Sabtu, 23 Februari 2013

Alasan Larangan Memotret di Area SPBU




Kalo kita mampir ke SPBU akan nampak rambu2 peringatan yang biasanya berupa gambar. Ada larangan merokok, menggunakan handphone hingga memotret.

Nah untuk kegiatan memotret masih banyak yang belum memahami mengapa kita dilarang melakukan aktivitas jeprat jepret khususnya jika berada di dekat dispenser pengisian BBM.

Kenapa sih koq motret aja ampe gak boleh ???
Berikut penuturan Media Relations Manager Shell Indonesia, Sri Wahyu Endah.

Memotret ‘dilarang’ dilakukan di area dispenser karena area tersebut merupakan zone 0 (area yg selalu ada uap bahan bakar yg mudah terbakar) atau zone 1 (area yg kemungkinan besar ada uap bahan bakar) terutama jika saat berlangsung aktifitas pengisian BBM ke mobil atau lainnya. Memotret di area tersebut diperbolehkan jika spesifikasi alatnya : EX (explosion proof) atau IS (Intrinsically Safe).


Jadi kameranya harus yg berspesifikasi boleh di pakai di tempat yang ada bahaya kebakaran atau ledakan. Inipun harus disertifikasi (certified) & menggunakan PTW (Permit To Work) Biasanya hal ini disiasati dengan Jarak pengambilan gambar, arah pengambilan gambar & tidak menggunakan lampu flash. Jarak untuk meyakinkan di zona aman saat memfoto. Arah untuk menghindari arah angin yg mungkin ada uap bahan bakarnya. Tidak memakai flash karena cahaya blitz juga bisa berpotensi sebagai ignition source.
Read More >>

Anak Anda ‘Keras Kepala’ ? Inilah 10 Cara Mendidiknya.


Sifat keras kepala anak sering membuat orangtua kebingungan sebab akan lebih sulit diatur dan dilarang untuk melakukan hal-hal tertentu. Sebelum Anda diperdaya dengan jeritan dan tangisan anak berkepanjangan, berikut adalah beberapa tips untuk menghadapinya.

1. Luangkanlah waktu untuk mendengarkan apa sebenarnya yang ia inginkan.

2. Berikan pengertian dengan cara yang lembut pada anak bahwa yang ia pilih bisa jadi merupakan hal yang tidak baik.

3. Ajari anak dengan cara yang seimbang. Dalam hal ini sebaiknya Anda tidak terlalu memanjakan, namun juga tidak terlalu bersikap keras dalam mendidik.

4. Berikan penjelasan dengan bahasa dan makna yang mudah dimengerti anak. Misalnya jika Anda meminta anak untuk tidak melakukan sesuatu, mintalah dengan bahasa yang santun dan mudah dimengerti mereka.

5. Jangan bersikap tidak konsisten di depan anak. Misalnya ketika Anda melarang anak melakukan sesuatu, jangan kemudian Anda memberikannya izin setelah ia menangis keras. Berikan pengertian yang tepat sehingga anak paham akan larangan yang Anda berikan dan apa konsekuensinya.

6. Berilah pengertian bahwa tangisan di depan umum merupakan hal yang buruk dan tidak patut dilakukan. Ajari anak untuk mengungkapkan apa yang ia inginkan dengan cara yang terpuji, dan tidak menangis jika keinginannya tidak dipenuhi.

7. Jika anak tidak mau mengikuti perintah Anda, jangan terlalu memaksanya, terlebih jika tengah berada di tempat umum. Pilihlah waktu yang tepat untuk memberitahunya bahwa yang ia lakukan adalah hal yang keliru.

8. Hindari untuk bersuara keras ketika menyuruh atau melarang anak dalam melakukan sesuatu.

9. Sebisa mungkin, hindari untuk bertengkar dengan pasangan di dekat anak. Bukan tidak mungkin tontonan tersebut bisa diikuti oleh anak Anda.

10. Berikan bentuk penghargaan seperti ucapan terima kasih atau pujian jika Anak melakukan kebaikan, dan beri hukuman yang sesuai dan mendidik jika anak melakukan bentuk kesalahan.

Semoga bermanfaat
Read More >>

Jokowi - Ahok Pajang Slip Gaji di Website



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memejeng foto rincian pendapatan alias gaji mereka setiap bulan di website resmi Ahok yakni www.ahok.org.
Dalam laman tersebut terlihat tiga buah gambar yang terdiri dari lampiran gaji bulan Februari 2013, lampiran jumlah tunjangan Februari 2013, serta bukti slip setoran (gaji dan tunjangan setelah dipotong pajak) Februari 2013.
Dalam gambar diperlihatkan Jokowi menerima gaji senilai Rp 3.448.500 dengan rincian gaji pokok sebesar Rp 3 juta, tunjangan istri Rp 300 ribu, tunjangan anak Rp 60 ribu dan tunjangan beras Rp 270 ribu.
Sedangkan gaji yang diterima Ahok sebesar Rp 2.810.100 dengan rincian gaji pokok Rp 2,4 juta, tunjangan istri Rp 240 ribu, tunjangan anak Rp 48 ribu, dan tunjangan beras Rp 270 ribu.
Untuk tunjangan Jokowi sebagai orang nomor satu di Jakarta sebesar Rp 5.130.000 setelah dipotong pajak penghasilan sebesar lima persen.  Adapun tunjangan Ahok menjadi wakil gubernur sebesar Rp 4.104.000.
 

Read More >>

Jumat, 22 Februari 2013

Tanda-tanda makanan mengandung pemanis buatan



Tanda-tanda makanan mengandung pemanis buatan :

1. Memiliki rasa manis yang pekat
Pemanis buatan memiliki rasa manis yang berlebihan dan sangat pekat. Bahkan, tak jarang rasa manisnya cenderung membuat rasa eneg setelah mengonsumsinya.

2. Ada rasa pahit yang tertinggal
Pemanis buatan yang terkandung dalam makanan atau minuman akan meninggalkan sisa rasa pahit dalam mulut. Hal ini disebabkan adanya kandungan bahan kimia sebagai bahan baku pemanis buatan tersebut.

3. Membuat tenggorokan menjadi kering
Salah satu ciri yang bisa membuat kita “menangkap basah” adanya pemanis buatan adalah tenggorokan yang terasa kering setelah menyantapnya.
Otomatis Anda pun akan merasakan haus yang amat sangat. Jika tidak segera minum air putih, biasanya akan timbul serangan batuk dan penyakit tenggorokan lainnya.

Yang perlu Anda ketahui, mengonsumsi pemanis buatan secara berlebihan atau secara rutin tidak baik untuk kesehatan. Efeknya antara lain akan meningkatkan potensi obesitas, karies gigi, penyakit diabetes, sampai gangguan lain seperti sakit kepala, gangguan belajar, emosi, dan mental.
Read More >>

Kurangi Minum Es Teh, Daripada Kena Batu Ginjal


 

Minum es teh memang menyegarkan. Namun, kalau terlalu sering mengonsumsinya, justru kesegaran itu menjadi malapetaka buat ginjal Anda.

Teh memiliki konsentrasi oksalat cukup tinggi. Zat ini yang memicu terbentuknya batu ginjal. Semakin sering mengonsumsinya, apalagi kurang diimbangi minum air putih, akan meningkatkan terbentuknya butiran batu ginjal. Sebenarnya, baik dalam kondisi panas atau dingin, teh kurang baik untuk ginjal jika dalam jumlah berlebihan.

Minum teh dalam batas kewajaran tidak terlalu signifikan dalam membahayakan ginjal. Hanya saja, orang biasanya akan minum lebih banyak teh saat dikondisikan dingin dengan es. Beda ketika disajikan hangat atau panas, orang cenderung lebih bisa menjaga diri soal kuantitas. Namun, kalau Anda memang punya masalah ginjal sebelumnya, minum teh tidak dianjurkan.

Bagi mereka yang memiliki kecenderungan sakit batu ginjal, es teh jelas menjadi minuman terburuk.

Mengonsumsi teh bersama lemon, dan mengimbanginya dengan minum air putih. Cara ini diyakini bisa menghambat pembentukan batu ginjal. Apalagi dalam lemon, zat citrates yang dimilikinya membantu mencegah efek buruk teh ini. Selain itu, oksalat bisa direduksi dengan mengonsumsi makanan berkalsium tinggi.
Read More >>

Waspadai Saos Tidak Sehat



Apakah masih suka makan Saos, yang biasa ada di MIE AYAM dan juga BAKSO ???

Liputan6.com, Jakarta: Bicara soal makanan, Indonesia bisa dibilang gudangnya makanan yang menerbitkan selera. Cari santapan mewah nan lezat ada atau santapan murah dan sederhana, namun hmmm.. tetap menggoyang lidah juga tersedia. Agar makanan jadi tambah lezat menambahkan campuran penambah rasa tertentu jadi opsi yang dipilih.

Anda suka pedas atau sekadar ingin menambahkan rasa menggigit pada makanan biasanya sambal jadi favorit. Bahkan bagi sebagian orang terutama pecinta makanan pedas tak lengkap rasanya jika tak menambahkan menu sambal disetiap makanan. Mau sambal pabrik atau sambal buatan sendiri tinggal pilih.

Untuk jenis makanan tertentu saus sambal dalam kemasan banyak digunakan terlebih jenis penganan pinggir jalan. Warnanya benar-benar menggugah selera.

Namun kegemaran masyarakat akan makanan bercita rasa pedas harus diikuti kehati-hatian. Tak hanya sebabkan gangguan perut tapi ada bahaya lain mengintai.

Berbekal informasi dari seorang kerabat tentang peredaran saus sambal berbahaya, tim Sigi belum lama ini menyambangi salah satu kota di Jawa Tengah. Penelusuran diawali di salah satu pasar.

Fakta mencurigakan segera didapati. Dibalik cabe-cabe segar ini terselip cabe yang sudah busuk. Begitu juga tomat-tomatnya yang sudah busuk tak dibuang tapi tetap dijual, tentu dengan harga yang sangat miring. Ternyata benar, upaya investigasi tak sia sia. Kabar adanya pembuatan saus tak sehat berhasil diperoleh.

Pembuatan saus tak sehat ini dilakukan seadanya di rumah berukuran kecil. Guna mengetahui lebih dekat, tim Sigi berpura-pura sebagai pembeli dalam partai besar sekaligus mencari tahu proses pembuatan saus sambal di tempat ini.

Informasi seputar proses pembuatan saus pelan-pelan mulai mengalir. Adonan saus sambal tersedia di drum-drum besar. Kemudian hanya dipanaskan di tungku besar.

Proses pengemasannya juga langsung dilakukan di tempat tersebut, tentu saja dengan teknologi seadanya. Saus yang telah diproses, dikemas, dan siap dipasarkan. Sejauh ini belum ditemukan unsur yang melanggar hukum.

Belum berhasil mengungkap produksi saus berbahaya, penelusuran dilanjutkan ke pembuat saus lainnya. Akhirnya didapati lagi salah seorang pembuat saus sambal yang diduga hasil produksinya sangat tidak higienis.

Pedagang tersebut ternyata bersedia buka kartu bagaimana cara dan trik membuat saus sambal dengan bahan sangat murah. Sudah bisa ditebak tidak bisa dipertanggungjawabkan kualitasnya bahkan cenderung tidak sehat dikonsumsi. "Tadinya nggak enak rasanya, tapi lama-lama banyak yang menyukainya," kata Parmin, pembuat saus.

Bahan baku yang diperlukan didapat dengan mudah di pasar. Cabe, pepaya, tomat hingga bawang semua dalam kondisi busuk. Masih ada fakta yang lebih mengerikan. Ia juga menambahkan bahan-bahan kimia berbahaya. Sang pembuat saus tak kesulitan mendapatkan bahan kimia yang seharusnya tak dijual bebas.

Tak mau gegabah saus buatannya dimasukkan ke botol layaknya produk berkualitas baik. Supaya tak berbiaya ia gunakan botol-botol bekas saus yang dikumpulkan di rongsokan. Sebelum pemrosesan bahan baku didapati fakta lain yang menjijikkan dari cabe busuk yang akan diolah.

Dan......dimulailah proses pembuatan saus sambal yang sangat tidak layak. Buah-buahan yang sudah busuk dihaluskan bukan dengan mesin tapi dengan diinjak-injak. Agar saus tahan lama adonan ditambahkan pengawet natrium benzoat.

Supaya berwarna segar dan menarik pembeli pewarna tekstil pun dihalalkan dicampur ke dalam adonan saus. Padahal, penggunaan bahan kimia tanpa perhitungan apalagi juga menggunakannya bukan untuk makanan akan sangat membahayakan.

Supaya tak terlalu kentara ada trik untuk mengelabui konsumen. Agar hasilnya lebih sempurna adonan disaring supaya saus lebih halus. Dan agar bau menyengat dari bahan-bahan busuk hilang adonan saus berbahaya ini dipanaskan. Proses pemanasan dilakukan juga untuk membuat saus ini lebih kental.

Saus pun siap dikemas. Botol-botol yang dibeli dari rongsokan jadi pilihan agar saus terlihat meyakinkan meski tanpa merek. Satu persatu botol diisi penuh dan siap dipasarkan.

Untuk menjual produk saus ini, sang pembuat saus harus berkeliling untuk menyasar pembeli. Harganya yang murah rupanya jadi daya tarik untuk pelanggannya. "Dengan modal sedikit saya ingin mendapat keuntungan yang lebih besar," ujar Parmin.

Supaya lebih mendapat kepastian bahaya atau tidaknya saus, tim Sigi membawanya ke laboratorium pangan. Hasilnya mengerikan. Kandungan pengawet di saus ini jauh diatas ambang batas yang bisa dikonsumsi.

Tidak main-main kandungan benzoat yang melampaui ambang batas akan berdampak sangat buruk bagi tubuh. Selain mengandung pengawet yang jauh melampaui ambang batas, hasil uji teknis laboratorium benar-benar membuktikan fakta ini. Belum lagi dampak dari ketidakhigienisan proses produksi dan bahan-bahan yang sudah busuk.

Efek buruk saus yang dibuat ugal-ugalan ini diamini oleh Dinas Kesehatan. Menurut Niken WH, Kepala Dinkes Kota Semarang, jika takarannya melebihi efek yang akan dirasakan adalah gangguan fungsi ginjal.

Namun sayangnya pengawasan soal beredarnya makanan berbahaya ini tampaknya belum jadi prioritas. Sementara lembaga pembinaan dan perlindungan konsumen punya komentar tersendiri seputar peredaran saus berbahaya. Faktanya saus berbahaya terbukti masih beredar di pasaran.
Read More >>