyak jelantah oleh siswa itu sesuai dengan program Pemerintah Kota Bogor dalam mengumpulkan minyak goreng bekas di kalangan masyarakat.

sumber
Read More >>

Pemulung Botol Bekas Menabung 7 Tahun untuk Berkurban




Sahati Wati (67), pemulung yang menabung selama 7 tahun untuk bisa berkurban seekor kambing seharga Rp 2 juta pada Idul Adha 1434 H. | Dok Kompas TV


Dunia Informasi - Orang kaya berkurban bukan hal luar biasa. Namun, pemulung dengan penghasilan tak tentu bisa berkurban jelas bukan hal biasa. Salah satunya, Sahati Wati (67), yang menabung selama tujuh tahun untuk bisa berkurban.

Sahati adalah warga Kampung Kutalebak, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Sahati kelahiran Bogor, tetapi sejak kecil sudah harus ikut uwak atau kakak orangtuanya, setelah bapak dan ibu Sahati meninggal.

Pernah bekerja menjadi pembantu rumah tangga saat muda, kini Sahati yang tinggal sebatang kara harus menghidupi diri dengan menjadi pemulung. Sehari-hari dia mengumpulkan botol bekas untuk dijual setelah dibersihkan.

Dari penghasilan yang seadanya itu, Sahati menyisihkan sebagian di antaranya untuk mewujudkan keinginannya berkurban. "Ga tentu dapatnya. Nabungnya juga ga tentu. Kadang (dapatnya) Rp 5.000, kadang Rp 6.000, berapa aja dapatnya, paling banyak Rp 12.000," ujar dia.

Hadir dalam wawancara Kompas TV, Selasa (15/10/2013) malam, Sahati mengatakan, dia menabung pun tak bisa setiap hari. "Kadang dua macam (dua kali, red), kadang tiga macam seminggu. Ga tentu," ujar dia.

Sahati menabung juga tidak di bank. Dia menyimpan setiap sisihan pendapatannya itu di bawah bantal, dalam sebuah amplop. Bila uang di bawah bantalnya sudah mencapai jumlah tertentu, Sahati menitipkan uang itu kepada tetangganya dengan alasan keamanan.

Tahun ini seluruh jerih payahnya membuahkan hasil. Seekor kambing seharga Rp 2 juta bisa dia beli sebagai hewan kurban pada Idul Adha 1434 H.

Sosiolog Musni Umar yang hadir bersama Sahati dalam wawancara itu mengatakan, kisah-kisah semacam ini harus menjadi pembelajaran. "Harus menjadi inspirasi masyarakat," tegas dia.

sumber
Read More >>

Hati-hati, Baterai Li-Ion bisa Kepanasan dan Meledak!



JAKARTA, SENIN – Sebagai pengguna perangkat mobile — notebook, netbook, ultrabook, tablet, MP3 player, sampai ponsel dan smartphone – kamu mungkin pernah merasakan baterai perangkatmu menjadi sangat panas saat dipakai atau saat di-charge. Hat-hati, kalau menjadi terlampau panas, baterai bisa terbakar dan bahkan meledak loh!

Kasusnya meledaknya baterai Li-ion (Lithium-Ion) di perangkat mobile cukup banyak muncul belakangan ini. Di Cina, baterai di iPhone yang sedang di-charge bahkan sampai menyebabkan seorang pramugari yang menjawab panggilan telepon itu tewas.

Sebelumnya, beberapa kasus ledakan dan kebakaran gara-gara baterai yang kepanasan pernah terjadi di produk laptop Sony, Dell, Acer, Toshiba, Lenovo dan HP. Para produsen ini kemudian menarik kembali baterai yang terkemas di laptop-nya.

Kalau kepanasan, baterai Li-Ion bisa terbakar dan mungkin saja meledak, melontarkan serpihan-serpihan metal ke segala penjuru ruangan. Pertanyaannya, kok baterai Li-Ion bisa sampai meledak ya?

Begini. Di dalam baterai Li-Ion ada kontainer-kontainer bertekanan yang menampung kumparan metal dan cairan mengandung lithium yang mudah terbakar. Proses manufaktur menciptakan potongan-potongan kecil metal yang mengapung dalam cairan. Sel-sel dari baterai Li-ion juga mengadung pemisah yang mencegah anoda dan katoda, alias kutub postif dan negatif, saling bersentuhan.

Nah, jika baterai kepanasan (suhunya mulai dari 65 – 176 derajat Celcius), karena dipakai atau di-charge potongan-potongan metal itu mungkin berpindah, mirip butiran-butiran beras yang mengapung di sepanci air. Jika potongan metal itu berada terlalu dekat pemisah, ia dapat melubangi pemisah dan menyebabkan korslet.

Kalau korslet, ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi:
-        Jika timbul percikan, cairan yang mudah terbakar itu akan menyala, menyebabkan kebakaran
-        Jika suhu meningkat dengan lambat, baterai bisa meleleh dan cairan di dalamnya merembas keluar.
-        Jika suhu di dalam baterai naik dengan cepat, baterai bisa meledak karena tekanan yang meningkat

Nah, agar baterai Li-Ion yang tertanam di perangkat mobile-mu tidak bermasalah, yuk ikuti tips berikut:
  1. Belilah baterai dan charger langsung dari pihak-pertama atau sumber yang direkomendasikan manufaktur. Membeli produk palsu atau baterai yang kurang baik dari pihak ketiga akan memperbesar peluang timbulnya masalah di kemudian hari.
  2. Jangan biarkan baterai yang dilepas berhubungan dengan objek metal, seperti koin, kunci, atau perhiasan. Objek metal dapat menyebabkan korslet listrik dan menyebabkan masalah ketika sirkit proteksi internal tidak berfungsi dengan baik.
  3. Jangan melubangi, meremas atau menekan kuat-kuat baterai karena bisa memicu korslet internal yang menyebabkan kepanasan.
  4. Jangan meletakkan ponsel atau baterai di tempat yang bisa menjadi sangat panas, seperti dekat kompor/oven/setrikaan, pemanas air atau dashboard mobil di musim panas.
  5. Jika kamu menjatuhkan ponsel atau laptop di permukaan yang keras, baterainya mungkin rusak. Jika kamu curiga baterai tersebut tidak berfungsi dengan baik, periksakan ke service center.
  6. Jika ponselmu basah, kontak baterai atau sirkitnya mungkin perlahan-lahan terkorosi dan bisa menjadi masalah. Ini kendati perangkat tersebut kemudian kering dan berfungsi dengan normal.
  7. Jika kamu melihat baterai melembung, bocor atau ketidaknormalan lainnya, segera hentikan penggunaan baterai.
Lalu bagaimana jika baterai Li-Ion di perangkatmu sampai terbakar? Jangan panik. Padamkan api dengan air. Begitu saran Prevention Research Institute dan FAA. Jangan lupa cabut dulu perangkatmu dari jala-jala listrik, jika memungkinkan.

O ya, selain di perangkat mobile, baterai Li-Ion kini uga memotori mobil listrik, antara lain Mitsubishi Outlander SUV. Cuma karena sudah menerapkan berbagai tindakan pengamanan termasuk sistem pendinginan dan shutdown otomatis, baterai yang terpasang di mobil ini tidak begitu mudah terbakar.

sumber
Read More >>