Rabu, 04 September 2013

Wisata Menarik di Kepulauan Seribu




Untuk warga jakarta pasti sudah mengetahui kepulauan seribu yang berada di utara kota jakarta, tempat rekreasi bahari yang banyak pilihannya. Diantaranya wisata berbasis penduduk dan juga wisata resort, pulau seribu seribu sudah dikenal orang sampai karana banyak pilihan karena banyaknya pulau, sehingga di katakan pulau seribu padahal Pulaunya hanya ada seratus sepuluh pulau.

Wisata Kepulauan Seribu memiliki pilihan dari permainan air snorkling atau diving, atau hanya bersantai-santai di dekat pantai sebagai penghilang penat dari sempitnya kota jakarta, tidak hanya warga jakarta yang berlibur ke kepulauan seribu tetapi warga indonesia yang lain juga turut serta untuk berwisata bahkan tidak sedikit dari beberapa pengunjung mancanegara yang berlibur ke tempat ini.

Beberapa pulau/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
  1. Pulau Pramuka, Pulau Semak Daun, Pulau Kelapa dan Pulau Panggang: Melihat penangkaran penyu,pengamatan satwa dan wisata bahari.
  2. Pulau Pramuka, Pulau Opak, Pulau Karang Congkak. Wreck diving kapal-kapal yang karam.
  3. Pulau Panjang, Pulau Putri, Pulau Pelangi dan Pulau Perak: Wisata bahari yang dikelola oleh swasta. Pulau Semut, Pulau Karang Congkak, Pulau Karang Kroja, Pulau Kotok Besar, Pulau Kotok Kecil dan Pulau Gosong Laga: Untuk kegiatan menyelam dan snorkeling.

Sebagian besar pantai-pantai di taman nasional ini dilindungi oleh hutan bakau, dimana hidup biawak, ular cincin emas dan piton. Sebenarnya gugusan Kepulauan Seribu menyimpan keindahan alam yang sangat menawan. Simponi pulau-pulau mungil yang hijau, deburan ombak, sinar matahari yang bewarna keemasan pada waktu senja; tentunya akan menentramkan hati pengunjung yang berada di Taman Nasional Kepulauan Seribu.

Musim kunjungan terbaik untuk ke kepulauan seribu adalah antara bulan Maret s/d Mei setiap tahunnya. Cara pencapaian lokasi: Dari Marina Jaya Ancol setiap hari ada kapal khusus melayani pengunjung yang ingin melihat obyek-obyek wisata bahari, dengan waktu tempuh antara 1-2 jam. Atau dari Muara Angke ke Pulau Pramuka menggunakan kapal fery sekitar 2,5 jam.

sumber
Read More >>

Kelestarian Jamu Sebagai Warisan Dunia Ada di Tangan Kita



Satu lagi kebudayaan Indonesia yang masuk dalam daftar warisan dunia oleh lembaga UNESCO PBB sebagai intangible cultural heritage atau warisan kebudayaan tak-benda yaitu jamu. Penghargaan yang diterima jamu ini setara dengan yang telah diterima batik, angklung, rendang, tari saman, dan sebagainya. Sayangnya, perhatian terhadap jamu lambat laun semakin menurun, sehingga memungkinkan punahnya kelestarian jamu-jamu tertentu. Nah, apa sebenarnya penghambat –penghambat dan bagaimana sebaiknya sikap kita untuk menjaga kelestarian jamu?

Anggapan Jamu Kuno, Tidak Ilmiah dan Tidak Sesuai Zaman

Memasuki era globalisasi, paradigma modernisme atau cenderung ke arah westernisme semakin merasuki kedalam sendi-sendi kehidupan masyarakat modern. Gaya hidup kebarat-baratan sudah semakin menjamur berkat bantuan teknologi, seperti lebih menyukai makanan fastfood, pakaian dan asesoris bermerk internasional, penggunaan gadget, produk kosmetik dan obat-obatan impor, dan lain-lain. Gaya hidup semacam ini bila dibiarkan secara pelan-pelan bisa menggerus eksistensi kebudayaan lokal tidak terkecuali untuk jamu.

Berbeda dengan zaman dulu yang menganggap jamu adalah gaya hidup kebutuhan untuk hidup sehat. Sebaliknya, kini stereotype negatif masyarakat mengenai jamu adalah kuno, tidak ilmiah, dan tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Sehingga menjadi alasan utama yang menghambat perkembangan jamu itu sendiri. Disisi lain jamu masih dianggap sebagai alternatif pengobatan selain obat-obat dari dokter. Tidak cuma itu, anggapan rasa pahit yang sulit dihilangkan, kadang memberikan trauma untuk beberapa orang yang tidak terbiasa.

Terjadi Dikotomi Antara Pengobatan Modern dan Tradisional
Awalnya, Sebelum terpengaruh ilmu kedokteran modern dan farmasi modern, penggunaan jamu zaman dulu mengambil peran penting didalam sistem perawatan rumah tangga, jauh sebelum adanya dokter dan obat. Bila ada orang yang sakit, pada tindakan pertama yaitu anggota keluarga yang mencari ramuan menurut pengalaman dan pemikiran sendiri untuk mengharapkan kesembuhan. Ramuan-ramuan tersebut di Indonesia kemudian dikenal dengan istilah jamu. Tidak itu saja, jamu juga pernah berjasa pada zaman revolusi Indonesia berkecamuk tahun 60-an. Saat itu obat hampir tidak ada sehingga para dokterpun terpaksa ikut menggunakan cara-cara dan ramuan yang lazim dipakai oleh rakyat setempat dengan hasil memuaskan.
Berkaca dari sejarah tersebut sebaiknyanya para praktisi ilmu kesehatan modern baik dokter maupun apoteker lebih menghargai budaya lokal nenek moyang yaitu dengan tidak menciptakan dikotomi keduanya. Seperti berusaha untuk mengkaji dan meneliti sehingga kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia tidak terlalu tergantung pada ekspor obat-obatan dari luar negeri. Melainkan melakukan riset akan khasiat tanaman – tanaman jamu yang kandungannya juga bisa bermanfaat bagi ilmu kesehatan modern.

Anggapan Produksi Jamu Yang Keliru
Salah satu lagi alasan mengapa jamu masih kurang peminatnya adalah persepsi negatif terhadap jamu yang dianggap kurang aman dikonsumsi. Padahal, bila dosis dan diagnosa yang tepat, kecil kemungkinan terjadi hal fatal seperti keracunan. Persepsi negatif itu sering kali lebih disebabkan oleh dua hal utama yaitu produsen yang “nakal” dan konsumen yang sembarangan melakukan diagnosa pribadi. Beberapa waktu lalu santer pemberitaan dimedia massa mengenai penyitaan beberapa merk jamu produksi rumahan yang disinyalir menambahkan bahan kimia yang bisa berbahaya bagi konsumen.

Banyak juga kasus salah memilih dan dan meminum jamu hanya karena yang membuat diagnosa adalah sikonsumen sendiri. Sedang penjualnya hanya berurusan dengan laku tidaknya barang dagangan. Maka itu diperlukan pembinaan dan penyuluhan terutama kepada penjual atau penyalur atau agen-agen penjualan jamu agar memiliki pengetahuan dan pengertian dasar tentang jamu sehingga nanti bisa memberi nasihat kepada konsumen tentang penggunaan jamu yang paling tepat.




beberapa macam jenis jamu (sumber: kopihijau.info)

Untuk menjaga kelestarian jamu perlu dilakukan pemberdayaan disegala sektor untuk meningkatkan kualitas jamu baik sebagai kebudayaan maupun sebagai pengobatan. Serta perlunya dilakukan kerjasama antar elemen masyarakat antara lain instansi pemerintah seperti Kementrian Pendidikatan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementrian Kesehatan (Kemenkes), Kementrian Perdagangan dan Ekonomi Kreatif, Kementrian Pertanian (Kementan), Kementrian Pariwisata dan pemerintah daerah. Sedangkan dukungan dari pihak swasta yang tidak kalah penting yaitu produsen industri jamu, para penjual dan agen penyalur, petani tanaman jamu, dokter, apoteker, dan traditional health-practitioners (istilah yang digunakan WHO / Badan Kesehatan Dunia) untuk praktisi kesehatan non medis), dunia pendidikan kesehatan, pelaku industri pariwisata, dan masyarakat sebagai konsumen.

Mengenal dan Memperkenalkan Jamu

Jamu tidak melulu pahit, tidak melulu obat, dan tidak melulu kuno maupun tidak ilmiah tetapi jamu sebenarnya kaya akan nilai. Memang terdapat mitos bahwa semakin pahit jamu maka semakin manjur. Dalam pengertian sekarang telah diketahui bahwa tingkat kepahitan menunjukkan adanya zat alkaloida tidak tanpa batas. Artinya, rasa pahit yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan pencernaan kita. Oleh leluhur yang mewariskan jamu menyiasatinya dengan saling menetralisir efek racun satu sama lain tanpa mengurangi khasiatnya. Misalnya, dengan menambahkan adas pulosari atau adas pulowaras yang diketahui dapat menghangatkan badan dan menstimulasi kelenjar-kelenjar. Adapun jamu yang tidak pahit biasanya diminum setelah yang pahit berfungsi sebagai penawar seperti beras-kencur, kunyit asam, dan sebagainya.

Selain fungsinya sebagai obat, jamu juga berperan dalam dunia kosmetik. Misal bengkoang dan mangir untuk mencerahkan warna kulit, urang-aring untuk menghitamkan rambut, jeruk nipis untuk mengurangi ketombe, ketimun untuk perawatan wajah, daun jati belanda untuk pelangsing dan masih banyak lagi fungsi lainnya. Konsumenpun diberikan pilihan untuk mengolahnya sendiri atau langsung membeli produk instan yang sering kali sudah disediakan dalam bentuk kemasan. Hal ini bersifat relatif, untuk pengguna jamu daerah perkotaan akan lebih memilih membeli secara instan baik melalui warung jamu atau penjaja jamu gendong. Sedangkan, yang didaerah pedesaan bisa mengolah sendiri melalui tanaman yang sudah disediakan oleh alam.


Penjaja Jamu Gendong (Sumber: id.wikipedia.org)

Jamu kini sudah menjadi industri besar diIndonesia, ketika perusahaan telah berhasil menciptakan produk jamu yang berkualitas dan ditangani oleh manajemen yang ahli, jamu mampu berkembang tidak hanya sebagai produk nasional tapi juga internasional. Beberapa contoh produk jamu yang berhasil menjadi industri besar yaitu Sido Muncul, Sariayu, dan Mustika Ratu. Dan pastinya akan disusul oleh merk-merk dagang lain yang akan turut meramaikan pasar jamu diIndonesia. Motto pengusaha industri jamu yang menyatakan ramuan alami yang diolah dengan teknologi modern tampaknya semakin mendapat sambutan baik dimasyarakat.

Pembudidayaan Tanaman Obat

Pengetahuan tentang jamu termasuk ilmu kuno warisan nenek moyang bangsa Indonesia. Sebaiknya ilmu kuno yang bermanfaat ini disebarkan secara luas oleh masyarakat, sehingga peran serta masyarakat secara aktif dapat lebih menonjol. Salah satunya dengan menanam tanaman obat atau yang biasa dikenal dengan apotik hidup baik dalam skala kecil maupun skala besar. Keuntungan yang diperoleh dari apotik hidup antara lain membantu kelestarian alam dan keanekaragaman hayati. Perlu kita pahami bahwa kepunahan suatu tanaman diisebabkan oleh ketiadaan bibit dan tunas baru. Dapat memperoleh obat secara murah atau gratis karena dengan cara meramu obat sendiri. Menjadi sumber gizi keluarga seperti tanaman jambu biji, pepaya, pisang, sawo, dan sebagainya. artinya ketika tidak diperlukan untuk pengobatan bisa sebagai sumber makanan.


Apotik Hidup (Sumber: Sidomi.com)

Keuntungan yang lain yaitu sebagai bumbu dapur rumah tangga. Sejumlah tanaman obat yang dalam kehidupan sehari-hari dipergunakan sebagai bumbu dapur, misalnya jahe laos, serai, temukunci, kunyit, dan sebagainya. secara tidak langsung masyarakat juga turut andil dalam gerakan penghijauan, karena menanam tanaman obat berarti juga menambah jumlah tanaman. Jika apotik hidup diadakan didaerah perbukitan yang terancam erosi maka bermakna pula pencegahan terhadap tanah longsor dan penanggulangan banjir.

Jamu tradisional dan Perawatan Medis yang Saling Melengkapi

Pada saat ini dunia kesehatan mulai menyadari adanya bahaya tersembunyi dibalik penggunaan obat modern yang dikonsumsi secara berlebihan. Maka perhatian dunia sudah mulai tertuju pada pengobatan tradisional yang telah terbukti menyelamatkan manusia dari kepunahan. Disamping itu, tidak berarti menafikkan jasa perawatan medis modern yang telah berjasa menanggulangi penyakit endemik seperti cacar, TBC, kusta, dan sebagainya yang pada zaman dulu penderita harus dikucilkan. Namun sayangnya semakin maju dunia medis, semakin banyak pula penyakit yang menghinggapi manusia yang dulunya dianggap langkat atau bahkan belum ada seperti penyakit diabetes, penyakit jantung, stroke, kanker, dan sebagainya. itulah sebabnya semakin banyak himbauan untuk kita kembali kepada kearifan alam, mengubah pola hidup yang super modern kembali kepada cara-cara yang wajar.

Sudah diakui baik oleh WHO maupun pada cerdik cendekiawan kita, bahwa pengobatan secara modern di Indonesia belum mampu menjangkau 100% seluruh warga negara Indonesia secara merata. Terlebih biaya kesehatan masih terbilang cukup tinggi, tentunya belum dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. Disisi lain tenaga medis yang sangat terbatas didaerah pedalaman, sehingga perlu pengobatan alternatif yang tidak selalu dalam bentuk obat-obatan yang diresepkan oleh dokter.

Ketergantungan dari obat-obatan bahan baku impor yang masih lebih dari 70%, sudah selayaknya dunia farmasi mulai berteman dengan para petani. Untuk mandiri dalam bidang farmasi mau tidak mau kita mengharapkan suplai bahan baku berupa tanaman berkhasiat dari hasil hutan dan ladang sendiri. Selain dapat menghemat pengeluaran untuk biaya impor, menggalakkan pertanian obat juga berarti pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Dengan demikian diharapkan usaha pemerintah untuk meratakan pelayanan kesehatan masyarakat, dapat cepat dirasakan, karena masyarakat diajak mengenal dan memakai kembali pusaka peninggalan nenek moyang kita berupa pemanfaatan jamu untuk kesehatan dan kebudayaan agar terhindar dari kepunahan. Dan ditangan kita semualah jamu dapat dilestarikan dan semakin diperkenalkan sebagai warisan kebudayaan dunia.

sumber
Read More >>

Cara Mudah Mencari Nilai t-Tabel dan F-Tabel Menggunakan Microsoft Excel



SERINGKALI dalam penelitian (kuantitatif) kita dihadapkan pada pengujian hipotesis, yaitu dengan cara membandingkan nilai t-hitung dengan t-tabel atau F-hitung dengan F-tabel. Nilai t dan F hitung adalah hasil dari perhitungan atau running dari data-data yang kita olah, sementara t dan F tabel adalah nilai yang sudah ada dan biasanya tertera dalam lampiran pada buku-buku ekonometrika atau statistik. Namun, dalam lampiran buku-buku ekonometrika atau statistik, biasanya hanya memuat angka untuk t-tabel maupun F-tabel dengan jumlah sampel yang terbatas.

Nah, untuk mengatasi hal itu (keterbatasan sampel yang ditampilkan), kita bisa memanfaatkan aplikasi microsoft. excel untuk mengetahui nilai t dan F tabel. Caranya sangat mudah, karena sudah terfasilitasi dalam menu-menunya.

Misalnya untuk mencari nilai t-tabel kita tinggal menuliskan formula pada insert function atau sel-nya =TINV(probability, deg_freedom). Namun kita tidak perlu menulis lengkap seperti itu. Kita tinggal menggantikan nilai probability dan degree of freedom-nya saja lalu kita ENTER. Probability diambil dari tingkat signifikan yang kita pakai, misalnya 1%, 5%, 10%, 20% dan sebagainya. Sementara degree of freedom menunjukkan derajat bebasnya. Misalnya kita menggunakan tingkat signifikan 10 % dan df 20, maka penulisannya =TINV(0.1, 20) dan ENTER, maka akan muncul angka 1.725.

Sementara itu, untuk mencari nilai F tabel formulanya adalah =FINV((probability, deg_freedom1, deg_freedom2). Seperti di t-tabel, kita tak perlu menuliskan semua, tinggal memasukan saja angka-angkanya. Misal jika tingkat signifikan sebesar 10%, df1 sebesar 5 dan df2 sebesar 10, maka =FINV(0.1, 10, 5) dan ENTER, dan akhirnya akan menghasilkan angka 2.5216.

Demikianlah cara mudah untuk mencari nilai t dan F tabel tanpa perlu membuka-buka lampiran pada buku-buku statistik atau ekonometrika.

sumber
Read More >>

Cara Mengobati Sakit Gigi dengan Cengkeh


Bunga Cengkeh (Foto: Dok. Pribadi)

CENGKEH adalah salah satu jenis rempah yang populer di Indonesia. Bahkan pernah menjadi komoditas "emas" dan membuat bangsa-bangsa Eropa tertarik mendapatkannya. Ini karena manfaatnya bukan saja sebagai bahan rokok kretek, tetapi juga digunakan sebagai penyedap rasa atau bumbu masakan. Di negara-negara Eropa, cengkeh dijadikan bumbu masakan terutama untuk masakan-masakan yang pedas. Selain sebagai bahan pembuatan rokok kretek dan penyedap rasa, cengkeh juga bisa dijadikan bahan obat, salah satunya untuk mengobati sakit gigi.

Bagaimana cara mengobati sakit gigi dengan cengkeh ini? Caranya sangat mudah. Dengan sifat analgesiknya, kita bisa memanfaatkan bunga cengkeh, baik yang dalam kondisi segar maupun yang sudah kering. Bisa juga dengan memanfaatkan minyak cengkeh hasil destilasi.

Pertama, untuk bunga cengkeh yang segar, kita ambil bunga cengkeh 1-2 polong, lalu gencet dengan penumbuk atau cukup dipatahkan menjadi dua bagian. Bila gigi yang sakit itu dalam kondisi berlubang, kita bisa memasukan hasil patahan bunga cengkeh disela gigi berlubang, jika tidak kita bisa langsung menggigit dengan gigi geraham yang sakit dan membiarkannya beberapa saat. Aroma dan rasa pahit-getir memang akan sedikit terasa, justru ini yang menunjukan kandungan berkhasiat dari cengkeh.

Kedua, jika menggunakan bunga cengkeh yang kering. Kita ambil beberapa polong dan langsung dihaluskan sampai menjadi powder atau bubuk. Cengkeh ketika dalam kondisi kering dengan kadar air yang sedikit bisa langsung dihaluskan, namun jika sudah sedikit layu bisa disanggrai dulu untuk memudahkan proses membuuat jadi bubuk. Nah bubuk ini bisa ditaburkan ke bagian yang sakit.

Ketiga, memanfaatkan minyak cengkeh, yaitu dengan mencelup kapas atau cotton but ke minyak cengkeh lalu mengoleskannya ke bagian yang sakit. Oleskan sedikit saja, karena jika kebanyakan rasa panas yang ditimbulkan dari minyak cengkeh sangat kuat.

sumber
Read More >>

Raksasa Teknologi Dunia Mengakui Kepintaran Anak-anak Indonesia

Tim juri sangat terkejut mengetahui game telah diunduh 30.000 kali.

Tim Solite Studio dari Universitas Trunojoyo Madura, pengembang aplikasi game bertajuk 'Save the Hamsters', juara kedua sebagai aplikasi game terbaik di Imagine Cup 2013 skala global.
Tim Solite Studio dari Universitas Trunojoyo Madura, pengembang aplikasi game bertajuk 'Save the Hamsters', juara kedua sebagai aplikasi game terbaik di Imagine Cup 2013 skala global. (Microsoft Indonesia) (Microsoft Indonesia)
VIVAnews - Di tengah buruknya birokrasi dan carut-marutnya sistem ujian nasional, Indonesia patut bangga masih punya anak-anak bangsa yang brilian. Mereka mampu menuai prestasi dalam ajang-ajang perlombaan ilmiah dan teknologi kelas dunia.

Raihan anak-anak bangsa di kompetisi internasional belakangan ini menandakan bahwa mereka bisa cemerlang bila diarahkan dan difasilitasi dengan baik. Fasilitatornya tidak harus pemerintah, namun juga oleh pihak swasta.

Prestasi terkini diukir oleh anak-anak muda asal Madura. Dalam suatu turnamen internasional di Rusia, inovasi mereka diakui oleh raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Microsoft Corp., sebagai penyelenggara kontes tahunan, Imagine Cup.

Turnamen asah otak bagi para inovator muda itu berlangsung untuk kali ke-11, yang tahun ini berlangsung di Kota St. Petersburg, Rusia, selama 8 - 12 Juli 2013. Microsoft Imagine Cup ini merupakan kompetisi bergengsi tingkat dunia untuk pelajar di bidang teknologi, pengembang, dan calon wirausaha untuk menciptakan proyek kreatif.

Ada tiga kategori utama dalam kompetisi itu, terdiri dari Innovation, Games dan World Citizenship. Dari tiga kategori itu, ada peserta dari Indonesia sukses menyabet juara dua di kategori Games.

Tim Solite Studio dari Universitas Trunojoyo Madura, dengan aplikasi game bertajuk 'Save the Hamsters' berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dan menggondol hadiah sebesar US$10.000, setara Rp100 juta.

Asadullohil Ghalib Kubat dari Tim Solite Studio sangat bangga dan gembira dengan keberhasilan timnya menjadi juara kedua di ajang Imagine Cup 2013 Worldwide Finals.
Itulah sebabnya senyum lembar terpancar dari tim ini begitu difoto usai pengumuman pemenang. Mereka adalah salah satu dari 87 pelajar dari 71 negara berkompetisi di final tingkat dunia setelah memenangkan kompetisi online dan lokal dari seluruh dunia.

“Kemenangan ini memang mengejutkan kami. Tapi kami sebelumnya sudah optimis akan mendapatkan sesuatu di ajang final dunia ini. Setelah kemenangan di tingkat Indonesia kami terus meningkatkan kualitas aplikasi yang kami buat dan mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang final melalui kegiatan mentoring yang disediakan Microsoft Indonesia,” kata Ghalib.

Dia juga menambahkan bahwa mengikuti kompetisi Imagine Cup 2013 Worldwide Finals sangat menegangkan. Semua mengerahkan seluruh energi dan fokus pikirannya  untuk berjuang di Imagine Cup 2013.

"Semua kerja keras kami terbayarkan saat kami bisa membawa bendera merah putih Indonesia di panggung Imagine Cup 2013 skala dunia. Rasanya luar biasa bisa ikut membuat sesuatu yang nantinya dirasakan oleh seluruh dunia," kata Ghalib mewakili teman-teman setim.

Tim Juri Imagine Cup sangat terkejut mengetahui bahwa game Save the Hamster telah diunduh 30.000 kali hanya dalam waktu dua minggu, 20.000 pada Windows Phone dan 10.000 pada Windows 8.

"Banyak orang yang mengatakan, Tim Solite Studio akan berada di panggung saat malam penghargaan. Dan itu benar-benar terjadi," ungkap Irving Hutagalung, Audience Marketing Manager Microsoft Indonesia dalam siaran pers ke VIVAnews.

Tim Solite Studio yang terdiri dari Asadullohil Ghalib Kubat (Team Leader), Miftah Alfian Syah (Programmer), Tony Wijaya (Graphic Designer) dan Mukhammad Bagus Muslim (Game Designer).

Menurut Andreas Diantoro, President Director Microsoft Indonesia, ini adalah pertama kalinya tim Imagine Cup dari Indonesia memenangkan penghargaan utama Imagine Cup di skala global.
"Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa developer asal Indonesia sudah diakui, bahkan yang berasal dari pulau kecil seperti Madura," kata Andreas yang menyaksikan kiprah tim Solite Studio.  

Menurut dia, kemenangan Tim Solite Studio ini juga patut menjadi teladan bagi developer-developer muda di Indonesia untuk mengikuti jejak kesuksesan mereka.
Maka, Andreas bertekad bahwa perusahaan yang dia kelola senantiasa berkomitmen untuk memberdayakan developer-developer muda melalui kompetisi Imagine Cup, maupun dukungan terhadap pengembangan teknologi informasi di tanah air.

Save The Hamsters adalah game pada platform Windows Phone dan Windows 8 yang menceritakan tentang empat ekor hamster yang tersesat. Tugas pemain adalah membantu mereka untuk pulang ke rumahnya. Hal unik dari Save The Hamster ini adalah permainan ini dipadukan dengan aspek edukasi matematika sehingga menjadi permainan yang menarik.

Irving Hutagalung, Audience Marketing Manager Microsoft Indonesia yang mendampingi Tim Solite Studio selama mengikuti Imagine Cup 2013 Worldwide Finals menjelaskan bahwa kemenangan ini tidaklah mengejutkan.

“Banyak orang mengatakan bahwa presentasi mereka (di Rusia) adalah satu dari sedikit di mana para penonton memberikan pujian."
Tim Juri Imagine Cup, kata Irving, sangat terkejut mengetahui bahwa game Save the Hamster telah diunduh 30.000 kali hanya dalam waktu 2 minggu saja (20.000 pada Windows Phone, 10.000 pada Windows 8).

“Beberapa orang mengatakan kepada kami bahwa mereka bersedia untuk bertaruh bahwa Solite Studio akan berada di panggung saat Malam Penghargaan, dan mereka benar.  Juara 1 akan menjadi fantastis, tetapi Juara Kedua Tingkat Dunia juga merupakan prestasi yang menakjubkan,” pungkas Irving.

Kemenangan Solite Studio di Imagine Cup adalah bukti nyata bahwa teknologi informasi dapat memberikan perubahan besar dalam suatu negara. Microsoft Indonesia berharap Solite Studio dapat menjadi digital entrepreneur masa depan bangsa Indonesia.

Turnamen Fisika
Sebelum kisah sukses para anak muda dari Madura itu muncul, bertebaran pula cerita-cerita menyenangkan yang diukir teman-teman mereka setanah air. Salah satunya adalah saat Indonesia sukses menggelar kompetisi Asian Physics Olympiad (APhO) ke-14 di Bogor pada 5-13 Mei 2013.

Indonesia tidak saja berhasil menjadi tuan rumah yang baik, namun juga turut menghasilkan sejumlah pemenang. Acara yang diselenggarakan Surya Institute dan disponsori oleh Telkom Indonesia ini diikuti oleh sekitar 145 peserta dari 20 negara.

Negara-negara yang turut serta dalam acara tahunan tersebut adalah Indonesia, Australia, Azerbaizan, China, Hong Kong, India, Kamboja, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Macao, Malaysia, Mongolia, Rusia, Saudi Arabia, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Turkmenistan, Thailand, dan Vietnam.

Menurut Prof Yohanes Putra, Chairman Surya Institute, sejak awal penyelenggaran APhO pada tahun 2000 silam, tim Indonesia merupakan salah satu negara yang menoreh prestasi terbaik.

"Hingga tahun lalu, Indonesia sudah mengantongi 23 medali emas, 15 medali perak, 27 medali perunggu, dan 35 honorable mention atau penghargaan khusus," kata Yohannes.

Untuk tahun ini, Indonesia akan mengirimkan delapan orang yang berasal dari sekolah-sekolah yang ada di Indonesia.

Siswa yang akan mewakili Indonesia di antaranya Himawan Wicaksono (SMA St Alberus, Malang), Ryan Vitalis Kartiko (SMA Rajawali, Makassar), Justian Harkho (SMA Santa Petrus, Pontianak), Josephine Monika (SMAK Penabur, Gading Serpong, Tangerang), Fidiya Maulida (SMAN 1 Pamekasan), Aryani Paramita (SMAK 3 Jakarta), Andramica Priastyo (SMA Taruna Nusantara), dan Kristo Nugraha Lian (SMAK Penabur, Gading Serpong, Tangerang).

"Delapan orang itu adalah hasil seleksi kami pada bulan September 2012. Kami sudah mempersiapkan tim olimpiade Indonesia selama delapan bulan, dan kami menargetkan dua medali emas," kata Hendra Kwee, Ketua Penyelengara APhO 2013.

Hasilnya sesuai target. Indonesia berhasil meraih target mendali yang  diharapkan. Secara umum Indonesia meraih 2 emas, 2 perak, 2 perunggu, dan 2 honorable mention atau penghargaan khusus.

Pada acara pengumumangan pemenang, Bendera Merah Putih berkibar di atas panggung. Anak Indonesia, Himawan Wicaksono, dinobatkan sebagai Absolute Winner di ajang APhO ke-14. Tak hanya itu, Himawan juga mendapat satu medali emas, gelar Best Male Participant dan Best Result in Experimental Competition.

Sementara peserta asal Indonesia yang juga meraih prestasi di antaranya:

1. Josephine Monica meraih satu medali emas dan mendapat gelar Best Female Participant.
2. Kristo Nugraha Lian meraih satu medali perak
3. Aryani Paramita meraih satu medali perak
4. Andramica Priastyo meraih satu medali perunggu
5. Justian Harkho meraih satu medali perunggu
6. Ryan Vitalis Kartiko meraih honorable mention
7. Fidiya Maulida meraih honorable mention.

Yonannes pun berharap acara APhO 2013 ini mampu meningkatkan kecintaan siswa-siswi Indonesia untuk belajar sains dan teknologi. "APhO terus mencetak 'Einstein-Einstein' baru yang kelak bisa memajukan negara Indonesia," ujarnya.

Read More >>

Tiga Tombol Paling Populer di Keyboard Anda

 
Keyboard [foto ilustrasi] (U-Report)


VIVAnews - Sekadar pop quiz, apa tombol keyboard yang sering dipakai orang saat mengetik. Anda pasti punya beragam jawaban.

Agak sulit memang. Tapi, jawaban Senior Product Marketing Manager Hardware Microsoft, Suneel Goud bisa saja diperdebatkan.

Dalam sebuah presentasi, dilansir Business Insider, Kamis 1 Agustus 2013, Goud memaparkan fakta menarik. Menurut dia, tombol yang paling sering ditekan adalah tombol spasi, tombol huruf E, dan terakhir tombol backspace.

Goud juga memaparkan fakta lain yang kadang tak terpikirkan oleh kita. Microsoft menemukan, setidaknya 90 persen orang hanya memaksimalkan sembilan jari dalam mengetik. Lalu, satu jari apa yang tidak digunakan? Satu jari itu adalah jempol kiri pengguna.

Nah, berdasarkan temuan itu, perusahaan asal Redmond AS ini berinisiatif memisahkan tombol keyboard jadi dua bagian. Microsoft akan memindahkan tombol backspace bersebelahan dengan tombol spasi dengan tujuan memaksimalkan jempol kiri dalam pengetikan.

Dengan posisi di sebelah tombol spasi, memang cukup efisien dalam pengetikan. Jari tidak perlu menjangkau tombol backspace di sisi kanan atas.

Sayangnya, fakta menarik ini tidak disertai dengan data detail bagaimana pengukurannya. (art)

sumber
Read More >>