Selasa, 01 Januari 2013

Keren Nih Ukiran dari Kulit Telur

Mau punya pajangan atau ukiran yang bersifat seni dan unik? Nih pake ukiran ini, dijamin bakalan bikin terperangah. Ini memang bukan ukiran seni biasa, dibuat dari kulit telur, karya seni ini sangat kreatif dan inovatif.



Dibuat oleh kakek tua asal Cina, Wen Fuliang, telur ini diukir dengan penuh kehati-hatian. Awalnya sang kakek memisahkan antara si kulit telur dengan isinya menggunakan jarum suntik, setelah itu barulah Ia mengukirnya.



Sebelumnya Wen Fuliang adalah seorang pemahat kayu di provinsi Shaanxi. Lalu Ia beralih menjadi pemahat telur setelah dipecat dari pekerjaannya demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.









Read More >>

Sebelumnya Belum Ada Air Terjun yang Seperti Ini


Alicia Martin


Air terjun nan unik ini dikreasikan oleh seorang seniman asal Spanyol bernama Alicia Martin. Kata unik di karya ini terlihat dari material yang digunakan pada air terjun fiktif tersebut. Air terjun yang dimuati oleh ribuan buku ini memanglah hanya sebuah karya tak bergerak, tapi meskipun demikian, karya ini mampu menyita jutaan pasang mata yang melihatnya. Buku-buku yang diaplikasikan dalam air terjun ini adalah sekumpulan buku-buku tua dan buku daur ulang yang sudah terpakai lagi. Untuk membuatnya tampak real, Alicia selalu menggunakan jendela sebagai media bantu karyanya tersebut. Wiiih,, lucu ya…

 




 

Read More >>

Danau Tengkorak

Terselip di sudut terpencil di Himalaya pada ketinggian 5.029 meter (16.500 kaki) di negara India Uttarakhand, Roopkund memegang misteri yang sangat menarik.

Lebih dikenal sebagai 'Danau Tengkorak' sejak penjaga taman nasional datang ke tempat ini dan menemukan sebuah kuburan massal berisi sekitar 300-600 kerangka.



Setelah penemuan mengagumkan tahun 1942 ini , danau tengkorak Roopkund telah menghasilkan sensasi fenomenal. Sebuah danau beku yang jauh dan tak dihuni, yang membutuhkan empat hari perjalanan untuk mencapainya dari lokasi desa yang terdekat, telah menjadi hotspot untuk studi dan spekulasi baru.

Proses penanggalan karbon dilakukan pada kerangka-kerangka ini mengungkapkan bahwa kerangka-kerangka manusia ini mati sekitar abad ke-12 sampai 15.

Pada dasarnya, diasumsikan bahwa kematian tersebut disebabkan oleh beberapa bentuk bencana alam seperti longsor, badai salju atau epidemi. Namun, kontroversi, masih berkembang hingga saat ini dikalangan penduduk lokal, antropolog dan sosiolog.



Sebagian orang menghubungkannya dengan cerita rakyat lokal. Yang Lain memperkirakan bahwa kerangka-kerangka tersebut berasal dari berbagai sebab seperti orang-orang dari Tibet yang mengembara atau pedagang yang telah tersesat, dan orang yang melakukan ritual bunuh diri, serta tentara yang kalah, dll.



Pada tahun 2004, sebuah tim ilmuwan Eropa dan India dikirim oleh National Geographic Channel mengunjungi Roopkund untuk melanjutkan penelitian. Penelitian mereka telah menggali petunjuk menarik dan informasi. Bagian dari temuan mereka termasuk harta antropologis seperti mayat yang terawat baik, perhiasan, tulang dan tengkorak.




Dengan melakukan tes DNA pada kerangka-kerangka ini para ahli telah menemukan bahwa kerangka-kerangka ini milik dua kelompok yang berbeda. Satu kelompok ditandai dengan perawakannya lebih pendek dilihat dari kerangkanya sementara yang lain secara signifikan lebih tinggi.

Kelompok pertama kemungkinan adalah pengrajin lokal atau porter, sementara yang termasuk kelompok kedua kemungkinan anggota dari klan yang sama dengan kelompok pertama.



Penanggalan radiokarbon yang lebih baru yang dilakukan tim NGC, mengungkapkan bahwa telah ada kesalahan data kronologis pada penanggalan yang dilakukan sebelumnya. Kerangk- kerangka ini dianggap berasal dari abad ke-9.

Para ilmuwan dari London dan Hyderabad memeriksa tengkorak untuk mengetahui apakah kerangka-kerangka tersebut mengalami patah tulang, yang mereka anggap sebagai hasil dari hujan badai yang disertai bola bola es (hailstorm) secara tiba-tiba. Bola es yang terjadi disini volumenya luar biasa besar - rata-rata seukuran bola tenis.




Tidak heran bahwa siapa pun yang terkena Hailstorm di Garhwal Himalaya tanpa ampun akan binasa. Udara beku dan hantaman bola-bola es besar memberikan kontribusi terhadap holocaust mereka.

Dan diperkirakan bahwa lebih dari sekali, longsor telah melanda Roopkund sejak kematian orang orang itu. Longsor inilah yang mengubur beberapa mayat ke dasar danau, dimana mayat-mayat tersebut masih ditemukan utuh, terawetkan di bawah es.



Jika pun teori penyebab kematian tragis ini benar, ada satu pertanyaan lagi yang menyusul dan membingungkan. Yaitu tentang kemana orang-orang ini pergi. Roopkund bukanlahh sebuah daerah historis signifikan dan tidak ada jejak dari setiap rute perdagangan ke Tibet telah ditemukan disini. Roopkund juga bukan situs untuk ziarah yang menarik sekelompok besar orang.



Namun, film dokumenter 'Danau Tengkorak' yang dibuat oleh National Geographic Channel (NGC) telah mementahkan asumsi ini. Di Film ini NGC mengklaim bahwa Roopkund adalah tempat untuk festival agama Garhwali yang disebut 'Nanda jaat yatra' yang diadakan di setiap 12 tahun.

Sebuah prosesi yang terdiri dari seekor domba jantan bertanduk empat yang baru lahir dianggap sebagai titisan seorang Dewi diarak dari desa terdekat dan dibawa menuju Roopkund.



Kemungkin kerangk- kerangka di danau ini adalah mereka para pemuja yang berpartisipasi dalam prosesi massal beberapa abad yang lalu. Dari cerita rakyat, mengatakan bahwa seorang raja tertentu telah berpartisipasi dalam ritual 'yatra' dengan membawa para penari perempuan. Namun hal ini telah menyinggung Nanda Sang Dewi, sehingga menimpakan hailstorm kepada mereka.



Cerita rakyat tersebut mungkin hanyalah dongeng belaka, tetapi sangat mungkin bahwa setidaknya tubuh yang lebih tinggi adalah tubuh para anggota kerajaan dan tubuh yang lebih pendek, yang terserak di seluruh danau adalah porter lokal yang kemungkinan semuanya tewas terkena hailstorm.

Apapun penyebab kematian mereka, tidak ada yang benar-benar tahu apa yang menyebabkan begitu banyak orang melakukan sebuah perjalanan yang jauh dan melelahkan berabad-abad lalu.

Sumber
Read More >>

Qbeak, Mobil Mungil Bertenaga Listrik

Qbeak merupakan sebuah city car terbaru yang mengusung listrik sebagai tenaganya. Mobil keluaran Denmark ini adalah salah satu mobil yang di usung sebagai prototypemobil masa depan dalam kampanye ECOmove.



Mobil yang mulai dirancang sejak tahun 2009 ini masih dalam tahap pemantapan dan hampir mencapai tes secara keseluruhan. Harapannya, di tahun 2014 nanti mobil ini dapat dikendarai sebagai kendaraan yang ramah lingkungan dan juga praktis dalam setiap penggunanya.

Read More >>

5 SPBU Terunik dan Termegah di Dunia

1. Tea Pot Gas Station (SPBU berbentuk teko teh)
Stasiun Gas Unik ini terletak di kota Lembah Yakima, Washington.


2. Welcome To the City Gas Station (SPBU Sebagai simbol selamat datang ke kota)
Ini adalah SPBU Trem. Alamat: 2901 North Palm Canyon Drive. Dibangun pada tahun 1963 oleh Frey dan Chambers, atap yang unik sengaja diciptakan untuk efek dramatis pada batas ke kota. Sebagai simbol selamat datang ke kota


3. Recycled Materials Gas Station (SPBU Dengan Bahan-Bahan daur ulang)
Jika itu terjadi untuk musim panas di Los Angeles, Jangan lupa untuk mampir di sini.
Uniknya, pompa ini terbuat dari bahan daur ulang yang ramah lingkungan. Hasil dari bahan daur ulang ini sangat mengejutkan semua kalangan bahkan ada yg sampai tidak percaya kalau ini terbuat dari bahan2 bekas atau daur ulang.


4. Lax Airpot roof Gas Stations
Jack Colker terletak pada 96 Uni Crescent Drive Beverly Hills, California. Proyek ini mungkin merupakan kecelakaan yang paling mencengangkan. Segitiga atap gedung ini, awalnya dibangun untuk bandara LAX. Tapi itu tidak digunakan. Nah dari atap pengangguran, membuat atap pompa bensin. Cukup cerdas ya ..


5. Futuristic Gas Statio
Apakah anda tahu, perancang membalas Arne Jacobsen Desain bangunan ini yang terletak di Kopenhagen, Denmark pada tahun 1937?
Semacam lompatan desain..




Futuristic BP Gas Station Lands in LA
Menarik dan futuristik yang tampak membuka pompa bensin di sekitar Los Angeles.
Pertama pompa bensin yang unik tersebut adalah Helios House, sebuah situs BP di sudut dari Robertson Blvd & Olimpiade di Los Angeles.
It’s a self-pusat layanan yang hanya menjual bensin bebas timbel bensin. Stasiun terdiri dari struktur baja stainless yang mencakup semua pompa dan memiliki 90 panel surya yang memasok listrik untuk stasiun.

Stainless steel yang belum selesai desain meningkatkan pemantulan cahaya yang pada gilirannya akan mengurangi kebutuhan pencahayaan. Lampu-lampu di seluruh situs menggunakan lampu LED. yang dikendalikan oleh photocells dan detektor gerakan untuk mengendalikan operasi mereka. Air hujan yang dikumpulkan oleh kanopi besar dan dipompa untuk mengairi situs lansekap. (Karena LA tidak menerima banyak hujan, ini mungkin lebih dari masalah pemasaran praktis daripada satu).
Helios House adalah pompa bensin yang pertama di Amerika Serikat untuk diserahkan untuk LEED (Leadership in Energy and Environmental Design) sertifikasi dan BP Helios House klaim menggunakan 16 persen lebih sedikit listrik dari stasiun tradisional.
Ramah lingkungan lain pompa bensin, dirancang oleh arsitek Kanner, adalah Amerika Minyak situs baru yang masih dalam proses pembangunan di La Brea dan Slauson Avenue di lingkungan Ladera Heights Los Angeles.



sumber
Read More >>

Rumah-Rumah Aneh dan Unik di Dunia

Kali ini kita akan melihat beberapa rumah-rumah aneh dan unik di dunia yang pasti membuat kalian bertanya-tanya siapa sich arsiteknya, atau apa sich alasannya dibuat seperti itu, dan memakan biaya berapa banyak sampai bisa aneh dan unik seperti itu. langsung saja, berikut ini adalah beberapa rumah-rumah aneh dan unik di dunia.

Esidential Car-House di Salzburg, Austria

Rumah mobil ini dibangun di Salzburg, Austria, oleh arsitek Jerman, Markus Voglreiter, memakan biaya 1 million euros untuk membangun nya di tahun 2004. Informasi lebih lengkap tentang rumah mobil ini, bisa dibaca disini rumah mobil.


Casa Batllo di Barcelona, spanyol

Ketika pemilik rumah Josep Batllo, menunjuk arsitek Antoni Gaudi untuk merenovasi rumah nya di tahun 1877 di Barcelon, Spanyol, ternyata arsitek ini bukan hanya membuat perombakan radikal besar-besaran terhadap rumah tersebut tetapi juga menghasilnya maha karya yang masih diingat orang 100 tahun kemudian. Rumah ini selesai di bahun di tahun 1904



Museum Seni Frederick R. Weisman di Minneapolis, Amerika

Terletak di sungai Mississippi, Minneapolis, Amerika. Museum Seni Frederick R. Weisman di University of Minnesota ini mempunyai dua sisi yang berbeda. Di satu sisi (kampus sisi), penampilannya bisa berbaur dengan bangunan-bangunan sekitar nya yang dibangun dari batu-batuan. Di sisi lain, museum ini berbaur dengan bangunan dari besi. Museum ini adalah hasil karya arsitek Frank Gehry.



The Haines Shoe House di York County, Pennsylvania, Amerika

Di bangun tahun 1948 oleh pengusaha sepatu Mahlon Haines, rumah ini merupakan salah satu alat beriklan terkenal di jaman tersebut. Dimensi rumah ini adalah 48-foot panjang, 17 foot lebar, dan 25 foot tinggi mempunyai 3 kamar tidur, 2 kamar mandi, 1 dapur, dan 1 ruang tamu, dengan 5 lantai.



Guggenheim Museum di Bilbao, Spanyol

Arsitek Frank Gehry merancang museum Guggenheim Museum, terletak di kota pelabuhan di Bilbao, untuk menyerupai kapal.



Longaberger Co. di Newark, Ohio, Amerika

Bangunan menyerupai keranjang ini adalah kantor dari Longaberger Co. dibangun tahun 1997 dan selesai dua tahun kemudian. Bangunan ini mempunyai 7 tingkat dan terletak di Ohio adlah merupakan replika dari keranjang perusahaan Longaberger Co. Bangunan ini akan terlihat spektakular pada malam hari dimana cahaya lampu bersinar dari 84 jendela yang dipunyai ‘keranjang’ ini.




Country Music Hall of Fame and Museum di Nashville, Tennessee, Amerika

Country Music Hall of Fame and Museum in Nashville dibangun dengan bentuk kunci G (horizontal) dalam musik dan berbentuk piano. Biaya membangun nya adalah juta (sekitar Rp 335 milyar) dan museum ini mulai di buka di tahun 2001

Read More >>